Dividen TEBE Rp 156 per Saham 2026, Cek Jadwal Cairnya

Dividen TEBE Rp 156 per Saham 2026, Cek Jadwal Cairnya

Dividen TEBE Rp 156 per Saham 2026, Cek Jadwal Cairnya

Cikadu.idPT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), emiten milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, resmi membagikan dividen tunai senilai Rp 200,4 miliar kepada para pemegang sahamnya. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) telah menyetujui keputusan pembagian dividen tersebut pada awal 2026.

Manajemen TEBE mengumumkan bahwa setiap investor akan menerima dividen sebesar Rp 156 per saham. Angka ini menjadi yang terbesar dalam sejarah perusahaan infrastruktur dan logistik tersebut.

Menariknya, total dividen yang perusahaan bagikan ternyata melampaui laba bersih yang TEBE cetak sepanjang tahun buku 2025. Perseroan mencatatkan profit Rp 132,72 miliar pada periode tersebut, sementara dividen yang akan perusahaan salurkan mencapai Rp 200,4 miliar.

Dividen TEBE 2026 Terbesar dalam Sejarah Perusahaan

Pembagian dividen TEBE tahun ini memecahkan rekor sebelumnya. Perusahaan akan menyalurkan dana kepada pemegang 1,28 miliar saham yang telah perusahaan keluarkan.

“Perseroan telah menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 200.460.000.000 atau Rp 156 per saham, untuk 1.285.000.000 saham yang telah perseroan keluarkan,” tulis manajemen TEBE dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (2/4).

Bandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun buku 2024, perusahaan hanya membagikan dividen total Rp 64,25 miliar atau setara Rp 50 per saham. Artinya, dividen per saham tahun ini melonjak lebih dari tiga kali lipat.

Lantas, bagaimana TEBE bisa membagikan dividen lebih besar dari laba bersihnya? Jawabannya terletak pada saldo laba ditahan perusahaan. Dalam laporan kinerja keuangan periode 2025, perseroan memiliki saldo laba belum perusahaan cadangkan atau tahan sebesar Rp 810,84 miliar.

Baca Juga:  LHKPN 2026: 91% Pejabat Sudah Lapor Kekayaan ke KPK

Kinerja Keuangan TEBE Sepanjang 2025

Meskipun membagikan dividen jumbo, kinerja keuangan TEBE sepanjang 2025 justru mengalami sedikit penurunan. Perusahaan mencatatkan laba bersih senilai Rp 132,72 miliar, terkoreksi 0,3% jika perusahaan bandingkan dengan laba bersih tahun 2024 sebesar Rp 133,19 miliar.

Penurunan profit ini terjadi akibat pendapatan usaha TEBE yang merosot menjadi Rp 483,19 miliar dari Rp 566,6 miliar secara tahunan atau year on year (yoy). Namun, beban pokok pendapatan perseroan ikut berkurang menjadi Rp 284,4 miliar dari Rp 326,9 miliar secara yoy.

Indikator20252024Perubahan
Laba BersihRp 132,72 MRp 133,19 M-0,3%
Pendapatan UsahaRp 483,19 MRp 566,6 MTurun
Beban Pokok PendapatanRp 284,4 MRp 326,9 MTurun
Dividen per SahamRp 156Rp 50+212%

Selain itu, beberapa faktor lain juga membebani kinerja keuangan perseroan. Perusahaan tidak mencatatkan keuntungan penjualan aset tetap pada 2025, berbeda dengan tahun sebelumnya yang mencatat keuntungan Rp 572,1 juta.

Lebih dari itu, perseroan bahkan mencatat kerugian penghapusan aset tetap sebesar Rp 51,3 juta. Pos ini sebelumnya kosong pada tahun 2024.

Pergerakan Harga Saham TEBE di Bursa

Di pasar modal, harga saham TEBE sempat melonjak pada perdagangan Rabu (1/4). Saham perusahaan milik Haji Isam ini naik 6,67% ke level Rp 1.360 per saham.

Akan tetapi, jika investor melihat pergerakan jangka panjang, harga saham TEBE justru mengalami tekanan signifikan. Dalam rentang waktu satu bulan, saham ini merosot 11,69%.

Bahkan, sejak awal tahun atau year to date, harga saham TEBE anjlok hingga 47,89%. Penurunan tajam ini tentunya menjadi perhatian serius bagi para investor yang memegang saham emiten infrastruktur dan logistik tersebut.

Baca Juga:  Konsumsi BBM Lebaran 2026 Naik 28%, Pertamax-Pertalite Membludak

Meski begitu, pembagian dividen jumbo senilai Rp 156 per saham bisa menjadi kabar gembira bagi pemegang saham yang tetap bertahan. Dividen tersebut memberikan dividend yield yang cukup menarik di tengah penurunan harga saham.

Jadwal Lengkap Pembagian Dividen TEBE 2026

Bagi investor yang ingin mendapatkan dividen TEBE, perhatikan tanggal-tanggal penting berikut ini. Perusahaan telah menetapkan jadwal pembagian dividen secara resmi.

Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen: 10 April 2026. Para investor yang namanya sudah masuk dalam daftar pemegang saham pada tanggal ini akan berhak menerima dividen.

Pembayaran dividen interim kepada para pemegang saham perseroan yang berhak: 24 April 2026. Pada tanggal ini, dana dividen akan perusahaan transfer ke rekening masing-masing investor.

Oleh karena itu, investor yang ingin mendapatkan dividen TEBE harus sudah memiliki saham sebelum tanggal 10 April 2026. Setelah tanggal tersebut, saham akan diperdagangkan secara ex-dividend.

Prospek TEBE di Tengah Tantangan Bisnis

Pembagian dividen besar ini menunjukkan komitmen manajemen TEBE untuk memberikan return kepada pemegang saham. Meskipun kinerja keuangan mengalami penurunan ringan, perusahaan tetap memiliki kemampuan finansial yang solid berkat saldo laba ditahan yang besar.

Dengan saldo laba ditahan mencapai Rp 810,84 miliar, TEBE masih memiliki ruang untuk terus membagikan dividen di tahun-tahun mendatang. Ini tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi investor yang mencari saham dengan dividen konsisten.

Di sisi lain, perusahaan perlu mengambil strategi untuk meningkatkan pendapatan usaha yang mengalami penurunan. Sektor infrastruktur dan logistik memiliki prospek cerah seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia, sehingga TEBE berpotensi meningkatkan kinerjanya di tahun-tahun berikutnya.

Intinya, dividen TEBE sebesar Rp 156 per saham menjadi yang terbesar dalam sejarah perusahaan. Para pemegang saham yang terdaftar pada 10 April 2026 akan menerima pembayaran dividen pada 24 April 2026. Meskipun harga saham mengalami tekanan, pembagian dividen jumbo ini tetap memberikan value bagi investor yang percaya pada prospek jangka panjang emiten milik Haji Isam tersebut.

Baca Juga:  Tarif Listrik Per kWh 2026 Semua Golongan Resmi PLN

Salsabilla Putri

Penulis di Cikadu.id