Cikadu.id – Pemerintah Kabupaten Majalengka resmi memulai pembangunan fasilitas industri di Kawasan Industri Kertajati International Industrial Estate Majalengka (KIEM) pada Rabu (1/4/2026). Bupati Majalengka Eman Suherman memimpin acara groundbreaking yang menandai masuknya investasi baru ke wilayah tersebut.
Proyek strategis ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Pemkab Majalengka menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan KIEM sebagai penggerak ekonomi baru di kawasan Rebana, Jawa Barat.
Langkah ini sejalan dengan visi besar menjadikan Majalengka sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri di wilayah Jawa Barat bagian timur. Kehadiran kawasan industri modern ini diharapkan menciptakan efek domino positif bagi berbagai sektor ekonomi.
Groundbreaking KIEM Majalengka: Langkah Strategis Dongkrak Daya Saing
Eman Suherman menegaskan bahwa pembangunan KIEM merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing Kabupaten Majalengka di tingkat regional maupun nasional. Acara groundbreaking berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah stakeholder dan calon investor.
“Pemerintah Kabupaten Majalengka menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan fasilitas industri di KIEM. Ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan daya saing daerah serta mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ujar Eman saat groundbreaking di KIEM, Rabu (1/4/2026).
Selain itu, Eman menjelaskan bahwa kehadiran kawasan industri ini akan mengubah wajah perekonomian Majalengka secara signifikan. Investor yang masuk tidak hanya membawa modal, tetapi juga teknologi, manajemen modern, dan akses pasar yang lebih luas.
Lebih dari itu, groundbreaking ini menjadi sinyal kuat bagi para pelaku usaha bahwa Majalengka serius membangun ekosistem industri yang kompetitif. Pemkab berkomitmen menyediakan infrastruktur pendukung yang memadai agar investor merasa nyaman menanamkan modalnya.
Visi Besar: Majalengka Jadi Pusat Pertumbuhan Jawa Barat
Pengembangan kawasan industri di Kertajati sejalan dengan visi besar menjadikan Majalengka sebagai pusat pertumbuhan baru di Jawa Barat, khususnya kawasan Rebana. Eman menekankan bahwa KIEM bukan sekadar proyek infrastruktur biasa, melainkan fondasi bagi masa depan ekonomi daerah.
Kawasan Rebana sendiri mencakup beberapa kabupaten di Jawa Barat bagian timur yang selama ini masih tertinggal dari wilayah lain. Dengan hadirnya KIEM, diharapkan kesenjangan pembangunan antara wilayah utara dan selatan Jawa Barat bisa semakin menyempit.
Namun, visi ini tentu membutuhkan kerja keras dan kolaborasi semua pihak. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri; dukungan pemerintah provinsi, sektor swasta, dan masyarakat sangat penting untuk mewujudkan Majalengka sebagai hub industri baru.
Menariknya, lokasi KIEM sangat strategis karena berdekatan dengan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Akses logistik yang mudah menjadi nilai plus tersendiri bagi investor yang ingin membangun pabrik atau fasilitas produksi di kawasan ini.
Dampak Multiplier: UMKM, Jasa, dan Infrastruktur Ikut Tumbuh
Keberadaan kawasan industri tidak hanya menguntungkan pelaku industri besar saja. Menurut Eman, KIEM akan mendorong pertumbuhan sektor lain seperti UMKM, jasa, dan infrastruktur pendukung di sekitar kawasan.
“Kami berharap investasi yang masuk dapat memberikan manfaat luas, terutama dalam penyerapan tenaga kerja lokal serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Eman dengan penuh optimisme.
Faktanya, ketika kawasan industri besar berdiri, akan muncul kebutuhan terhadap berbagai layanan pendukung. Mulai dari katering untuk pekerja, jasa transportasi, warung makan, kontrakan, hingga layanan perbaikan dan maintenance peralatan. Ini semua peluang emas bagi UMKM lokal.
Selain itu, penyerapan tenaga kerja lokal menjadi fokus utama Pemkab Majalengka. Pemerintah daerah akan memfasilitasi pelatihan dan upskilling bagi masyarakat agar memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri modern yang lebih terampil dan produktif.
Oleh karena itu, Pemkab juga akan bekerja sama dengan lembaga pendidikan vokasi untuk memastikan kurikulum yang ada sesuai dengan kebutuhan industri. Program link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri akan terus Pemkab dorong.
Bahkan, infrastruktur pendukung seperti jalan akses, listrik, air bersih, dan telekomunikasi juga akan Pemkab tingkatkan. Semua ini bagian dari komitmen menciptakan ekosistem industri yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Komitmen Pemkab: Iklim Investasi Kondusif dan Berkelanjutan
Pemerintah daerah memastikan dukungan terhadap kemudahan investasi, termasuk dalam hal perizinan dan infrastruktur. Birokrasi yang rumit sering menjadi penghambat masuknya investor, dan Pemkab Majalengka berkomitmen memangkas hambatan tersebut.
“Kami berkomitmen untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, aman, dan berkelanjutan, sehingga para investor merasa nyaman untuk menanamkan modalnya di Majalengka,” tegas Eman.
Dengan demikian, Pemkab akan mempercepat proses perizinan melalui sistem online yang terintegrasi. Investor tidak perlu lagi bolak-balik ke kantor pemerintahan untuk mengurus berbagai dokumen. Semuanya bisa investor proses secara digital dengan transparan.
Di sisi lain, aspek keberlanjutan juga menjadi perhatian serius. Kawasan industri harus ramah lingkungan dan tidak merusak ekosistem setempat. Pemkab akan memastikan setiap investor mematuhi standar lingkungan yang ketat, termasuk pengelolaan limbah dan emisi.
Kemudian, dari sisi keamanan, Pemkab bekerja sama dengan aparat kepolisian dan TNI untuk menjaga keamanan kawasan industri. Investor membutuhkan jaminan bahwa aset mereka aman dari gangguan kriminalitas atau konflik sosial.
Intinya, groundbreaking ini bukan sekadar peletakan batu pertama, tetapi simbol komitmen jangka panjang Pemkab Majalengka untuk membangun kawasan industri kelas dunia yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.
KIEM: Harapan Baru Majalengka di 2026
Groundbreaking KIEM menjadi tahap awal pengembangan fasilitas industri yang diharapkan memperkuat posisi Majalengka sebagai kawasan industri strategis di Jawa Barat. Proyek ini membawa angin segar bagi perekonomian daerah yang selama ini masih bergantung pada sektor pertanian.
Masyarakat Majalengka menaruh harapan besar terhadap proyek ini. Mereka berharap KIEM benar-benar membawa perubahan konkret, bukan hanya janji-janji belaka. Lapangan kerja yang terbuka, peningkatan pendapatan, dan fasilitas publik yang lebih baik menjadi ekspektasi utama.
Ternyata, pembangunan kawasan industri memang membutuhkan waktu dan kesabaran. Namun dengan fondasi yang kuat, visi yang jelas, dan komitmen semua pihak, KIEM Majalengka berpotensi menjadi success story baru di tengah dinamika perekonomian nasional.
Akibatnya, daerah-daerah lain di Jawa Barat akan melihat Majalengka sebagai role model dalam mengembangkan kawasan industri berbasis kolaborasi multi-pihak. Kesuksesan KIEM bisa menginspirasi daerah lain untuk lebih serius mengelola potensi ekonomi mereka.
Pada akhirnya, groundbreaking 1 April 2026 ini akan Pemkab catat sebagai tonggak penting dalam sejarah pembangunan Majalengka. Dari kawasan yang dulu dikenal sebagai daerah agraris, kini Majalengka bersiap bertransformasi menjadi hub industri modern yang berdaya saing tinggi di era ekonomi digital dan global.




