Andrie Yunus Membaik, RSCM Ungkap Detail Perawatan

Andrie Yunus Membaik, RSCM Ungkap Detail Perawatan

Andrie Yunus Membaik, RSCM Ungkap Detail Perawatan

Cikadu.id – Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengumumkan kondisi luka Andrie Yunus berangsur membaik setelah aktivis hak asasi manusia itu menjadi korban serangan air keras pada 12 Maret 2026. Yoga Nara, Manajer Hukum dan Hubungan Masyarakat RSCM, menyampaikan perkembangan positif ini dalam keterangan tertulis pada Selasa, 31 Maret 2026.

Andrie Yunus, yang menjabat sebagai Wakil Koordinator KontraS Bidang Eksternal, mengalami luka bakar lebih dari 20 persen bagian tubuhnya akibat serangan brutal tersebut. Kini, sebagian besar lukanya telah menutup dan kering, berkat perawatan intensif tim medis multidisiplin.

“Kondisi luka pasien menunjukkan perbaikan, dengan sebagian besar luka telah menutup dan kering, ditutupi oleh kulit baru hasil cangkok di area wajah, leher depan, dada, sebagian pundak, dan lengan kanan,” ungkap Yoga dalam pernyataan resminya.

Perawatan Intensif Tim Multidisiplin RSCM

Tim medis RSCM kini menangani Andrie dengan pendekatan komprehensif. Tidak hanya satu spesialisasi, perawatan melibatkan dokter spesialis bedah plastik, oftalmologi, serta tenaga kesehatan lainnya yang bekerja secara koordinatif.

Untuk memastikan proses penyembuhan berjalan optimal, RSCM berencana melakukan evaluasi kondisi luka di bawah sedasi sebanyak dua kali dalam pekan ini. Langkah ini penting untuk memantau perkembangan dan mendeteksi potensi komplikasi sejak dini.

Meski begitu, masih terdapat tantangan dalam proses pemulihan. “Masih terdapat area kulit mati di leher belakang yang akan dibersihkan dan ditutup dengan cangkok kulit lanjutan dalam satu minggu ke depan,” jelas Yoga.

Baca Juga:  Playoff Piala Dunia 2026: Empat Negara Rebut Dua Tiket

Selain itu, cangkok kulit telah berhasil menutupi area wajah, leher depan, dada, sebagian pundak, dan lengan kanan. Prosedur ini menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan luka bakar tingkat berat yang Andrie alami.

Operasi Mata Kanan Ketiga: Temuan Kritis

Andrie telah menjalani operasi mata kanan untuk ketiga kalinya pada 28 Maret 2026. Operasi ini menjadi momen krusial karena dokter menemukan kondisi yang mengkhawatirkan pada bola matanya.

Kabar baiknya, dokter tidak menemukan tanda-tanda infeksi selama operasi berlangsung. Bahkan, Andrie mengalami nyeri minimal pasca-prosedur, menunjukkan respons tubuh yang baik terhadap perawatan.

Namun, pemeriksaan mendalam mengungkapkan kerusakan lebih lanjut pada struktur mata. “Selama operasi ditemukan permukaan kornea semakin menipis dan terdapat kebocoran pada dinding bola mata,” kata Yoga menjelaskan temuan medis yang cukup serius.

Untuk mencegah kerusakan lebih parah, dokter mengambil langkah preventif dengan melakukan penambalan bola mata menggunakan jaringan selaput dari tungkai pasien. Kemudian, tim medis menutupnya dengan selaput konjungtiva untuk perlindungan maksimal.

Lebih dari itu, mata kanan Andrie sengaja dokter tutup dengan penjahitan kelopak mata. Tindakan ini bertujuan melindungi dan mempertahankan bentuk bola mata selama proses penyembuhan berlangsung.

Penutupan mata tersebut bukan prosedur jangka pendek. Dokter merencanakan mata kanan Andrie akan tetap tertutup selama sekitar empat bulan ke depan untuk memastikan pemulihan total tanpa risiko kerusakan tambahan.

Kondisi Psikologis Tetap Stabil Meski Trauma Berat

Di balik luka fisik yang memerlukan perawatan medis intensif, RSCM juga memperhatikan aspek mental Andrie. Faktanya, kondisi psikologis korban serangan kekerasan sering kali menghadapi tantangan besar.

“Kondisi psikologis pasien dalam keadaan cukup stabil meskipun mengalami peristiwa traumatis berat,” ucap Yoga menegaskan pentingnya kesehatan mental dalam proses pemulihan.

Baca Juga:  Zayn Malik Kolaborasi Jisoo BLACKPINK demi Khai

Tim medis RSCM berkomitmen memberikan dukungan psikologis berkelanjutan. Tujuannya memastikan Andrie tetap tenang dan mampu mengikuti setiap tahapan perawatan dengan optimal, tanpa beban mental yang menghambat penyembuhan fisik.

Oleh karena itu, pendekatan holistik ini menjadi kunci keberhasilan perawatan. Bukan hanya menyembuhkan luka di permukaan, tetapi juga memulihkan trauma psikologis yang bisa berdampak jangka panjang.

Kronologi Serangan Air Keras 12 Maret 2026

Peristiwa mengerikan ini terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, sekitar pukul 23.37 WIB. Andrie Yunus menjadi target serangan dua orang tidak dikenal di Jalan Salemba I Talang, Jakarta Pusat.

Kedua pelaku menyiram air keras ke tubuh Andrie, menyebabkan luka bakar parah pada berbagai area vital. Wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan menjadi bagian tubuh yang terkena cairan korosif tersebut.

Segera setelah serangan, Andrie bergegas mencari pertolongan medis. Ia tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM pada Jumat dini hari, 13 Maret 2026, sekitar pukul 12 malam.

Saat masuk IGD, Andrie mengeluhkan luka bakar ekstensif disertai gangguan penglihatan pada mata kanan. Evaluasi awal menunjukkan lebih dari 20 persen bagian tubuhnya mengalami luka bakar, memerlukan penanganan medis darurat dan perawatan intensif jangka panjang.

Rencana Perawatan Lanjutan dan Harapan Pemulihan

RSCM telah menyusun roadmap perawatan komprehensif untuk pemulihan total Andrie Yunus. Dalam satu minggu ke depan, tim medis akan melakukan prosedur pembersihan area kulit mati di leher belakang, dilanjutkan dengan cangkok kulit lanjutan.

Evaluasi berkala dua kali seminggu di bawah sedasi akan terus berlanjut hingga dokter memastikan semua area luka menutup sempurna. Proses ini membutuhkan kesabaran karena pemulihan luka bakar tingkat berat tidak bisa instan.

Baca Juga:  Brigitte Bardot - Legenda Aktris Prancis & Pejuang Hak Hewan

Kemudian, untuk mata kanan, penutupan dengan penjahitan kelopak akan berlangsung selama empat bulan. Periode ini krusial untuk regenerasi jaringan kornea dan perbaikan kebocoran dinding bola mata.

Tim multidisiplin akan terus memantau perkembangan setiap hari, siap melakukan intervensi medis bila diperlukan. Dukungan psikologis juga akan tetap berjalan paralel dengan perawatan fisik.

Menariknya, meskipun menghadapi tantangan medis berat, respons tubuh Andrie terhadap perawatan menunjukkan tren positif. Tidak adanya infeksi pada operasi mata ketiga dan nyeri minimal menjadi indikator baik untuk progres pemulihan ke depan.

Akibatnya, dengan perawatan intensif dan dukungan medis terbaik dari RSCM, harapan pemulihan penuh tetap terbuka. Proses ini memang panjang dan membutuhkan kekuatan luar biasa, namun perkembangan terkini memberikan secercah optimisme di tengah tragedi yang menimpa aktivis HAM ini.

Kasus serangan air keras terhadap Andrie Yunus menjadi pengingat keras tentang pentingnya perlindungan bagi para pembela hak asasi manusia. Sementara proses hukum terus berjalan untuk mengungkap pelaku, fokus utama saat ini adalah memastikan Andrie pulih sepenuhnya, baik secara fisik maupun mental, agar dapat kembali menjalankan peran pentingnya dalam masyarakat.

Wandi Setiawan

Penulis di Cikadu.id