Cikadu.id – Pelatih Timnas Indonesia John Herdman resmi mencoret Mauro Zijlstra dari skuad untuk pertandingan final FIFA Series 2026 melawan Bulgaria. Pertandingan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin (30/3) malam.
Herdman memutuskan memanggil Jens Raven sebagai pengganti Zijlstra yang mengalami cedera otot paha. Keputusan ini Herdman umumkan usai memimpin latihan Timnas Indonesia di Stadion Madya pada Minggu (29/3).
Cedera Zijlstra menjadi pukulan bagi skuad Garuda, mengingat pemain muda tersebut baru saja mencetak gol debut profesional pertamanya dalam laga sebelumnya. Namun, Herdman harus mengambil keputusan cepat untuk memastikan tim tetap dalam kondisi terbaik jelang laga krusial melawan Bulgaria.
Pernyataan Herdman Soal Keputusan Coret Zijlstra
Herdman menyampaikan rasa kecewanya terkait cedera yang menimpa Zijlstra. “Sayangnya Mauro mengalami cedera otot paha. Sangat disayangkan karena dia sangat senang setelah mencetak gol profesional pertamanya dan gol pertama untuk negara,” ujar pelatih asal Kanada tersebut.
Meski begitu, Herdman memastikan tim tetap merayakan pencapaian Zijlstra bersama-sama. Selain itu, pelatih berusia 49 tahun ini juga memuji performa Beckham Putra yang berhasil mencetak dua gol dalam debut pertamanya.
“Hari ini kami tetap merayakan pencapaiannya bersama tim. Begitu juga dengan Beckham Putra yang mencetak gol pertamanya dan langsung dua gol,” tambah Herdman dengan antusias.
Kronologi Cedera Zijlstra Saat Lawan Saint Kitts and Nevis
Zijlstra mengalami cedera akibat benturan keras dalam pertandingan melawan Saint Kitts and Nevis pada Jumat (27/3). Pemain muda tersebut masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-72, menggantikan posisi Ramadhan Sananta.
Baru saja masuk ke lapangan, Zijlstra langsung mendapat tekel keras dari pemain lawan yang membuatnya mengerang kesakitan. Namun, mentalitas juang Zijlstra patut mendapat apresiasi karena ia tetap melanjutkan permainan meskipun merasakan sakit.
Ternyata, perjuangan Zijlstra membuahkan hasil manis. Hanya membutuhkan waktu tiga menit, pemain berdarah Indonesia-Belanda ini berhasil mencatatkan gol debutnya untuk tim senior Garuda pada menit ke-75. Gol tersebut ia ciptakan setelah memanfaatkan umpan matang dari Joey Pelupessy.
Sayangnya, benturan yang terjadi lebih serius dari perkiraan awal. Cedera otot paha yang dialami Zijlstra membuatnya tidak bisa tampil dalam laga melawan Bulgaria. Meski demikian, pemain muda ini masih tampak menjalani latihan secara terpisah di Stadion Madya pada Minggu (29/3), menunjukkan komitmennya untuk pulih dengan cepat.
Jens Raven Dipilih Sebagai Pengganti Zijlstra
Herdman memutuskan memanggil Jens Raven untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Zijlstra. Pemain muda dari Bali United ini mendapat kesempatan emas untuk bergabung dengan skuad senior Timnas Indonesia.
Keputusan Herdman bukan tanpa alasan. Pelatih timnas mengaku sempat menyaksikan penampilan Raven dalam laga pramusim di Bali dan langsung terkesan dengan beberapa aspek permainannya.
“Kami melakukan perubahan dengan memanggil Jens Raven. Saya sempat melihat Jens bermain di laga pramusim di Bali. Saya menyukai beberapa hal dari dirinya,” ungkap Herdman menjelaskan alasan pemilihannya.
Herdman juga melihat Raven sebagai investasi masa depan untuk Timnas Indonesia. Faktanya, usia muda Raven menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pemanggilan ini.
“Dia masih sangat muda dan bisa menjadi bagian dari masa depan tim ini. Mungkin dia akan mendapat menit bermain, mungkin tidak, tapi berada di sini akan menjadi pengalaman berharga untuknya,” lanjut Herdman memberikan perspektif jangka panjang.
Profil Jens Raven dan Pengalaman di Timnas
Jens Raven bukan nama baru dalam ekosistem sepak bola Indonesia. Pemain yang saat ini membela Bali United ini sudah memiliki pengalaman bermain untuk timnas di level junior.
Raven sebelumnya beberapa kali tampil membela Garuda Muda dalam berbagai kompetisi. Pengalaman tersebut tentu menjadi modal berharga baginya untuk beradaptasi dengan skuad senior.
Jika Herdman memutuskan menurunkan Raven dalam laga melawan Bulgaria, pemain muda ini akan mencatatkan debut resminya untuk tim senior Garuda. Kesempatan tersebut tentunya menjadi momen bersejarah dalam karier sepak bolanya.
Performa Raven di Bali United juga menjadi catatan positif. Klub asal Pulau Dewata ini dikenal sebagai salah satu tim dengan manajemen dan sistem pembinaan pemain muda yang baik di Indonesia.
Persiapan Timnas Indonesia Jelang Lawan Bulgaria
Timnas Indonesia terus menjalani persiapan intensif menjelang pertandingan final FIFA Series 2026 melawan Bulgaria. Latihan yang dipimpin Herdman di Stadion Madya berlangsung dengan fokus pada strategi dan kekompakan tim.
Pertandingan melawan Bulgaria menjadi ujian penting bagi skuad Garuda. Oleh karena itu, Herdman tidak ingin mengambil risiko dengan menurunkan pemain yang belum pulih sepenuhnya dari cedera.
Kedalaman skuad menjadi salah satu kekuatan Timnas Indonesia di bawah asuhan Herdman. Pelatih asal Kanada ini berhasil membangun sistem di mana setiap pemain memiliki kesempatan dan peran masing-masing.
Selain itu, momentum positif dari kemenangan atas Saint Kitts and Nevis diharapkan bisa terbawa ke pertandingan melawan Bulgaria. Meskipun kehilangan Zijlstra, performa gemilang Beckham Putra yang mencetak dua gol dalam debut menjadi energi positif bagi tim.
Pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Senin (30/3) malam akan menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan perkembangan tim di level internasional. Dukungan suporter di kandang sendiri juga diharapkan menjadi faktor pendorong bagi skuad Garuda meraih hasil maksimal.
Keputusan Herdman mencoret Zijlstra dan memanggil Raven menunjukkan profesionalisme dalam manajemen tim. Pelatih timnas mengutamakan kesehatan pemain dan kesiapan tim secara keseluruhan, sambil tetap membuka peluang bagi talenta muda untuk berkembang. Dengan persiapan matang dan mental juang tinggi, Timnas Indonesia optimis bisa tampil maksimal melawan Bulgaria dalam laga final FIFA Series 2026.



