Cikadu.id – Empat astronaut NASA akan meluncur ke Bulan pada 1 April 2026 dalam misi Artemis II. Reid Wiseman, Christina Koch, Victor Glover, dan Jeremy Hansen akan menjalani misi berawak pertama sejak lebih dari 50 tahun setelah era Apollo berakhir.
Misi Artemis II berlangsung selama 10 hari mengelilingi Bulan sebelum kembali ke Bumi. Menariknya, mereka akan terbang lebih jauh dari Bumi daripada yang pernah manusia capai sebelumnya—melampaui rekor 400.171 kilometer yang Apollo 13 cetak pada tahun 1970.
Meskipun para astronaut tidak akan mendarat di permukaan Bulan, penerbangan ini bertujuan memulai era baru eksplorasi antariksa. Selain itu, misi ini membuka jalan bagi pendaratan di Bulan dalam beberapa tahun mendatang menggunakan roket Space Launch System (SLS) generasi baru dan kapsul Orion milik NASA.
Reid Wiseman: Komandan Misi dengan Kisah Inspiratif
Reid Wiseman akan memimpin misi Artemis II sebagai komandan. Pria yang sebelumnya bertugas di Angkatan Laut ini menjadi astronaut pada tahun 2009 dan menghabiskan enam bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada tahun 2014.
Sejak kematian istrinya pada tahun 2020, Wiseman membesarkan kedua anak mereka sendirian. Ia menyadari bahwa menjadi astronaut menimbulkan banyak tekanan dan kecemasan bagi anggota keluarga, dan antusiasmenya terhadap misi ini sering kali diredam oleh perasaan tentang beban yang orang-orang tercinta tanggung.
“Tentu saja akan jauh lebih mudah jika saya hanya duduk di sofa dan menonton sepak bola sepanjang akhir pekan, tetapi di sisi lain, ada empat orang yang mendapat kesempatan untuk menjelajah dan melakukan sesuatu yang sangat unik dan langka dalam peradaban ini,” kata Wiseman dalam sebuah postingan di X.
Wiseman berharap misi ini akan membenarkan pengorbanan yang orang-orang tercintanya lakukan. “Tidak ada lagi yang tersisa di daftar tugasku. Aku sudah siap berangkat,” tegasnya.
Christina Koch: Wanita Pemegang Rekor Penerbangan Luar Angkasa
Christina Koch akan berperan sebagai spesialis misi dalam Artemis II. Dia sudah tidak asing lagi dengan masa tugas yang lama di luar angkasa atau pencapaian bersejarah pertama.
Koch menghabiskan hampir sepanjang tahun 2019 (328 hari) di Stasiun Luar Angkasa Internasional, mencetak rekor penerbangan luar angkasa tunggal terpanjang yang seorang wanita lakukan. Selama di sana, ia dan rekan astronautnya Jessica Meir melakukan perjalanan luar angkasa pertama NASA yang seluruh anggotanya adalah wanita.
“Saya akan sangat senang melihat seseorang yang saya kenal NASA tunjuk sebagai orang yang akan berjalan di Bulan, tetapi jika itu bukan bagian dari takdir saya di bidang antariksa, saya tidak masalah dengan itu,” kata Koch.
Victor Glover dan Jeremy Hansen: Pilot Berpengalaman
Victor Glover akan bertindak sebagai pilot dalam misi Artemis II. Ia ikut serta dalam penerbangan operasional perdana kapsul Crew Dragon milik SpaceX menuju stasiun luar angkasa pada tahun 2020.
Sebagai kapten Angkatan Laut AS dan pilot uji coba, ia sedang menjabat sebagai rekan legislatif di Senat AS ketika NASA merekrutnya. NASA memilihnya sebagai astronaut pada tahun 2013.
Jeremy Hansen, spesialis misi lainnya, menjadi satu-satunya anggota kru yang melakukan debut penerbangan luar angkasa. Lebih dari itu, ia akan menjadi orang Kanada pertama yang terbang ke Bulan.
Badan Antariksa Kanada memilihnya untuk menjadi astronaut pada tahun 2009. Sebelumnya, ia adalah seorang pilot pesawat tempur dan kolonel di Angkatan Bersenjata Kanada. Hansen dan istrinya memiliki tiga anak.
Setelah bertahun-tahun menjalani pelatihan untuk misi ini, Hansen mengatakan bahwa kru tersebut kini telah menjadi “seperti sebuah keluarga.”
Misi Bersejarah: Perempuan dan Orang Berkulit Berwarna Pertama ke Bulan
“Di antara awak misi tersebut ada perempuan pertama, orang berkulit berwarna pertama, dan warga Kanada pertama yang ikut serta dalam misi ke Bulan,” kata Vanessa Wyche, direktur Pusat Antariksa Johnson NASA, saat pengumuman pemilihan kru pada tahun 2023.
“Dan keempat astronaut tersebut akan mewakili yang terbaik dari umat manusia saat mereka menjelajah demi kepentingan semua orang,” lanjutnya.
Keempat astronaut tersebut berencana membawa barang-barang kecil dan kenang-kenangan dalam penerbangan mereka mengelilingi Bulan. Wiseman dan Koch mengatakan bahwa mereka berencana membawa surat-surat dari keluarga mereka.
Glover mengaku akan membawa Alkitab, cincin kawinnya, dan pusaka untuk putri-putrinya. Sementara Hansen akan membawa liontin berbentuk Bulan yang batu kelahiran anggota keluarganya hiasi serta bertuliskan “moon and back”.
Barang-barang ini menjadi kenang-kenangan istimewa dan merupakan cara bagi para astronaut untuk melibatkan anggota keluarga mereka dalam perjalanan ini.
Persiapan Menuju Peluncuran 1 April 2026
Wiseman dan rekan-rekan kru lainnya telah menjalani karantina di Houston sejak seminggu yang lalu. Ini merupakan bagian standar dari kegiatan prapeluncuran yang NASA rancang untuk membatasi paparan astronaut terhadap kuman.
Peluncuran Artemis II akan menandai misi kedua bagi roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion milik NASA. Misi pertama adalah misi Artemis I tanpa awak mengelilingi Bulan, yang berlangsung lebih dari tiga tahun lalu.
Selama berada di ruang angkasa, mereka akan mendemonstrasikan prosedur docking di orbit Bumi, melakukan eksperimen ilmiah, dan menguji berbagai sistem di dalam kapsul Orion. Ini akan berfungsi sebagai uji coba untuk pendaratan di masa depan.
Langkah Menuju Artemis III dan Pendaratan di Bulan 2027
Wiseman, Koch, Glover, dan Hansen menyadari bahwa misi ini merupakan langkah penting menuju Artemis III. Misi tersebut bertujuan mendaratkan empat astronaut di dekat kutub selatan Bulan pada tahun 2027.
“Bagi kami, kesuksesan adalah mendarat di Bulan dalam misi Artemis III,” kata Koch. “Kesuksesan adalah Artemis 100, kapan pun itu terjadi. Dan kami benar-benar mendefinisikan segalanya berdasarkan hal itu,” tegasnya.
Wiseman berharap misi Artemis II akan menginspirasi generasi baru. “Kita selalu memandang Bulan dan berkata, ‘Kita pernah ke sana.’ Namun bagi seluruh generasi ini, bagi generasi kita, bagi generasi muda, bagi generasi Artemis, mereka akan memandang Bulan sekarang dan berkata, ‘Kita ada di sana,'” ujarnya.
Misi Artemis II menjadi tonggak bersejarah dalam eksplorasi antariksa modern. Dengan empat astronaut yang mewakili keberagaman dan keunggulan manusia, NASA membuka babak baru perjalanan manusia ke Bulan dan seterusnya. Peluncuran pada 1 April 2026 akan menjadi momen yang generasi mendatang kenang sebagai awal dari era Artemis—era di mana manusia kembali menjelajahi ruang angkasa dengan teknologi dan semangat baru.


