Dubes Iran Temui Jokowi-Megawati, Galang Dukungan 2026

Dubes Iran Temui Jokowi-Megawati, Galang Dukungan 2026

Dubes Iran Temui Jokowi-Megawati, Galang Dukungan 2026

Cikadu.id – Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menggelar safari diplomatik intensif sepanjang Maret-April 2026. Dubes Iran Indonesia ini menemui sejumlah tokoh nasional, mulai dari Presiden Joko Widodo, Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla, hingga cendekiawan Islam Din Syamsuddin.

Rangkaian kunjungan ini bertujuan menyampaikan perkembangan terkini kawasan Timur Tengah sekaligus menggalang dukungan global terhadap kampanye anti-perang. Boroujerdi melakukan langkah diplomatik ini di tengah eskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran.

Menariknya, Dubes yang menjabat sejak 2023 ini menjadwalkan pertemuan secara sistematis dengan berbagai elemen masyarakat Indonesia. Mulai dari kepala negara hingga tokoh agama, semua masuk dalam agenda diplomatiknya.

Bertemu Din Syamsuddin, Ormas Islam Serukan Persatuan Umat

Boroujerdi mengunjungi kediaman Din Syamsuddin pada Jumat, 3 April 2026. Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini menerima Dubes Iran bersama sejumlah tokoh Islam Indonesia.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhyiddin Junaidi, Ketua Umum Pimpinan Pusat Wanita Islam Marfuah Musthofa, perwakilan Al Washliyah, serta Badan Koordinasi Muballigh se-Indonesia (Bakomubin).

Din Syamsuddin menyatakan dukungan tegas terhadap perjuangan rakyat Iran. Bahkan, cendekiawan Islam ini mengajak umat Islam untuk tidak terpecah-belah oleh perbedaan latar belakang.

“Sekali lagi, kami atas nama ormas-ormas Islam juga menyerukan persatuan umat Islam, baik pemerintah maupun masyarakat,” ujar Din Syamsuddin.

Lebih dari itu, Din Syamsuddin mengingatkan umat agar tidak terjebak dalam upaya adu domba yang memanfaatkan perbedaan sektarian antara Sunni dan Syiah. Perbedaan etnisitas antara Arab dan Persia juga tidak boleh memecah-belah persatuan umat Islam, tegasnya.

Baca Juga:  Giant Sea Wall Pekalongan Diusulkan Jadi Prioritas 2026

Jokowi Sampaikan Simpati Mendalam untuk Rakyat Iran

Sebelumnya, Boroujerdi mengunjungi kediaman Joko Widodo pada Rabu, 1 April 2026. Pertemuan keduanya membahas stabilitas kawasan Teluk yang kian memanas akibat eskalasi konflik.

Berdasarkan informasi dari akun resmi Kedutaan Besar Iran di Instagram, ada tiga agenda utama dalam pertemuan tersebut. Pertama, perkembangan kawasan Timur Tengah terkini. Kedua, situasi yang timbul akibat perang yang AS dan Israel paksakan terhadap Iran. Ketiga, dampak kemanusiaan dan ekonomi yang ditimbulkan konflik tersebut.

Dubes Iran menegaskan hak sah rakyat Iran untuk membela diri sesuai dengan hukum internasional. Hal ini mengingat pihak Amerika Serikat dan Israel yang memulai peperangan terlebih dahulu.

Jokowi merespons dengan menyampaikan empati mendalam. “Saya menyampaikan simpati mendalam kepada rakyat Iran, serta menghormati keteguhan dalam mempertahankan kedaulatan nasional,” kata Presiden ketujuh Indonesia ini.

Megawati Kirim Duka Cita atas Wafatnya Ayatollah Khamenei

Hubungan diplomatik Boroujerdi dengan Megawati Soekarnoputri terbilang intens. Sejak perang di Iran pecah, Dubes Iran tercatat telah dua kali mengunjungi Presiden kelima Indonesia ini.

Kunjungan terakhir berlangsung pada hari pertama Idulfitri 2026. Boroujerdi mendatangi kediaman Megawati di Menteng, Jakarta. Pertemuan ini berlangsung dalam suasana yang penuh kehangatan meski diwarnai duka mendalam.

Pada saat pertemuan, Megawati hadir bersama sejumlah petinggi PDIP. Selain itu, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto turut mendampingi. Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, Yasonna Laoly, dan Eriko Sotarduga juga hadir. Bahkan, Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan PDIP Andi Widjajanto ikut dalam pertemuan tersebut.

Sebelumnya, keduanya bertemu ketika Megawati memberikan selamat atas terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Namun, pertemuan kali ini bernuansa berbeda karena diwarnai duka mendalam.

Baca Juga:  KPK Periksa 3 Pegawai PN Depok Terkait Kasus Suap

Pada 3 Maret 2026, Megawati mengirimkan surat resmi ke Pemerintah Republik Islam Iran. Surat tersebut berisi duka cita yang mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke negara tersebut.

Jusuf Kalla Bahas Kemungkinan Mediasi Konflik

Boroujerdi juga menemui Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Indonesia, Jusuf Kalla, di kediaman pribadinya di Jakarta pada Selasa, 3 Maret 2026. Kunjungan ini bertujuan memperkuat hubungan bilateral sekaligus mencari solusi praktis guna meredam ketegangan.

Jusuf Kalla menjelaskan inti pertemuan tersebut adalah pemaparan kondisi terbaru di Iran. Boroujerdi menyampaikan informasi terkait perlawanan rakyat Iran dan korban sipil akibat perang antara Iran dan Amerika Serikat.

Pemerintah Iran berharap mendapat dukungan dari umat Islam, termasuk dari pemerintah Indonesia. Oleh karena itu, Boroujerdi secara khusus mengunjungi tokoh-tokoh berpengaruh di Indonesia.

Namun, JK menekankan kemungkinan mediasi masih akan pihak-pihak yang berkepentingan bicarakan lebih lanjut. Proses perdamaian akan sangat tergantung pada kesediaan semua pihak yang terlibat dalam perang tersebut untuk duduk bersama.

Konteks Serangan AS-Israel dan Strategi Diplomatik Iran

Safari diplomatik Dubes Iran Indonesia ini berlangsung dalam konteks yang sangat krusial. Amerika Serikat meningkatkan serangan militer ke berbagai infrastruktur vital Iran, mulai dari jembatan hingga pembangkit listrik.

Akibatnya, situasi kemanusiaan di Iran semakin memprihatinkan. Korban sipil terus berjatuhan, dan dampak ekonomi dari serangan tersebut sangat signifikan terhadap kehidupan rakyat Iran.

Pakar Amerika Serikat bahkan menyatakan operasi militer di Iran dapat pihak internasional anggap sebagai kejahatan perang. Pernyataan ini menambah tekanan internasional terhadap kebijakan AS dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga:  Dokter Meninggal Campak Cianjur Tetap Bertugas

Menariknya, Inggris memimpin pertemuan 40 negara untuk membuka kembali Selat Hormuz yang strategis. Namun, Amerika Serikat tidak terlibat dalam upaya diplomatik ini, yang menunjukkan kompleksitas situasi geopolitik kawasan.

Di tengah situasi inilah Boroujerdi menjalankan misi diplomatiknya ke Indonesia. Iran memilih Indonesia sebagai salah satu negara kunci dalam upaya menggalang dukungan internasional, mengingat Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.

Langkah diplomatik Iran ini juga menunjukkan pentingnya hubungan bilateral Indonesia-Iran yang telah terjalin sejak lama. Kedua negara memiliki sejarah panjang dalam kerja sama di berbagai bidang, mulai dari ekonomi hingga kebudayaan.

Safari diplomatik Dubes Iran Mohammad Boroujerdi membuktikan Indonesia memegang peran strategis dalam konstelasi politik Timur Tengah. Pertemuan dengan berbagai tokoh nasional menunjukkan Iran sangat menghargai posisi dan pengaruh Indonesia di kawasan regional maupun global. Ke depan, Indonesia diharapkan dapat berperan lebih aktif dalam upaya mediasi dan pencarian solusi damai bagi konflik yang berkepanjangan ini.

Salsabilla Putri

Penulis di Cikadu.id