Hemat Energi Pertamina – Program Budaya dari Kantor hingga Masyarakat 2026

Hemat Energi Pertamina - Program Budaya dari Kantor hingga Masyarakat 2026

Hemat Energi Pertamina - Program Budaya dari Kantor hingga Masyarakat 2026

Cikadu.id – PT Pertamina (Persero) mengubah penghematan energi menjadi budaya nyata yang diterapkan di seluruh lingkungan kerja dan operasional perusahaan sejak 2026. Strategi ini bertujuan mendorong efisiensi internal sambil mengajak masyarakat luas bersikap lebih bijak dalam menggunakan energi sehari-hari.

Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, menyatakan inisiatif hemat energi ini mendukung keberlanjutan energi nasional. Penguatan budaya hemat energi dilihat sebagai langkah strategis menghadapi tantangan energi global yang dinamis di era 2026.

“Gerakan bersama menghemat energi makin diperlukan untuk mendukung upaya Pemerintah dalam menjaga keberlanjutan energi di tengah dinamika geopolitik global saat ini,” ujar Baron dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (28/3/2026).

Kebijakan Hemat Energi Sesuai Arahan Pemerintah

Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden dan Menteri ESDM mengenai penggunaan BBM dan LPG secara bijak. Langkah ini menjadi respons terhadap tekanan geopolitik yang mempengaruhi jalur pasokan energi dunia.

Selain itu, Pertamina mengintegrasikan hemat energi ke dalam aspek transportasi pekerja. Perusahaan menyediakan layanan shuttlebus dari kantor menuju stasiun kereta, halte bus, dan titik transportasi umum lainnya untuk memudahkan akses commuter line dan moda publik.

Bahkan, program serupa juga berjalan di berbagai unit kerja Pertamina di daerah dengan layanan antar-jemput ke kompleks perumahan atau titik kumpul strategis. Untuk mobilitas di dalam kota, pekerja mendapat dorongan untuk berbagi kendaraan kantor guna mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Baca Juga:  Harga Bahan Baku Naik Dampak Perang Iran 2026

Program Sehat Bugar dan Senang Menggabung Gaya Hidup Sehat

Pertamina mengintegrasikan efisiensi energi dengan gaya hidup sehat melalui program ‘Sehat Bugar dan Senang’ (SEBUSE). Program ini membiasakan pekerja berjalan kaki dari kantor menuju halte atau stasiun, sementara sebagian lainnya menjalani program Bike to Work.

“Berbagai program dikembangkan Pertamina sebagai budaya di internal pekerja, sehingga selain berdampak pada kebugaran tubuh, juga menghemat energi yang jauh hari sudah dilakukan,” jelas Baron.

Tidak hanya itu, di lingkungan kantor, pekerja mendapat dorongan untuk mematikan lampu dan peralatan listrik saat tidak digunakan. Desain gedung yang memaksimalkan penggunaan kaca memungkinkan pencahayaan alami masuk, sehingga Pertamina dapat menekan konsumsi listrik pada siang hari.

Energi Terbarukan di Aset Pertamina

Dari sisi operasional, Pertamina memanfaatkan energi terbarukan melalui pemasangan panel surya di sejumlah SPBU serta aset perkantoran dan operasional lainnya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi transisi energi yang lebih luas dan komprehensif.

Implementasi panel surya mencerminkan komitmen Pertamina untuk mengurangi ketergantungan energi fosil. Dengan demikian, perusahaan berkontribusi langsung pada upaya menurunkan emisi karbon di seluruh operasionalnya.

Program Mudik Bersama Mengajak Masyarakat Hemat Energi

Budaya hemat energi juga ditularkan kepada masyarakat luas melalui berbagai program. Salah satu inisiatif yang sedang berjalan adalah Mudik Bersama dan Balik Bersama, yang memfasilitasi masyarakat menggunakan transportasi publik secara efisien selama musim mudik 2026.

“Bareng-bareng Mudik menjadi program rutin Pertamina. Tahun ini, Pertamina juga menyediakan empat armada bus untuk balik ke Jakarta, sehingga Pertamina turut berkontribusi untuk penghematan energi,” penjelasan Baron.

Program Balik Bersama dilaksanakan serentak dari empat kota pada Sabtu (28/3/2026). Oleh karena itu, inisiatif ini menjadi salah satu bentuk kontribusi langsung Pertamina dalam mengurangi konsumsi energi selama periode mudik nasional.

Baca Juga:  Mac Pro Dihentikan Apple Setelah 20 Tahun Beroperasi

Desa Energi Berdikari dan Jaringan Gas Rumah Tangga

Untuk jangka panjang, Pertamina mengembangkan program Desa Energi Berdikari yang kini hadir di 252 titik lokasi di seluruh Indonesia per 2026. Program ini membantu masyarakat memanfaatkan energi baru terbarukan secara mandiri dan berkelanjutan tanpa tergantung pasokan dari pusat.

Selain itu, Pertamina terus memperluas jaringan gas rumah tangga sebagai alternatif energi bersih yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Kedua program ini menjadi bagian integral dari upaya transisi energi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di tingkat grassroot.

Perubahan Perilaku Dimulai dari Dalam

Baron menekankan bahwa perubahan perilaku harus dimulai dari dalam organisasi. Hal ini sejalan dengan upaya hemat energi untuk menjaga ketersediaan energi saat ini dan masa depan.

“Pertamina berupaya memulai dari lingkungan internal dan keluarga pekerja, yang diharapkan dapat membangun kesadaran bersama, untuk bijak menggunakan energi sesuai kebutuhan. Gerakan hemat energi ini akan menjadi budaya yang akan memperkuat swasembada energi bangsa,” pungkasnya.

Seluruh inisiatif ini merupakan bagian dari transformasi Pertamina yang berorientasi pada keberlanjutan usaha dan lingkungan melalui penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi dengan Danantara Indonesia guna mendukung target Net Zero Emission 2060 dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Dengan mengintegrasikan hemat energi ke dalam budaya korporat, Pertamina memperlihatkan bahwa efisiensi energi bukan sekadar tanggung jawab perusahaan, melainkan gerakan kolektif yang melibatkan seluruh stakeholder. Pendekatan holistik ini diharapkan mampu menciptakan dampak berkelanjutan bagi keberlanjutan energi Indonesia di tahun 2026 dan seterusnya.

Tim Redaksi

Pengarang