Cikadu.id – Presiden Prabowo Subianto menjanjikan pembangunan hunian layak bagi warga yang tinggal di bantaran rel kereta api kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat. Janji ini muncul setelah Prabowo melakukan kunjungan langsung ke kawasan pinggir rel pada Kamis, 27 Maret 2026.
Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo langsung menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pemerintah pusat tersebut. Pernyataan dukungan ini keluar pada Ahad, 29 Maret 2026, hanya dua hari setelah kunjungan Presiden.
Komitmen cepat dari dua pemimpin ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan hunian warga pinggir rel yang selama ini hidup dalam kondisi tidak layak.
Dukungan Penuh Pemprov DKI Jakarta untuk Hunian Pinggir Rel
Pramono menegaskan Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan support sepenuhnya terhadap program pemerintah pusat. “Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan support sepenuhnya apa yang dilakukan pemerintah pusat untuk penanganan perumahan warga yang ada di sepanjang rel kereta api,” ungkap Pramono dalam keterangan tertulis.
Selain itu, Gubernur Jakarta ini mengingatkan bahwa Pemprov DKI sebenarnya sudah punya pengalaman dalam menangani relokasi warga dari kawasan tidak layak huni. Pengalaman ini menjadi modal penting untuk mendukung program serupa di kawasan bantaran rel.
Pengalaman Relokasi Warga dari Tempat Pemakaman Umum
“Warga yang menempati lahan TPU kita pindahkan ke rumah susun yang ada. Ini untuk mengembalikan fungsi lahan TPU dan memberikan hunian lebih sehat bagi warga,” jelas politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.
Pengalaman ini membuktikan bahwa Pemda DKI Jakarta memiliki kapasitas dalam mengelola program relokasi berskala besar. Oleh karena itu, kolaborasi dengan pemerintah pusat untuk kawasan pinggir rel diyakini akan berjalan lancar.
Blusukan Mendadak Prabowo di Kawasan Kramat Senen
Kunjungan dadakan Presiden Prabowo ke kawasan bantaran rel di Senen menjadi titik awal komitmen ini. Prabowo turun langsung melihat kondisi warga yang hidup berdampingan dengan rel kereta api di kawasan Kramat, Pasar Senen.
Tidak hanya itu, Prabowo juga membagikan momen blusukan tersebut lewat unggahan video di akun Instagram pribadinya @prabowo. Dalam unggahan itu, Ketua Umum Partai Gerindra ini menyampaikan tekadnya secara langsung kepada publik.
“Insya Allah kita akan segera membangun hunian yang layak untuk masyarakat di daerah tersebut dengan cepat, dan sudah menjadi tekad saya untuk menyediakan hunian layak untuk masyarakat Indonesia,” tulis Prabowo.
Janji ini bukan sekadar lips service. Faktanya, malam itu juga Prabowo langsung menghubungi jajaran menterinya untuk segera menindaklanjuti rencana pembangunan hunian pinggir rel.
Perintah Langsung ke Menteri Perumahan Maruarar Sirait
Setelah kunjungan ke Senen, Prabowo langsung menelepon Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait pada malam hari. Meski Maruarar sedang berada di Toba, Sumatera Utara, komunikasi tetap berjalan lancar.
Sekretaris Menteri Perumahan, Teddy Indra Wijaya, mengonfirmasi bahwa Presiden memerintahkan pembangunan rumah hunian dan fasilitas mandi cuci kakus (MCK) bagi warga pinggir rel. “Setelah blusukan menyapa warga di pinggir rel kereta api kawasan Senen, Jakarta Pusat, Presiden Prabowo langsung memerintahkan Menteri Perumahan melalui telepon,” kata Teddy pada Jumat, 27 Maret 2026.
Lewat telepon tersebut, Prabowo menekankan urgensi pembangunan hunian yang letaknya tidak jauh dari kawasan tempat warga saat ini tinggal. Artinya, pemerintah ingin memastikan warga tidak kehilangan akses ke lokasi kerja dan lingkungan sosial mereka.
Koordinasi Lintas Kementerian untuk Realisasi Cepat
Prabowo tidak hanya mengandalkan Kementerian Perumahan saja. Presiden juga memanggil sejumlah pejabat kunci lainnya untuk membahas rencana pembangunan hunian di kawasan pinggir rel Senen.
Para pejabat yang terlibat antara lain Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin, dan Plt. Direktur Utama Perumnas Imelda Alini Pohan. Koordinasi lintas kementerian dan BUMN ini menunjukkan pendekatan komprehensif pemerintah.
Kecepatan respons ini patut mendapat apresiasi. Namun, tantangan sebenarnya ada pada tahap eksekusi. Pembangunan hunian layak membutuhkan perencanaan matang, anggaran memadai, dan koordinasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah.
Harapan untuk Masa Depan Warga Pinggir Rel
Program pembangunan hunian pinggir rel ini bukan hanya soal menyediakan atap di atas kepala. Lebih dari itu, program ini menyangkut martabat manusia dan hak dasar atas tempat tinggal yang layak dan sehat.
Dengan dukungan penuh dari Pemprov DKI Jakarta dan komitmen cepat dari pemerintah pusat, harapan warga pinggir rel untuk hidup lebih bermartabat semakin nyata. Meski begitu, publik akan terus mengawasi bagaimana janji ini benar-benar terwujud menjadi rumah berdinding kokoh, bukan sekadar janji kampanye.
Pada akhirnya, kesuksesan program ini akan menjadi tolok ukur keseriusan pemerintahan Prabowo dalam memenuhi janji-janji sosialnya. Warga pinggir rel dan masyarakat luas menunggu bukti nyata dari komitmen yang sudah Presiden sampaikan.




