Cikadu.id – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah mencatat lonjakan konsumsi BBM jenis gasoline sebesar 28,4 persen selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026. Rata-rata konsumsi harian meningkat dari 12.943 kiloliter (KL) menjadi 16.625 KL per hari di wilayah Jawa Bagian Tengah.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan mengatakan, lonjakan konsumsi BBM Lebaran ini sejalan dengan tingginya mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan pribadi. Pernyataan tersebut Taufiq sampaikan pada Sabtu malam, 28 Maret 2026.
Peningkatan signifikan ini mencerminkan dominasi kendaraan berbahan bakar bensin sebagai moda transportasi utama pemudik tahun ini. Selain itu, fleksibilitas perjalanan dengan kendaraan pribadi juga mendorong masyarakat lebih memilih opsi ini ketimbang transportasi umum.
Puncak Konsumsi BBM Lebaran Tembus 20.681 KL per Hari
Data Satgas Ramadan dan Idul Fitri 2026 menunjukkan puncak konsumsi gasoline terjadi pada 19 Maret 2026. Volume konsumsi pada hari tersebut mencapai 20.681 KL, angka tertinggi sepanjang periode mudik Lebaran tahun ini.
Tingginya angka konsumsi Pertamax dan Pertalite pada tanggal tersebut menandai puncak arus mudik. Menariknya, kondisi ini sudah Pertamina antisipasi sejak awal periode Satgas RAFI, sehingga tidak ada kendala pasokan energi selama momen krusial tersebut.
Nah, berbeda dengan tren gasoline, jenis BBM lain justru menunjukkan pola konsumsi yang berlawanan. Kondisi ini menciptakan dinamika menarik dalam peta konsumsi energi nasional saat Lebaran 2026.
Konsumsi Solar Turun 10,2 Persen Selama Libur Lebaran
Di sisi lain, konsumsi BBM jenis gasoil atau solar mengalami penurunan sebesar 10,2 persen selama periode yang sama. Rata-rata konsumsi solar menurun dari 7.069 KL menjadi 6.350 KL per hari.
Taufiq menjelaskan, penurunan konsumsi solar berkaitan erat dengan berkurangnya aktivitas kendaraan logistik selama masa libur Lebaran. Distribusi logistik cenderung melambat saat hari raya, sehingga konsumsi gasoil ikut menurun.
Fenomena ini menunjukkan pola yang konsisten setiap tahun. Namun, Pertamina tetap memastikan stok solar tersedia mencukupi untuk kebutuhan kendaraan logistik yang masih beroperasi selama periode Lebaran 2026.
Sektor Logistik Libur, Solar Minim Penyerapan
Kendaraan niaga seperti truk dan bus angkutan barang menjadi pengguna utama BBM jenis solar. Ketika sektor logistik mengambil jeda operasional saat Lebaran, otomatis konsumsi solar pun menurun drastis.
Bahkan, beberapa perusahaan logistik besar menghentikan operasional pengiriman barang selama 3-5 hari menjelang dan sesudah Idul Fitri. Alhasil, konsumsi solar mengalami penurunan signifikan dibandingkan hari normal.
Konsumsi LPG Subsidi Naik 6,7 Persen
Tidak hanya BBM jenis gasoline, konsumsi LPG atau elpiji juga mengalami peningkatan meskipun dalam skala lebih kecil. Rata-rata konsumsi elpiji naik 6,7 persen dari 4.854 metrik ton (MT) menjadi 5.179 MT per hari.
Taufiq mengungkapkan, kenaikan elpiji terutama berasal dari meningkatnya aktivitas rumah tangga selama Ramadan dan Idul Fitri. Elpiji subsidi 3 kg menjadi kontributor utama kenaikan konsumsi energi memasak ini.
Jadi, aktivitas memasak yang lebih intensif saat bulan Ramadan dan persiapan hidangan Lebaran mendorong permintaan elpiji rumah tangga melonjak. Masyarakat membutuhkan lebih banyak gas untuk memasak sajian takjil, menu berbuka puasa, hingga hidangan spesial Idul Fitri.
LPG Non-Subsidi Justru Menurun
Menariknya, sementara LPG subsidi 3 kg mengalami kenaikan permintaan, elpiji non-subsidi justru mengalami penurunan konsumsi. Pola ini menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat lebih mengandalkan LPG subsidi untuk kebutuhan memasak selama periode Lebaran 2026.
Selain itu, penurunan aktivitas komersial seperti restoran dan hotel yang tutup sementara saat Lebaran juga berkontribusi pada menurunnya konsumsi elpiji non-subsidi. Sektor usaha makanan-minuman umumnya mengambil libur operasional selama beberapa hari di sekitar Idul Fitri.
Pertamina Siapkan Stok Energi 29,2 Kali Lipat Konsumsi Harian
Untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi BBM Lebaran, Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan energi tetap dalam kondisi aman di seluruh wilayah operasionalnya. Ketahanan stok energi bahkan mencapai hingga 29,2 kali lipat dari rata-rata konsumsi harian.
Angka ketahanan stok yang sangat tinggi ini menunjukkan kesiapan Pertamina dalam menghadapi lonjakan permintaan. Taufiq menegaskan, perusahaan memastikan pasokan energi tetap terjaga hingga arus balik dan setelahnya.
Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir mengalami kesulitan mendapatkan BBM selama periode mudik Lebaran 2026. Pertamina telah menyiapkan buffer stock yang sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.
Fasilitas Serambi MyPertamina untuk Kenyamanan Pemudik
Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, Pertamina menghadirkan fasilitas Serambi MyPertamina di sejumlah titik strategis jalur mudik. Fasilitas ini menyediakan berbagai layanan untuk mendukung kenyamanan pemudik selama perjalanan.
Pemudik dapat memanfaatkan ruang istirahat, layanan kesehatan, hingga kebutuhan berbuka puasa di Serambi MyPertamina. Tidak hanya itu, Pertamina juga menyiapkan berbagai layanan tambahan lainnya untuk memastikan perjalanan mudik lebih nyaman dan aman.
Kemudian, masyarakat juga Pertamina dorong untuk memanfaatkan aplikasi MyPertamina. Melalui aplikasi ini, pemudik bisa memperoleh informasi terkini tentang lokasi SPBU dan ketersediaan BBM di sepanjang jalur perjalanan.
Himbauan Gunakan Energi Bijak dan Hindari Panic Buying
Taufiq juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak dan tidak melakukan panic buying. Stok BBM dan LPG sangat mencukupi, sehingga tidak ada alasan untuk menimbun atau membeli dalam jumlah berlebihan.
Panic buying justru dapat mengganggu distribusi energi dan merugikan masyarakat lain yang membutuhkan. Dengan ketahanan stok mencapai 29,2 kali lipat konsumsi harian, pasokan energi dijamin aman hingga periode arus balik Lebaran 2026 selesai.
Lonjakan konsumsi BBM Lebaran 2026 sebesar 28,4 persen menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan pribadi. Pertamina telah menyiapkan stok energi memadai dengan ketahanan hingga 29,2 kali lipat konsumsi harian, dilengkapi fasilitas Serambi MyPertamina di jalur mudik. Masyarakat diimbau menggunakan energi secara bijak dan memanfaatkan aplikasi MyPertamina untuk informasi ketersediaan BBM selama periode mudik dan arus balik.




