Cikadu.id – Siapa yang menyangka, ada orang-orang di sekitar kita yang memiliki ciri-ciri attachment avoidant dalam hubungan. Kerap kali, kondisi ini tidak disadari baik oleh orang yang bersangkutan maupun pasangannya. Lalu, apa saja tanda-tanda orang dengan attachment avoidant?
Psikolog klinis Klinik Keluarga Bahagia, Hanna Adriana, menjelaskan bahwa attachment avoidant adalah salah satu dari empat tipe kelekatan, selain secure, anxious, dan disorganized. Orang dengan attachment avoidant cenderung menarik diri dalam hubungan, menghindari kedekatan, dan sulit mempercayai orang lain.
Ciri-ciri Orang dengan Attachment Avoidant
Jadi, bagaimana mengenali seseorang dengan attachment avoidant? Berikut ciri-cirinya:
- Tidak nyaman dengan keintiman. Orang dengan attachment avoidant sering merasa tidak nyaman dengan keintiman dan kedekatan dalam hubungan. Mereka cenderung menghindari situasi yang membutuhkan keterbukaan diri.
- Menolak kedekatan. Selain tidak nyaman dengan keintiman, mereka juga menolak kedekatan baik secara fisik maupun emosional. Bisa jadi mereka menarik diri, menghindar, atau menghilang saat pasangan ingin lebih dekat.
- Sangat mandiri. Karena takut kehilangan kontrol atas diri sendiri, orang dengan attachment avoidant cenderung sangat mandiri dan tidak bergantung pada orang lain.
- Sulit mempercayai orang lain. Akibat pengalaman masa lalu yang kurang baik, orang dengan attachment avoidant sulit untuk mempercayai orang lain, termasuk pasangan. Mereka sering berpikir bahwa orang lain tidak dapat diandalkan.
- Lebih tertutup secara emosional. Ketakutan akan kehilangan kontrol dan ditinggalkan membuat mereka lebih tertutup secara emosional. Mereka kesulitan mengekspresikan perasaan dan menunjukkan kasih sayang.
Menarik bukan? Ternyata ada perbedaan yang cukup jelas antara orang dengan attachment avoidant dan orang yang cuek biasa. Nah, sekarang Anda tahu ciri-cirinya, jadi bisa lebih waspada terhadap orang-orang di sekitar yang memiliki tipe kelekatan seperti ini.
