Cikadu.id – PT Pertamina (Persero) membantah informasi viral terkait kenaikan drastis harga Pertamax 2026 dan berbagai bahan bakar minyak (BBM) non subsidi lainnya yang beredar luas di media sosial. Kabar yang menyebut harga Pertamax hingga Pertamina Dex bakal melambung mulai 1 April 2026 ternyata tidak benar dan tidak bisa perusahaan pertanggungjawabkan.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron, secara tegas menyatakan bahwa dokumen slide paparan yang viral tersebut bukan berasal dari pihak Pertamina. Masyarakat perlu lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar di dunia maya.
Klarifikasi ini muncul setelah beredarnya tangkapan layar dokumen yang mengklaim adanya lonjakan signifikan pada harga BBM non subsidi Pertamina. Namun, perusahaan pelat merah ini memastikan bahwa informasi tersebut tidak memiliki dasar yang valid.
Dokumen Viral Bukan Milik Pertamina
Baron menegaskan bahwa slide paparan yang beredar di berbagai platform media sosial sama sekali bukan dokumen resmi Pertamina. Perusahaan tidak pernah mengeluarkan atau menyebarkan informasi semacam itu kepada publik.
Dokumen yang mencantumkan angka-angka kenaikan harga BBM tersebut tidak dapat Pertamina pertanggungjawabkan kebenarannya. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu panik atau terburu-buru mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum jelas sumbernya.
Pihak Pertamina mengimbau seluruh konsumen untuk selalu mengecek kebenaran informasi melalui saluran komunikasi resmi perusahaan. Jangan mudah percaya pada tangkapan layar atau dokumen yang beredar tanpa verifikasi yang jelas.
Pengumuman Resmi Harga Pertamax 2026 dan BBM Lainnya
Muhammad Baron menjelaskan bahwa Pertamina memiliki mekanisme resmi dalam mengumumkan perubahan harga BBM non subsidi setiap bulannya. Pengumuman tersebut selalu perusahaan sampaikan secara langsung dan transparan melalui saluran komunikasi resmi.
Biasanya, Pertamina merilis pengumuman harga BBM terbaru di SPBU setiap akhir bulan. Untuk periode April 2026, pengumuman resmi dijadwalkan pada 31 Maret 2026 atau menjelang akhir bulan berjalan.
Baron menekankan bahwa satu-satunya sumber informasi valid mengenai harga Pertamax 2026 dan produk BBM non subsidi lainnya adalah website resmi perusahaan di www.pertamina.com. Masyarakat tidak perlu mencari informasi dari sumber-sumber yang tidak jelas kredibilitasnya.
Selain itu, Pertamina juga akan mengumumkan informasi harga BBM melalui kanal media sosial resmi dan siaran pers yang perusahaan distribusikan kepada media massa terpercaya. Transparansi dalam penetapan harga menjadi komitmen Pertamina kepada konsumen di seluruh Indonesia.
Imbauan Penggunaan Energi Secara Bijak
Di tengah dinamika harga minyak dunia yang fluktuatif akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, Baron memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menggunakan energi dengan lebih bijaksana. Langkah ini sejalan dengan program pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Pertamina mendukung penuh imbauan pemerintah terkait efisiensi penggunaan BBM dan energi. Dengan menghemat konsumsi bahan bakar, masyarakat tidak hanya membantu menjaga lingkungan tetapi juga mengurangi beban pengeluaran pribadi.
Beberapa cara sederhana yang bisa masyarakat terapkan antara lain melakukan perawatan kendaraan secara rutin, menghindari akselerasi mendadak, dan menggunakan transportasi umum untuk perjalanan jarak dekat. Kebiasaan kecil ini ternyata mampu memberikan dampak besar bagi penghematan energi nasional.
Latar Belakang Viral di Media Sosial
Sebelumnya, sebuah paparan berisi informasi kenaikan harga BBM non subsidi Pertamina yang akan berlaku mulai 1 April 2026 viral di berbagai platform media sosial. Dokumen tersebut menyebutkan bahwa kenaikan harga sejalan dengan lonjakan harga minyak mentah dunia.
Dalam dokumen yang beredar itu, tercantum berbagai angka kenaikan untuk produk Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan produk BBM non subsidi lainnya. Informasi tersebut dengan cepat menyebar dan menimbulkan keresahan di kalangan pemilik kendaraan.
Faktanya, harga minyak dunia memang mengalami tekanan akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang belum mereda. Namun, bukan berarti setiap kenaikan harga minyak mentah dunia otomatis langsung perusahaan teruskan kepada konsumen dalam bentuk kenaikan harga BBM retail.
Pertamina memiliki formula khusus dalam menentukan harga BBM non subsidi yang mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk harga minyak mentah internasional, nilai tukar rupiah, margin distribusi, dan kebijakan pemerintah. Proses ini perusahaan lakukan secara cermat dan transparan.
Cara Cek Harga BBM Pertamina yang Valid
Untuk menghindari informasi hoaks atau tidak akurat, masyarakat bisa mengakses informasi resmi harga BBM Pertamina melalui beberapa cara. Pertama, kunjungi website resmi www.pertamina.com yang selalu perusahaan update dengan informasi terkini.
Kedua, ikuti akun media sosial resmi Pertamina di berbagai platform seperti Instagram, Twitter, dan Facebook. Ketiga, perhatikan pengumuman yang terpasang di SPBU Pertamina terdekat. Keempat, hubungi layanan pelanggan Pertamina untuk mendapatkan konfirmasi langsung.
Dengan mengakses informasi dari sumber-sumber terpercaya ini, masyarakat tidak akan mudah terpengaruh oleh berita bohong atau informasi yang belum jelas kebenarannya. Literasi digital menjadi kunci penting di era informasi yang bergerak sangat cepat seperti sekarang.
Pertamina berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen, termasuk dalam hal transparansi informasi harga BBM. Kepercayaan publik menjadi aset berharga yang perusahaan jaga dengan menyajikan data akurat dan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang sudah perusahaan tetapkan.




