Dubes Iran Minta Doa Umat Islam Indonesia Lawan AS-Israel

Dubes Iran Minta Doa Umat Islam Indonesia Lawan AS-Israel

Dubes Iran Minta Doa Umat Islam Indonesia Lawan AS-Israel

Cikadu.idMohammad Boroujerdi, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, meminta umat Islam di Indonesia mendoakan negaranya melalui Sholat Jumat. Permintaan ini muncul di tengah memanasnya ketegangan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Boroujerdi menyampaikan permintaan tersebut saat menghadiri pertemuan dengan sejumlah tokoh Islam yang Prof M Din Syamsuddin gelar di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, pada Jumat (3/4/2026). Pertemuan ini membahas situasi terkini yang Iran hadapi dan bentuk dukungan moral dari umat Islam Indonesia.

Apresiasi Dubes Iran terhadap Dukungan Ormas Islam Indonesia

Dalam pertemuan tersebut, Dubes Iran mengapresiasi dukungan yang berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Indonesia berikan. Bahkan, beberapa ormas secara sukarela menganjurkan umat Islam membaca qunut nazilah untuk Iran.

“Lembaga-lembaga ormas Islam seperti Majelis Ulama Indonesia dan lainnya bahkan tanpa diminta sudah menganjurkan doa qunut nazilah. Kami sangat menghargai hal tersebut,” ujar Boroujerdi dalam pertemuan itu.

Qunut nazilah merupakan doa khusus yang umat Islam panjatkan ketika menghadapi musibah atau bencana besar. Doa ini biasanya dibacakan saat sholat subuh atau sholat-sholat wajib lainnya sebagai bentuk permohonan pertolongan kepada Allah.

Doa Sholat Jumat Jadi Kekuatan Moral Iran

Boroujerdi berharap dukungan dari umat Islam Indonesia terus berlanjut. Secara khusus, ia meminta agar doa-doa untuk Iran dipanjatkan dalam pelaksanaan Sholat Jumat setiap pekan.

Doa-doa umat Islam di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, dipercaya memberikan kekuatan spiritual bagi rakyat Iran yang tengah menghadapi situasi geopolitik yang menantang. Selain itu, dukungan moral ini juga menunjukkan solidaritas umat Islam global terhadap saudara seiman mereka.

Baca Juga:  Kasus Amsal Sitepu: DPR Gelar RDPU Korupsi Videografer

Ketegangan Iran dengan AS dan Israel Memanas

Permintaan Dubes Iran ini tidak lepas dari konteks meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Dalam beberapa waktu terakhir, berbagai insiden dan konfrontasi melibatkan ketiga negara tersebut.

Iran terus menghadapi tekanan diplomatik, ekonomi, hingga militer dari blok Barat yang Amerika Serikat dan sekutunya pimpin. Oleh karena itu, dukungan dari negara-negara Muslim menjadi sangat penting bagi Iran, baik secara diplomatik maupun moral.

Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, memiliki posisi strategis dalam memberikan dukungan moral kepada Iran. Tidak hanya itu, hubungan kedua negara juga terjalin cukup erat dalam berbagai bidang, termasuk diplomasi dan keagamaan.

Peran Prof M Din Syamsuddin dalam Pertemuan

Pertemuan antara Dubes Iran dengan tokoh-tokoh Islam Indonesia ini Prof M Din Syamsuddin inisiasi. Sebagai mantan Ketua Umum Muhammadiyah dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin memiliki pengaruh besar di kalangan umat Islam Indonesia.

Kehadiran berbagai tokoh Islam dalam pertemuan di Pondok Labu tersebut menunjukkan perhatian serius umat Islam Indonesia terhadap isu-isu yang Iran hadapi. Dengan demikian, dialog dan diskusi semacam ini diharapkan bisa memperkuat solidaritas umat Islam lintas negara.

Selain membahas situasi Iran, pertemuan ini juga menjadi forum untuk berbagi pandangan mengenai kondisi umat Islam global dan langkah-langkah yang bisa organisasi-organisasi Islam Indonesia ambil untuk memberikan dukungan.

Solidaritas Umat Islam Indonesia untuk Iran

Respons positif dari berbagai ormas Islam Indonesia menunjukkan kuatnya rasa persaudaraan sesama umat Muslim. MUI dan organisasi Islam lainnya proaktif menganjurkan umat Islam Indonesia membaca qunut nazilah tanpa harus ada permintaan resmi dari pemerintah Iran.

Baca Juga:  Bansos PKH 2026 Sudah Cair, Cek Segera Sebelum Hangus!

Langkah ini mencerminkan kepedulian mendalam terhadap saudara seiman yang tengah menghadapi ujian berat. Faktanya, doa qunut nazilah sudah jamaah masjid di berbagai daerah Indonesia panjatkan dalam sholat-sholat wajib mereka.

Menariknya, dukungan ini datang secara organik dari akar rumput umat Islam Indonesia, bukan hanya dari level elite atau pemerintah. Hal ini menunjukkan bahwa solidaritas terhadap Iran benar-benar tumbuh dari kesadaran keagamaan dan kemanusiaan masyarakat Muslim Indonesia.

Dubes Iran Mohammad Boroujerdi mengapresiasi bentuk dukungan dari umat Islam Indonesia, khususnya melalui doa qunut nazilah dan doa-doa dalam Sholat Jumat. Di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel, dukungan moral dari Indonesia menjadi kekuatan spiritual penting bagi Iran. Pertemuan dengan tokoh-tokoh Islam yang Prof M Din Syamsuddin gelar di Jakarta Selatan menunjukkan solidaritas umat Islam Indonesia terhadap saudara seiman mereka di Iran.

Salsabilla Putri

Penulis di Cikadu.id