IHSG Rebound 2026: 11 Saham Jagoan Analis Hari Ini

IHSG Rebound 2026: 11 Saham Jagoan Analis Hari Ini

IHSG Rebound 2026: 11 Saham Jagoan Analis Hari Ini

Cikadu.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami rebound atau berbalik arah naik pada perdagangan Rabu (1/4/2026). Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG rebound 2026 ini akan menguji level resistance di kisaran 7.100 hingga 7.200, didorong oleh sentimen positif dari ekspektasi meredanya konflik di Timur Tengah.

Seiring dengan proyeksi tersebut, sejumlah analis merekomendasikan 11 saham pilihan untuk portfolio investor. Saham-saham jagoan ini meliputi PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), hingga PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG merosot ke level 7.048. Namun, analis melihat peluang rebound cukup kuat berkat sejumlah faktor pendukung dari kebijakan pemerintah dan sentimen regional.

Proyeksi IHSG dan Level Support-Resistance Hari Ini

Phintraco Sekuritas menetapkan level support IHSG berada di angka 7.000, sementara level resistance diprediksi berada di level 7.200. Dengan kata lain, IHSG memiliki ruang gerak cukup lebar untuk bergerak naik hari ini.

Support merupakan area harga saham tertentu yang pasar yakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Ketika IHSG menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan aksi pembelian dari investor.

Sebaliknya, resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang analis nilai sebagai titik tertinggi. Setelah IHSG menyentuh level ini, biasanya investor akan melakukan aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan atau justru berbalik turun.

Sentimen Positif Dongkrak Peluang IHSG Rebound 2026

Beberapa sentimen positif mendorong optimisme pelaku pasar terhadap pergerakan IHSG hari ini. Pertama, ekspektasi meredanya konflik di Timur Tengah memberikan angin segar bagi pasar regional, termasuk Indonesia.

Baca Juga:  Din Syamsuddin: Buzzer Pecah Belah Umat Islam 2026

Selain itu, pemerintah Indonesia memberikan kepastian yang pasar tunggu-tunggu. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan tidak akan ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi. Kepastian ini muncul setelah sebelumnya beredar perkiraan penyesuaian harga BBM nonsubsidi per 1 April 2026.

Kebijakan work from home (WFH) juga resmi pemerintah terapkan bagi aparatur sipil negara (ASN) di instansi pusat dan daerah setiap hari Jumat. Kebijakan ini mulai berlaku pada 1 April 2026 dan akan pemerintah evaluasi dalam dua bulan ke depan.

Lebih dari itu, pemerintah mempercepat implementasi program biodiesel B50 sebagai upaya meningkatkan kemandirian energi nasional. Langkah efisiensi anggaran di kementerian dan lembaga juga terus pemerintah dorong, dengan potensi penghematan mencapai Rp 121 triliun hingga Rp 130 triliun.

Rekomendasi Saham Pilihan Phintraco Sekuritas

Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang layak investor perhatikan pada perdagangan hari ini. Kelima saham tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari manufaktur, telekomunikasi, properti, ritel, hingga pertambangan.

Saham pertama adalah PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), emiten produsen ban terbesar di Indonesia. Kedua, PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) dari sektor telekomunikasi yang tengah melakukan transformasi digital.

Ketiga, PT Sentul City Tbk (BKSL) dari sektor properti. Keempat, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), operator jaringan minimarket Alfamart yang memiliki fundamental kuat di sektor ritel. Terakhir, PT Vale Indonesia Tbk (INCO), perusahaan pertambangan nikel yang kinerja ekspornya terus tumbuh.

Rekomendasi Saham CGS International dengan Target Harga

CGS International Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi trading yang lebih spesifik dengan menyertakan harga beli dan target harga untuk enam saham pilihan. Rekomendasi ini cocok untuk investor yang mencari peluang trading jangka pendek.

Baca Juga:  Emil Audero PSSI Awards: Raih Penghargaan Penyelamatan Terbaik 2026
Kode SahamNama EmitenHarga BeliTarget Harga
MBMAPT Merdeka Battery Materials Tbk715745-760
TINSPT Timah Tbk3.2803.400-3.460
TAPGPT Triputra Agro Persada Tbk1.8651.935-1.970
MDKAPT Merdeka Copper Gold Tbk3.0903.190-3.240
ANTMPT Aneka Tambang Tbk3.4403.560-3.620
SCMAPT Surya Citra Media Tbk254266-272

Menariknya, saham-saham komoditas mendominasi rekomendasi CGS International. MBMA dari sektor baterai, TINS dari timah, TAPG dari agribisnis kelapa sawit, MDKA dari tembaga dan emas, serta ANTM yang memiliki portofolio beragam mulai dari nikel hingga emas.

Satu-satunya saham non-komoditas dalam daftar ini adalah SCMA, emiten media yang mengoperasikan stasiun televisi Indosiar dan SCTV. Analis melihat valuasi SCMA saat ini menarik untuk entry dengan target kenaikan sekitar 5-7%.

Data Ekonomi Makro yang Investor Tunggu

Dari sisi ekonomi makro, investor menantikan sejumlah rilis data domestik dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang akan keluar dalam waktu dekat. Data-data ini akan memengaruhi sentimen pasar dalam jangka pendek.

Pertama, indeks manufaktur (Manufacturing PMI) Maret 2026 yang analis perkirakan melambat ke level 51,2 dari 53,8 pada Februari 2026. Perlambatan ini wajar terjadi seiring adanya faktor musiman seperti libur hari raya keagamaan yang mengurangi aktivitas produksi.

Kedua, neraca perdagangan Februari 2026 yang pasar proyeksikan mencatat surplus sebesar US$ 1,2 miliar. Angka ini meningkat dibandingkan surplus Januari 2026 yang sebesar US$ 0,9 miliar, menunjukkan kinerja ekspor Indonesia yang terus membaik.

Ketiga, inflasi Maret 2026 yang ekonom perkirakan berada di level 0,3% secara bulanan atau month to month (mtm). Inflasi yang terkendali ini memberikan ruang bagi Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan di level yang mendukung pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga:  Chery Hybrid Hemat BBM: Solusi Efisien di Era Kenaikan Harga

Kombinasi data makro yang positif ini diharapkan dapat memperkuat momentum IHSG rebound 2026 dalam beberapa hari ke depan. Namun, investor tetap perlu waspada terhadap volatilitas jangka pendek dan melakukan analisis fundamental sebelum memutuskan investasi.

Peluang rebound IHSG hari ini cukup menjanjikan dengan dukungan sentimen positif dari kebijakan pemerintah dan ekspektasi perbaikan kondisi geopolitik. Investor dapat mempertimbangkan 11 saham rekomendasi analis untuk menangkap momentum kenaikan, namun tetap harus menerapkan manajemen risiko yang baik.

Salsabilla Putri

Penulis di Cikadu.id