Keadilan Ekonomi Perintah Iman, Bukan Teori – Menkop 2026

Keadilan Ekonomi Perintah Iman, Bukan Teori - Menkop 2026

Keadilan Ekonomi Perintah Iman, Bukan Teori - Menkop 2026

Cikadu.id – Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan upaya mewujudkan keadilan ekonomi bagi rakyat merupakan perintah keimanan yang bersifat wajib, bukan sekadar teori akademik. Pernyataan ini Ferry sampaikan dalam acara Halalbihalal Syarikat Islam Jawa Barat di Masjid Raya Al-Jabbar, Bandung, pada Minggu (29/3/2026).

Menkop yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Syarikat Islam (SI) ini menekankan bahwa dalam pandangan Islam, kekayaan bukanlah tujuan akhir. Kekayaan hanya menjadi sarana untuk menggapai rida Allah SWT.

Landasan Keadilan Ekonomi dari Al-Quran

Ferry menjelaskan landasan utama kebijakan ekonomi pemerintah saat ini bersumber dari pesan universal dalam Al-Quran. Ia mengutip Surah Al-Hashr Ayat 7 yang secara tegas melarang harta dan kekayaan hanya beredar di kalangan orang kaya saja.

“Islam tidak melarang umatnya menjadi kaya, tetapi yang luar biasa adalah Islam mengajarkan kita untuk mengharamkan kekayaan itu hanya bergulir di antara golongan kaya. Ini adalah fondasi terpenting yang agama kita ajarkan,” ujar Ferry dalam tausyiahnya.

Sebagai upaya memastikan hal tersebut, Islam telah menyediakan berbagai instrumen. Instrumen tersebut meliputi zakat, infak, sedekah, serta larangan terhadap praktik riba yang hanya menguntungkan pemilik modal tanpa kerja keras.

Meneladani Pendiri Syarikat Islam

Dalam paparannya, Ferry mengajak warga Syarikat Islam untuk berbangga dan meneladani para tokoh pendiri organisasi. Tokoh-tokoh seperti Haji Samanhudi dan H.O.S. Tjokroaminoto telah memberikan teladan luar biasa.

Ia mengingatkan bahwa 120 tahun lalu, Syarikat Dagang Islam (SDI) telah menjadi kekuatan ekonomi yang sangat penjajah takuti. “Tokoh-tokoh kita sudah memberikan teladan dalam membangun kekuatan ekonomi dan politik secara bersamaan,” tambah Ferry.

Baca Juga:  Kuota Sembako Murah Prabowo Bikin Macet Tol Monas

Menariknya, Ferry menyebut tugas generasi saat ini adalah menuntaskan cita-cita para perintis tersebut. Setelah lebih dari 80 tahun merdeka, Indonesia perlu mewujudkan keadilan ekonomi yang para pendiri bangsa impikan.

Program 83.000 Kopdes Merah Putih untuk Keadilan Ekonomi

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Koperasi kini tengah menjalankan program prioritas. Program tersebut adalah pembangunan 83.000 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di seluruh pelosok Indonesia.

Ferry menyebut program ini sebagai bentuk ‘Dakwah Ekonomi’. Tujuannya adalah menggeser posisi masyarakat dari sekadar objek menjadi subjek atau pelaku ekonomi aktif.

Koperasi ini pemerintah rancang untuk memutar arus ekonomi di tingkat bawah melalui tiga fungsi utama:

  • Penyalur barang kebutuhan pokok bersubsidi – Memastikan masyarakat mendapat akses langsung ke sembako dengan harga terjangkau
  • Penampung hasil bumi – Menjadi off-taker bagi produk petani dan nelayan agar mereka tidak lagi bergantung pada tengkulak
  • Instrumen penyalur bantuan sosial – Menyalurkan berbagai bantuan pemerintah agar lebih tepat sasaran

“Presiden Prabowo Subianto ingin memastikan bahwa harta dan kekayaan negara tidak boleh hanya segelintir orang kuasai. Ini adalah terjemahan dari perintah Al-Quran untuk memastikan kesejahteraan menyebar ke lapisan masyarakat yang paling bawah,” ucap Ferry.

Dakwah Ekonomi sebagai Fondasi Silaturahmi

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Syarikat Islam Jawa Barat, KH. Nandang Koswara, menekankan pentingnya membangun kemandirian ekonomi. Kemandirian ekonomi menjadi fondasi utama dalam mempererat persaudaraan umat.

Dalam sambutannya, Nandang menegaskan bahwa silaturahmi harus terwujud dalam langkah nyata. Salah satu wujud nyata tersebut adalah melalui jalur ekonomi.

Ia mengacu pada sejarah para sahabat Nabi. Mayoritas figur besar pada zaman tersebut merupakan ahli ekonomi yang memiliki potensi luar biasa.

Baca Juga:  Investasi Perak 2026: Panduan Lengkap Pilih Jenis Terbaik

“Ibarat untuk mengokohkan silaturahmi, ia harus kita jaga dan perkuat melalui dakwah ekonomi,” ujar Nandang di hadapan jemaah dan tamu undangan.

Nandang merinci bahwa dari tokoh-tokoh besar di masa awal Islam, sebagian besar merupakan pelaku usaha. Mereka memiliki berbagai jenis usaha, mulai dari pemilik toko pakaian hingga pengusaha restoran.

Apresiasi untuk Komitmen Menkop

Nandang secara khusus menyampaikan apresiasi mendalam kepada Menteri Koperasi Ferry Juliantono. Kehadiran Ferry yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam untuk memberikan arahan menjadi bukti nyata komitmen.

Kehadiran tersebut Nandang nilai sebagai bentuk loyalitas dan kecintaan terhadap organisasi. Di tengah kesibukan sebagai menteri, Ferry tetap menyempatkan diri hadir dan memberikan tausyiah kepada warga Syarikat Islam Jawa Barat.

Pernyataan Menkop Ferry Juliantono tentang keadilan ekonomi sebagai perintah keimanan menunjukkan komitmen pemerintah untuk mewujudkan pemerataan kesejahteraan. Program Kopdes Merah Putih menjadi langkah konkret untuk memastikan harta negara tidak hanya beredar di kalangan atas, melainkan menyentuh masyarakat di tingkat paling bawah.

Dengan menggabungkan nilai-nilai keagamaan dan semangat para pendiri bangsa, Indonesia bergerak menuju sistem ekonomi yang lebih adil dan merata untuk seluruh rakyat.

Salsabilla Putri

Penulis di Cikadu.id