Cikadu.id – Apple resmi menghentikan produksi Mac Pro, komputer desktop paling bertenaga yang telah mereka produksi selama 20 tahun. Keputusan ini Apple umumkan pada akhir Maret 2026, menandai berakhirnya era desain tower ikonik perusahaan teknologi asal Cupertino tersebut.
Berdasarkan laporan 9to5Mac yang rilis pada Minggu (29/3/2026), Apple telah menghapus Mac Pro dari situs resmi mereka per Kamis sore waktu setempat. Laman pembelian Mac Pro kini beralih ke halaman utama kategori Mac, dan perusahaan menghilangkan semua referensi mengenai perangkat tersebut.
Lebih dari itu, Apple juga mengonfirmasi bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk merilis perangkat keras Mac Pro di masa depan. Langkah ini menunjukkan komitmen penuh Apple untuk mengalihkan fokus pada ekosistem Mac Studio yang lebih kompak namun tetap powerful.
Sejarah Panjang Mac Pro Sejak 2006
Mac Pro pertama kali Apple perkenalkan pada 2006 sebagai penerus Power Mac G5. Saat itu, perangkat ini langsung mencuri perhatian para profesional kreatif berkat performa luar biasa yang mampu menangani rendering video 4K, desain grafis kompleks, hingga komposisi musik multi-track.
Selama dua dekade, Mac Pro menjadi standar tertinggi bagi kreator konten, editor video profesional, dan studio desain. Desain tower-nya yang ikonik memberikan fleksibilitas maksimal untuk upgrade komponen internal, sesuatu yang sangat penting bagi profesional yang membutuhkan performa ekstrem.
Namun, perjalanan Mac Pro tidak selalu mulus. Pada 2013, Apple meluncurkan desain radikal berbentuk silinder yang justru menuai kritik karena sulit diupgrade. Perusahaan kemudian kembali ke desain tower pada 2019 dengan Mac Pro yang modular dan sangat powerful, meski dengan harga yang fantastis.
Transisi ke Apple Silicon Mengubah Segalanya
Keputusan menghentikan Mac Pro tidak bisa lepas dari strategi besar Apple dalam transisi ke chip Apple Silicon. Sejak 2020, Apple mulai menggantikan prosesor Intel dengan chip buatan sendiri yang berbasis arsitektur ARM.
Chip M-series yang Apple kembangkan terbukti mampu menghadirkan performa luar biasa dengan efisiensi energi tinggi. Bahkan, Mac Studio dengan chip M2 Ultra mampu menyaingi bahkan melampaui performa Mac Pro Intel dalam banyak benchmark, dengan ukuran fisik yang jauh lebih kecil.
Menariknya, Mac Studio menawarkan value proposition yang jauh lebih menarik. Perangkat ini menghadirkan performa tingkat workstation dalam desain kompak yang hanya setinggi beberapa inci. Selain itu, harganya juga lebih terjangkau dibanding Mac Pro versi sebelumnya yang bisa mencapai puluhan juta rupiah untuk konfigurasi top-end.
Mac Studio Sebagai Pengganti yang Lebih Praktis
Apple kini memposisikan Mac Studio sebagai solusi utama untuk kebutuhan komputasi tingkat profesional. Perangkat ini hadir dengan pilihan chip M2 Max atau M2 Ultra yang menawarkan performa luar biasa untuk rendering, editing video 8K, dan pengembangan aplikasi kompleks.
Tidak hanya itu, Mac Studio juga menawarkan konektivitas lengkap dengan port Thunderbolt 4, USB-A, HDMI, dan slot kartu SD. Desainnya yang kompak membuatnya ideal untuk setup studio modern yang mengedepankan efisiensi ruang tanpa mengorbankan performa.
Bagi profesional yang sebelumnya mengandalkan Mac Pro, Apple menyarankan untuk beralih ke Mac Studio. Perangkat ini mampu menangani workflow profesional dengan sangat baik, mulai dari color grading film hingga simulasi 3D kompleks.
Reaksi Industri dan Profesional Kreatif
Penghentian Mac Pro ini sebenarnya sudah banyak pengamat prediksi. Sejak peluncuran Mac Studio, penjualan Mac Pro mengalami penurunan signifikan karena mayoritas profesional merasa Mac Studio sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan mereka.
Oleh karena itu, keputusan ini terlihat sebagai langkah strategis yang masuk akal. Apple tidak lagi perlu mempertahankan lini produk yang demand-nya menurun, dan bisa fokus mengoptimalkan Mac Studio serta produk Mac lainnya.
Di sisi lain, beberapa profesional yang sangat bergantung pada expandability Mac Pro merasa kehilangan opsi. Mac Pro versi 2019 memungkinkan upgrade RAM hingga 1.5TB dan menampung multiple GPU, sesuatu yang tidak bisa Mac Studio lakukan.
Informasi Terpopuler Lainnya: HP Samsung Dapat Update Keamanan
Selain berita penghentian Mac Pro, informasi lain yang juga menarik perhatian publik datang dari daftar HP Samsung yang mendapat update keamanan pada Maret 2026. Samsung secara rutin merilis patch keamanan bulanan untuk berbagai model smartphone mereka, mulai dari seri flagship hingga entry-level.
Update keamanan ini sangat penting untuk melindungi data pengguna dari berbagai ancaman siber yang terus berkembang. Samsung konsisten memberikan dukungan update keamanan untuk berbagai model, bahkan untuk perangkat yang sudah berusia beberapa tahun.
Akhir Era Tower Desktop Apple
Penghentian Mac Pro menandai akhir era tower desktop di lineup Apple. Perusahaan kini sepenuhnya fokus pada desain yang lebih compact dan efisien, sejalan dengan visi mereka tentang masa depan komputasi personal dan profesional.
Bagi pengguna Mac Pro yang masih ingin menggunakan perangkat mereka, Apple akan tetap memberikan dukungan software untuk beberapa tahun ke depan. Perangkat yang sudah terlanjur dibeli masih akan mendapat update macOS dan support teknis sesuai kebijakan standar Apple.
Pada akhirnya, keputusan ini mencerminkan evolusi teknologi dan perubahan kebutuhan pasar. Mac Studio terbukti mampu memenuhi kebutuhan mayoritas profesional dengan lebih efisien, baik dari segi performa, harga, maupun footprint fisik. Era tower desktop mungkin berakhir, namun era performa tinggi dalam bentuk kompak justru baru dimulai.