Kebakaran SDN 1 Namlea Buru: 9 Ruang Kelas Ludes, Ratusan Aset Hangus

Kebakaran SDN 1 Namlea Buru: 9 Ruang Kelas Ludes, Ratusan Aset Hangus

Kebakaran SDN 1 Namlea Buru: 9 Ruang Kelas Ludes, Ratusan Aset Hangus

Cikadu.id – Kebakaran melanda SD Negeri 1 Namlea di Jalan Bunga Cengkeh, Desa Namlea, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, Maluku, pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 09.00 WIT. Sembilan ruang kelas hangus total, termasuk ruang kepala sekolah dan delapan ruang kelas lainnya.

Peristiwa ini sontak membuat warga sekitar panik. Mereka berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun hembusan angin kencang justru membuat kobaran api terus membesar dan sulit dikendalikan.

Saksi Mata Coba Padamkan Api Sejak Awal

Farist, seorang warga yang melintas dengan sepeda motor dari pasar, menjadi saksi pertama kebakaran ini. Sekitar pukul 09.05 WIT, ia melihat kobaran api mulai muncul dari ruang kepala sekolah.

Farist langsung menyetop sepeda motornya. Ia bahkan melompati pagar sekolah yang terkunci untuk mencoba memadamkan api. “Saya sempat menghidupkan kran air untuk menyiram titik api, tapi sia-sia karena semprotan air dari selang terbilang kecil,” ucapnya.

Tidak berhenti di situ, Farist juga mengambil kayu dan mencoba mematikan sekring listrik yang terletak di samping dinding. Namun, tiba-tiba percikan api besar muncul, membuatnya terpaksa mundur demi keselamatan.

Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, Farist segera melapor ke Kantor Satpol PP terdekat. Tak berselang lama, informasi kebakaran ini sampai ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buru.

Tim Damkar dan Polsek Namlea Jinakkan Api dalam 40 Menit

Petugas Damkar langsung mengerahkan satu unit armada ke lokasi kejadian. Mereka bekerja sama dengan anggota Polsek Namlea untuk mengendalikan situasi.

Baca Juga:  PP Tunas Berlaku 28 Maret 2026, Platform Digital Batasi Akses Anak di Bawah 16 Tahun

Berkat kerja keras tim gabungan ini, api berhasil petugas padamkan setelah kurang dari 40 menit. Meski begitu, kerusakan yang ditimbulkan sudah cukup parah.

Kapolsek Namlea, Iptu Charles Langitan, mengonfirmasi total sembilan ruang mengalami kerusakan parah akibat kebakaran. “Kebakaran SD Negeri 1 Namlea terjadi sekitar pukul 09.00 WIT. Api berasal dari ruang guru, dan ada sembilan ruang hangus serta sejumlah fasilitas sekolah ludes,” jelas Charles.

Ratusan Aset Sekolah Ludes Dilalap Api

Kerugian material dalam kebakaran ini terbilang fantastis. Harta benda milik sekolah yang tersimpan di kantor kepala sekolah dan ruang kelas nyaris tidak ada yang tersisa.

Berikut daftar barang yang hangus dalam kebakaran:

  • 12 unit laptop untuk kegiatan belajar mengajar
  • 1 unit komputer administrasi sekolah
  • 1 unit televisi untuk media pembelajaran
  • 80 unit tablet siswa
  • Ijazah siswa yang tersimpan di arsip sekolah

Kehilangan ijazah siswa menjadi persoalan tersendiri yang perlu segera sekolah tangani. Ternyata, dokumen penting ini tidak memiliki backup di lokasi lain, sehingga proses penggantian memerlukan prosedur khusus dari dinas pendidikan setempat.

Selain itu, peralatan pembelajaran digital seperti laptop dan tablet yang hangus merupakan aset berharga bagi sekolah. Nah, perangkat-perangkat ini biasanya sekolah gunakan untuk mendukung program digitalisasi pendidikan di daerah terpencil.

Tidak Ada Korban Jiwa Berkat Libur Paskah

Satu hal yang patut masyarakat syukuri, kebakaran ini tidak memakan korban jiwa. Hal ini karena kejadian berlangsung saat sekolah dalam kondisi libur Paskah 2026.

Jadi, tidak ada siswa maupun guru yang berada di dalam gedung sekolah ketika api mulai membesar. Faktanya, jika kejadian ini terjadi pada hari aktif sekolah, kemungkinan besar akan ada korban mengingat cepatnya api menjalar.

Baca Juga:  BBM Naik April 2026? Begini Prediksi 2 Ekonom

Meski begitu, trauma psikologis tetap menghantui warga sekitar yang menyaksikan langsung peristiwa ini. Beberapa orang tua siswa yang mengetahui berita kebakaran sempat panik dan bergegas ke lokasi untuk memastikan tidak ada anak-anak yang terjebak.

Dugaan Sementara: Arus Pendek Listrik Jadi Pemicu

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Namun, dugaan sementara mengarah pada korsleting atau arus pendek listrik.

Iptu Charles Langitan menyebutkan bahwa api pertama kali muncul dari area ruang guru, di mana terdapat banyak perangkat elektronik seperti komputer dan printer yang terhubung ke aliran listrik.

Oleh karena itu, kemungkinan besar korsleting listrik terjadi akibat beban daya berlebih atau instalasi listrik yang sudah tua. Akibatnya, percikan api muncul dan dengan cepat menjalar ke material-material mudah terbakar di sekitarnya.

Penyelidikan lebih lanjut masih pihak berwenang lakukan untuk memastikan tidak ada unsur kesengajaan dalam kebakaran ini. Tim forensik juga akan memeriksa sisa-sisa reruntuhan untuk mencari petunjuk lebih akurat.

Dampak Kebakaran terhadap Proses Belajar Mengajar

Kebakaran SD Negeri 1 Namlea tentu berdampak signifikan terhadap kegiatan belajar mengajar. Dengan hilangnya sembilan ruang kelas, sekolah kehilangan hampir seluruh fasilitas pembelajaran.

Dinas Pendidikan Kabupaten Buru kini tengah mengkaji opsi-opsi penyelesaian jangka pendek. Beberapa kemungkinan yang sedang pihak terkait pertimbangkan antara lain:

  1. Memindahkan sementara siswa ke sekolah terdekat dengan sistem shift
  2. Mendirikan tenda darurat untuk ruang kelas sementara
  3. Mempercepat rehabilitasi gedung yang terbakar

Menariknya, beberapa sekolah di sekitar Namlea menyatakan kesediaan untuk menampung siswa-siswa SD Negeri 1 Namlea selama masa pemulihan. Solidaritas ini menunjukkan kepedulian masyarakat pendidikan di Buru terhadap sesama.

Sementara itu, untuk mengganti aset-aset yang hangus, sekolah memerlukan bantuan dana yang tidak sedikit. Pemerintah daerah telah menjanjikan bantuan dana darurat, namun jumlah dan waktu pencairannya masih dalam proses koordinasi.

Baca Juga:  Bareskrim Periksa Dude Harlino-Alyssa Kasus PT DSI 2026

Respons Pemerintah dan Masyarakat

Bupati Buru menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini. Beliau menginstruksikan seluruh dinas terkait untuk segera melakukan pendataan kerugian dan menyusun rencana rehabilitasi.

Di sisi lain, masyarakat Namlea juga menunjukkan kepedulian tinggi. Beberapa kelompok masyarakat dan organisasi sosial mulai menggalang donasi untuk membantu pemulihan SD Negeri 1 Namlea.

Bahkan, komunitas alumni SD Negeri 1 Namlea yang tersebar di berbagai daerah juga menyatakan siap berkontribusi. Mereka berencana mengumpulkan dana untuk membeli kembali peralatan sekolah yang hangus, terutama laptop dan tablet untuk kegiatan pembelajaran digital.

Kebakaran SD Negeri 1 Namlea di Buru menjadi pengingat penting tentang pentingnya pemeliharaan instalasi listrik di gedung-gedung publik, terutama sekolah. Sembilan ruang kelas yang hangus total, ditambah ratusan aset sekolah yang ludes, merupakan kerugian besar bagi dunia pendidikan di wilayah tersebut. Meski tidak ada korban jiwa berkat timing kebakaran yang terjadi saat libur Paskah, trauma dan dampak jangka panjang terhadap proses belajar mengajar tetap menjadi perhatian serius. Kini, seluruh pihak perlu bersinergi untuk memulihkan fasilitas pendidikan ini agar anak-anak Namlea bisa kembali belajar dengan layak.

Salsabilla Putri

Penulis di Cikadu.id