Cikadu.id – Pertamina membantah rumor kenaikan harga Pertamax menjadi Rp17.850 per liter yang beredar di media sosial. VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan pihaknya belum mengeluarkan pengumuman resmi terkait perubahan harga Pertamax hingga Senin (30/3/2026). Pernyataan ini merespons tangkapan layar paparan yang menyebutkan proyeksi kenaikan harga BBM nonsubsidi akibat gejolak krisis minyak dunia.
Baron menyampaikan konfirmasi langsung dari Jakarta bahwa informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat perusahaan pertanggungjawabkan. Masyarakat diminta mencari informasi valid melalui saluran resmi Pertamina di www.pertamina.com.
“Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” ujar Baron tegas.
Rincian Rumor Kenaikan Harga BBM 2026
Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan harga jual Pertamax akan melompat menjadi Rp17.850 per liter. Angka ini menunjukkan kenaikan drastis sebesar Rp5.550 per liter dari harga Maret 2026 yang tercatat Rp12.300 per liter.
Selain itu, proyeksi kenaikan juga mencakup produk bensin premium lainnya. Pertamax Green 95 disebut naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp19.150 per liter. Bahkan, Pertamax Turbo diprediksi melonjak dari Rp13.100 per liter menjadi Rp19.450 per liter.
Untuk jenis solar, rumor menunjukkan angka yang lebih mengejutkan. Pertamina Dex disebut naik drastis dari Rp14.500 per liter menjadi Rp23.950 per liter. Sementara Dexlite diprediksi melonjak dari Rp14.200 per liter menjadi Rp23.650 per liter.
| Jenis BBM | Harga Maret 2026 | Proyeksi April 2026 | Selisih |
|---|---|---|---|
| Pertamax | Rp12.300 | Rp17.850 | +Rp5.550 |
| Pertamax Green 95 | Rp12.900 | Rp19.150 | +Rp6.250 |
| Pertamax Turbo | Rp13.100 | Rp19.450 | +Rp6.350 |
| Pertamina Dex | Rp14.500 | Rp23.950 | +Rp9.450 |
| Dexlite | Rp14.200 | Rp23.650 | +Rp9.450 |
Faktor yang Disebut Mempengaruhi Proyeksi Harga
Informasi yang beredar menyebutkan beberapa faktor pemicu kenaikan harga Pertamax 2026. Pertama, nilai tukar rupiah yang melemah dari Rp16.819 per 1 dolar AS menjadi Rp16.877 per 1 dolar AS.
Namun, faktor utama datang dari lonjakan harga indeks pasar (HIP) BBM RON 92. Data dalam tangkapan layar menunjukkan HIP BBM RON 92 melonjak drastis sebesar 62,44 persen atau 46,15 dolar AS per barel. Angka ini menandai kenaikan dari 73,91 dolar AS per barel menjadi 120 dolar AS per barel.
Dalam satuan rupiah per liter, lonjakan HIP ini setara dengan kenaikan 62,99 persen atau sekitar Rp4.925 per liter. Perhitungan menunjukkan perubahan dari Rp7.818 per liter menjadi Rp12.744 per liter.
Menariknya, kombinasi kedua faktor ini—pelemahan rupiah dan lonjakan harga minyak dunia—menciptakan tekanan ganda terhadap harga BBM domestik. Kondisi krisis energi global memang tengah memberikan dampak signifikan terhadap pasar BBM di berbagai negara.
Upaya Pemerintah Jaga Stabilitas Harga BBM Subsidi
Di tengah gejolak harga BBM nonsubsidi, pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengupayakan agar harga Pertalite dan Biosolar tidak mengalami kenaikan.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah melindungi daya beli masyarakat di tengah krisis energi. Pertalite dan Biosolar menjadi prioritas karena keduanya merupakan BBM subsidi yang paling banyak masyarakat gunakan untuk kebutuhan harian.
Oleh karena itu, fokus pemerintah tertuju pada menjaga keterjangkauan BBM untuk segmen masyarakat menengah ke bawah. Kebijakan ini menjadi penting mengingat harga BBM berpengaruh langsung terhadap inflasi dan biaya transportasi.
Imbauan Pertamina: Cek Informasi di Saluran Resmi
Baron menekankan pentingnya masyarakat memverifikasi informasi harga BBM melalui saluran resmi. Pertamina menyediakan akses informasi real-time melalui website resmi www.pertamina.com dan aplikasi MyPertamina.
“Dengan demikian, informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Baron. Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa tangkapan layar atau informasi tidak resmi sering kali menimbulkan kepanikan publik yang tidak perlu.
Selain itu, Baron menyampaikan dukungan Pertamina terhadap imbauan pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak. Di tengah krisis energi global, efisiensi penggunaan BBM menjadi semakin penting bagi ketahanan energi nasional.
Masyarakat juga perlu memahami bahwa Pertamina selalu mengumumkan perubahan harga BBM melalui kanal resmi terlebih dahulu. Pengumuman resmi biasanya keluar beberapa hari sebelum perubahan harga berlaku efektif.
Dinamika Harga BBM dan Tantangan 2026
Fluktuasi harga BBM memang menjadi tantangan berkelanjutan sepanjang 2026. Krisis energi global yang dipicu konflik geopolitik dan pemulihan ekonomi pasca-pandemi menciptakan volatilitas tinggi pada harga minyak mentah dunia.
Akibatnya, negara-negara importir minyak seperti Indonesia menghadapi tekanan untuk menyesuaikan harga BBM domestik. Pertamina sebagai perusahaan energi nasional harus menyeimbangkan antara formula harga pasar dengan kebijakan pemerintah untuk melindungi daya beli masyarakat.
Mekanisme penetapan harga BBM nonsubsidi memang mengikuti formula yang mempertimbangkan harga minyak dunia (Mean of Platts Singapore/MOPS), nilai tukar rupiah, biaya distribusi, dan margin keuntungan. Formula ini membuat harga BBM nonsubsidi berubah sesuai kondisi pasar internasional.
Berbeda dengan BBM subsidi yang pemerintah atur harganya, BBM nonsubsidi seperti Pertamax mengikuti mekanisme pasar. Pertamina biasanya melakukan evaluasi harga setiap bulan berdasarkan perkembangan harga minyak dan nilai tukar.
Bagi konsumen pengguna Pertamax dan BBM nonsubsidi lainnya, penting untuk memantau pengumuman resmi setiap akhir bulan. Transparansi informasi harga membantu masyarakat merencanakan anggaran transportasi dengan lebih baik.
Sementara itu, pemerintah terus mengkaji berbagai skema untuk mengurangi ketergantungan pada BBM fosil. Program transisi energi menuju kendaraan listrik dan pengembangan bahan bakar alternatif menjadi solusi jangka panjang menghadapi volatilitas harga minyak dunia.
Hingga artikel ini ditayangkan, harga Pertamax masih berlaku pada level Maret 2026 yakni Rp12.300 per liter. Masyarakat disarankan terus memantau website resmi Pertamina untuk informasi terkini terkait harga BBM April 2026 yang akan segera perusahaan umumkan.




