3 Prajurit TNI Gugur Lebanon Dimakamkan Militer 2026

3 Prajurit TNI Gugur Lebanon Dimakamkan Militer 2026

3 Prajurit TNI Gugur Lebanon Dimakamkan Militer 2026

Cikadu.id – Tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon akhirnya tiba di tanah air pada Sabtu sore, 4 April 2026. Jenazah Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon, Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, dan Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten setelah menempuh perjalanan panjang dari Beirut menggunakan Turkish Airlines.

Kepulangan ketiga pahlawan ini menjadi momen yang penuh haru. Pemerintah langsung menggelar prosesi persemayaman dan upacara pelepasan pada malam harinya, sekitar pukul 19.40 WIB. Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak memimpin upacara pelepasan jenazah pasukan Satgas Yonmek Konga XXIII-S UNIFIL tersebut.

Maruli menegaskan bahwa ketiga prajurit akan mendapat penghormatan tertinggi. Mereka akan dimakamkan secara militer di daerah asal masing-masing, sesuai dengan protokol penghormatan bagi pahlawan yang gugur dalam tugas negara.

Perjalanan Terakhir Ketiga Pahlawan ke Kampung Halaman

TNI Angkatan Udara menyiapkan dua pesawat khusus untuk mengantar jenazah ke daerah asal. Pertama, Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon dan Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan terbang menuju Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Keduanya akan dimakamkan di tanah kelahiran mereka dengan upacara militer penuh.

Sementara itu, Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar diterbangkan ke Bandung, Jawa Barat. Keluarga yang hadir dalam upacara persemayaman di Bandara Soekarno-Hatta ikut mendampingi jenazah dalam penerbangan terakhir ini. Mereka akan bersama-sama mengantarkan sang pahlawan ke peristirahatan terakhir.

Baca Juga:  Dukun Pengganda Uang Palsu Ditangkap Polda Metro Jaya

Presiden dan Pejabat Tinggi Negara Beri Penghormatan Terakhir

Prosesi persemayaman menjadi agenda penting negara pada malam itu. Presiden Prabowo Subianto hadir langsung untuk memberikan penghormatan terakhir kepada ketiga prajurit yang gugur. Ia tampak berbincang dengan perwakilan keluarga yang duduk di depan peti jenazah.

Tidak hanya presiden, sejumlah pejabat tinggi negara juga memenuhi ruang upacara. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan hadir memberikan penghormatan. Selain itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Lodewijk F. Paulus juga menyaksikan prosesi tersebut.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut hadir bersama Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Para kepala staf angkatan militer juga melengkapi barisan pejabat yang memberikan penghormatan terakhir kepada ketiga pahlawan.

Tangis Keluarga Pecah Saat Lagu Gugur Bunga Berkumandang

Momen paling menyentuh terjadi ketika keluarga menyambut kedatangan jenazah putra-putra mereka. Tangis para keluarga pecah begitu peti jenazah tiba. Perwakilan keluarga pasukan Satgas Yonmek Konga XXIII-S UNIFIL tampak memeluk erat peti jenazah putra mereka sepanjang iringan lagu Gugur Bunga ciptaan Ismail Marzuki.

Tepat di depan setiap peti jenazah, foto masing-masing prajurit terpajang dengan khidmat. Foto-foto tersebut mengingatkan semua orang bahwa di balik seragam militer, mereka adalah putra, suami, dan ayah yang sangat keluarga rindukan.

Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah saat seorang keluarga prajurit menyampaikan keluh kesahnya kepada Presiden Prabowo. Keluarga tersebut terisak di hadapan kepala negara.

“Suami kami sedang salat, Pak,” kata salah satu keluarga kepada Prabowo, seperti yang terlihat dari siaran langsung di Sekretariat Presiden. Pernyataan ini menggambarkan betapa mendadaknya serangan yang merenggut nyawa ketiga prajurit tersebut. Bahkan saat menjalankan ibadah, mereka tidak luput dari serangan yang brutal.

Baca Juga:  Personel TNI Gugur di UNIFIL Lebanon, Menlu Pastikan Pemulangan

Kronologi Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Ketiga prajurit TNI gugur dalam misi perdamaian di Lebanon akibat serangan Israel pada 29 dan 30 Maret 2026. Mereka sedang menjalankan tugas sebagai bagian dari pasukan Satgas Yonmek Konga XXIII-S United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), misi perdamaian PBB di kawasan Timur Tengah.

Serangan tersebut menewaskan tiga personel TNI yang sedang bertugas menjaga perdamaian di wilayah konflik. Kejadian ini menjadi duka mendalam bagi TNI dan seluruh rakyat Indonesia. Namun, pengorbanan mereka membuktikan dedikasi tinggi Indonesia dalam misi perdamaian dunia.

Sebelum jenazah diterbangkan ke Indonesia, UNIFIL menggelar upacara penghormatan khusus. Upacara tersebut berlangsung di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, Libanon pada Kamis, 2 April 2026. Ini menjadi penghormatan internasional terhadap pengorbanan ketiga prajurit Indonesia.

Jenazah kemudian diberangkatkan dari Beirut pada Jumat, 3 April 2026. Mereka menempuh perjalanan panjang menggunakan maskapai Turkish Airlines sebelum akhirnya tiba di Indonesia pada Sabtu sore, 4 April 2026. Perjalanan terakhir ini menjadi saksi betapa negara menghargai pengorbanan putra-putra terbaiknya.

Penghormatan Militer untuk Pahlawan Misi Perdamaian

Kepala Staf TNI AD Jenderal Maruli Simanjuntak menegaskan komitmen negara untuk memberikan penghormatan setinggi-tingginya. Ketiga prajurit akan dimakamkan secara militer di daerah masing-masing, sesuai dengan tradisi penghormatan pahlawan.

Pemakaman secara militer ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah pengakuan negara terhadap pengorbanan nyawa dalam menjalankan tugas mulia menjaga perdamaian dunia. Keluarga juga akan mendapat pendampingan penuh dari TNI dalam proses pemakaman dan pasca-pemakaman.

Gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon mengingatkan kita semua bahwa misi perdamaian bukanlah tugas yang mudah. Mereka meninggalkan keluarga, rumah, dan kenyamanan untuk bertugas di wilayah konflik demi perdamaian dunia. Pengorbanan mereka layak mendapat penghargaan tertinggi dari bangsa.

Baca Juga:  2.200 Warga Pulau Mayau Mengungsi Akibat Peringatan Tsunami

Indonesia telah lama berkontribusi dalam misi perdamaian PBB di berbagai belahan dunia. Kehadiran pasukan TNI dalam UNIFIL Lebanon menjadi bukti komitmen Indonesia terhadap perdamaian global. Meski menghadapi risiko tinggi, Indonesia tetap konsisten mengirimkan pasukannya untuk menjaga stabilitas kawasan konflik.

Ketiga pahlawan ini—Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon, Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, dan Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan—kini telah kembali ke tanah air. Mereka pulang bukan sebagai pribadi biasa, tetapi sebagai pahlawan yang telah memberikan pengorbanan tertinggi untuk negara dan perdamaian dunia. Semoga keluarga yang mereka tinggalkan mendapat kekuatan dan negara terus mengenang jasa-jasa mereka.

Salsabilla Putri

Penulis di Cikadu.id