BRI Energi Terbarukan: 926 Kendaraan Hijau Tekan Emisi

BRI Energi Terbarukan: 926 Kendaraan Hijau Tekan Emisi

BRI Energi Terbarukan: 926 Kendaraan Hijau Tekan Emisi

Cikadu.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperluas penggunaan energi terbarukan dan kendaraan ramah lingkungan seiring momentum Earth Hour 2026. Perseroan kini mengoperasikan 926 kendaraan hijau dan memasang panel surya di 152 unit kerja untuk menekan jejak karbon operasional.

Langkah BRI energi terbarukan ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan pelat merah dalam menjalankan prinsip keberlanjutan. Mahdi Yusuf, Direktur Legal & Compliance BRI, menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar program sesaat melainkan fondasi strategis bisnis Perseroan.

Earth Hour Buktikan Kekuatan Aksi Kolektif

Gerakan Earth Hour yang pertama kali bergulir pada 2007 kini telah menjelma menjadi fenomena global. Lebih dari 180 negara melibatkan jutaan partisipan dalam aksi simbolis mematikan lampu selama satu jam.

Dampaknya nyata. Partisipasi Earth Hour di berbagai kota dunia berhasil menurunkan konsumsi listrik hingga 10–15% dalam satu jam. Di Indonesia, gerakan ini mampu menghemat sekitar 300 MW listrik—setara dengan kebutuhan listrik sekitar 200 ribu rumah atau hingga 700 ribu orang.

Meski lampu telah kembali menyala, pesan Earth Hour tetap relevan. Aksi kolektif yang konsisten dapat memberikan dampak signifikan bagi planet ini. Prinsip inilah yang menggerakkan BRI untuk terus memperkuat praktik keberlanjutan di seluruh lini kerja.

BRI Integrasikan Efisiensi Energi dalam Operasional Harian

BRI menerjemahkan semangat Earth Hour melalui serangkaian langkah konkret dalam pengelolaan energi. Perseroan mengadopsi teknologi hemat energi, termasuk pemasangan lampu LED di seluruh fasilitas kantor.

Baca Juga:  Tabel Cicilan KUR Mandiri 2026: Pinjaman 25-100 Juta

Selain itu, BRI mengoptimalkan operasional fasilitas seperti pengaturan penggunaan lift. Kebiasaan sederhana namun berdampak juga menjadi kultur kerja, seperti mematikan dan mencabut perangkat elektronik saat tidak digunakan.

Tidak hanya itu, Perseroan mengembangkan konsep green building untuk gedung-gedung kantor. Digitalisasi produk dan layanan perbankan juga berperan mengurangi penggunaan kertas dan energi. Semua upaya ini saling menopang dalam mewujudkan operasional yang lebih ramah lingkungan.

“Di BRI, keberlanjutan kami jalankan sebagai bagian dari aktivitas kerja sehari-hari. Langkah ini tidak hanya berkontribusi pada penurunan emisi, tetapi juga membentuk budaya kerja yang lebih sadar terhadap dampak lingkungan,” ungkap Mahdi.

Green Network: 152 Panel Surya dan 926 Kendaraan Ramah Lingkungan

Implementasi Green Network menjadi tulang punggung strategi BRI energi terbarukan. Hingga akhir 2026, Perseroan telah memanfaatkan energi terbarukan melalui instalasi panel surya di 152 unit kerja. Angka ini terus bertambah seiring ekspansi program.

Bahkan, BRI mengoperasikan 926 kendaraan ramah lingkungan untuk mendukung mobilitas operasional. Kombinasi panel surya dan armada hijau ini berkontribusi terhadap penurunan emisi operasional sebesar 9,6% dibandingkan baseline year tahun 2022.

Capaian ini membuktikan bahwa transisi ke energi bersih bukan hanya wacana. Dengan komitmen dan investasi yang tepat, perusahaan berskala besar seperti BRI dapat menekan jejak karbon secara terukur. Angka 9,6% mungkin terdengar kecil, namun dampaknya signifikan mengingat skala operasional Perseroan yang tersebar di seluruh nusantara.

Efek Domino dari Investasi Hijau

Investasi pada infrastruktur hijau juga memberikan efek domino positif. Panel surya mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional, sehingga biaya operasional jangka panjang lebih efisien. Kendaraan ramah lingkungan mengurangi polusi udara di area perkotaan sekaligus menghemat biaya bahan bakar.

Baca Juga:  Harga Bahan Baku Naik Dampak Perang Iran 2026

Lebih dari itu, langkah BRI ini memberikan inspirasi bagi pelaku usaha lain untuk mengadopsi praktik serupa. Ketika perusahaan besar bergerak, ekosistem bisnis di sekitarnya cenderung mengikuti.

Zero Waste dan Restorasi Mangrove Perkuat Komitmen Lingkungan

BRI tidak berhenti pada efisiensi energi semata. Melalui program Zero Waste to Landfill, Perseroan berhasil mencatatkan penghindaran emisi sebesar 746,4 ton CO₂e. Program ini mengelola sampah operasional agar tidak berakhir di tempat pembuangan akhir, melainkan melalui daur ulang atau pengolahan ramah lingkungan.

Kemudian, BRI Grow and Green menjadi inisiatif lain yang menyasar restorasi ekosistem. Hingga tahun 2026, program ini telah merealisasikan penanaman sebanyak 65.300 pohon mangrove di berbagai wilayah pesisir Indonesia.

Mangrove memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap karbon—jauh lebih efektif dibanding hutan daratan. Potensi pengurangan emisi karbon dari penanaman ini mencapai sekitar 43,43 ton CO₂e per tahun. Angka ini akan terus meningkat seiring pohon mangrove tumbuh dewasa dan ekosistem pesisir pulih.

Dampak Ganda: Lingkungan dan Sosial

Restorasi mangrove juga membawa dampak sosial. Ekosistem mangrove yang sehat melindungi pesisir dari abrasi, menjadi habitat ikan dan biota laut, serta menopang mata pencaharian masyarakat nelayan. Jadi, program BRI Grow and Green menciptakan nilai tambah bagi lingkungan sekaligus komunitas lokal.

Keseimbangan Bisnis dan Tanggung Jawab Lingkungan

Mahdi menambahkan bahwa berbagai inisiatif BRI energi terbarukan mencerminkan komitmen Perseroan dalam membentuk cara kerja yang lebih bertanggung jawab. “BRI berkomitmen menjaga keseimbangan antara kinerja bisnis dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” tegasnya.

Melalui berbagai inisiatif yang Perseroan jalankan secara konsisten, BRI terus memperkuat penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance). Prinsip ini menjadi panduan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta menciptakan nilai tambah bagi seluruh stakeholders.

Baca Juga:  Blokir Wikimedia Commons - Penjelasan Komdigi soal Kesalahan Deteksi Sistem

Pada akhirnya, Earth Hour hanyalah titik awal. Aksi nyata yang berkelanjutan—seperti investasi pada panel surya, kendaraan hijau, pengelolaan sampah, dan restorasi ekosistem—yang akan menentukan masa depan planet ini. BRI membuktikan bahwa perusahaan dapat tumbuh sambil menjaga bumi untuk generasi mendatang.

Wandi Setiawan

Penulis di Cikadu.id