Indonesia Temukan Sumber Minyak Baru Selain Timur Tengah

Indonesia Temukan Sumber Minyak Baru Selain Timur Tengah

Jakarta — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan Indonesia telah menemukan sumber minyak mentah (crude) baru di luar kawasan Timur Tengah. Langkah diversifikasi ini merupakan strategi untuk menjaga pasokan energi nasional di tengah memanasnya konflik Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

Bahlil enggan mengungkapkan identitas negara yang menjadi sumber minyak baru bagi Indonesia. Namun ia memastikan bahwa pasokan energi nasional tetap berada dalam kondisi aman.

Komposisi Impor Minyak Indonesia

Menteri Bahlil menjelaskan bahwa sekitar 20 persen total impor minyak mentah Indonesia selama ini berasal dari kawasan Timur Tengah. Sementara 80 persen sisanya biasa dipasok dari negara lain seperti Angola (Afrika), Amerika Serikat, serta Brasil.

Seiring dengan memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah, pemerintah memutuskan untuk mengalihkan seluruh impor dari kawasan tersebut ke negara-negara alternatif lainnya.

Kondisi Stok Bahan Bakar Minyak Nasional

Bahlil menekankan bahwa saat ini kondisi stok bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri berada di atas kecukupan standar nasional. Stok BBM dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas.

“Jadi stok BBM kita, insyaAllah, dalam kondisi yang aman, standar minimal memenuhi syarat,” ujar Bahlil saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Jaminan Harga BBM Bersubsidi Tetap Stabil

Pemerintah memastikan belum akan menerapkan pembatasan pembelian BBM, terutama yang bersubsidi. Bahlil menjamin harga BBM bersubsidi akan tetap sama tanpa kenaikan.

“Sampai dengan sekarang kita belum ada opsi untuk membatasi subsidi. Artinya belum ada kenaikan (harga) untuk (BBM) subsidi. Masih tetap sama,” jelas Bahlil.

Baca Juga:  Harga Pertamax Naik Rp17 Ribu? Pertamina Buka Suara 2026

Pertimbangan Pemerintah untuk Masyarakat Kecil

Kebijakan stabilitas harga BBM bersubsidi ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat, khususnya kelompok ekonomi lemah agar tetap terlindungi. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya menjaga kepentingan rakyat.

“Bapak Presiden selalu menyampaikan kepada kami, bahwa kita harus bekerja betul-betul penuh dengan hati-hati, dengan memperhatikan kepentingan saudara-saudara kita, rakyat kecil, masyarakat kita yang tidak memiliki kemampuan,” kata Bahlil.

Tim Redaksi

Pengarang