Cikadu.id – Bupati Jember Muhammad Fawait memastikan stok LPG 3 kg di wilayahnya aman pada 2026 ini. Pemerintah daerah telah menjalin koordinasi dengan Pertamina untuk menjamin pasokan gas melon tetap mencukupi kebutuhan masyarakat.
Pernyataan ini muncul menyusul keluhan warga terkait kelangkaan dan lonjakan harga gas melon, terutama menjelang Ramadan hingga Idulfitri kemarin. Gus Fawait—sapaan akrabnya—menegaskan komitmen Patra Niaga untuk menambah stok LPG 3 kg di Jember.
“Saya pastikan stoknya aman, tidak ada pengurangan, dan kita sudah ada komitmen dengan Patra Niaga bahwa Jember ditambah stoknya,” ujar Gus Fawait saat ditemui di kediamannya, Ponpes Nurul Chotib Al Qodiri 4, Desa Wringinagung, Jombang, Jember, pada 21 Maret lalu.
Konsumsi Gas Melon Melonjak Saat Lebaran
Tabung gas elpiji 3 kilogram memang masih menjadi andalan utama rumah tangga Indonesia untuk memastikan dapur tetap mengepul. Namun, tingginya tingkat konsumsi masyarakat membuat pasokan sering tersendat di pangkalan atau pengecer.
Fenomena ini sempat mencuri perhatian Bupati Jember. Dalam beberapa kesempatan, ia mengaku kerap menerima keluhan terkait pasokan elpiji dari warga. Bahkan, ketika tabung gas tersedia, harganya kerap tidak masuk akal.
Spekulan di Level Pengecer Jadi Biang Kerok
Menariknya, Gus Fawait mengaku sempat menemukan fakta mengejutkan di lapangan. Harga di tingkat agen dan pangkalan resmi sebenarnya stabil, tidak mengalami kenaikan berarti. Lalu, dari mana lonjakan harga yang mencekik masyarakat itu berasal?
Ternyata, biang kerok kelangkaan dan lonjakan harga LPG 3 kg Jember ada di tangan spekulan level pengecer. Oknum-oknum ini memanfaatkan situasi demi meraup keuntungan pribadi di tengah tingginya permintaan masyarakat.
“Memang ada spekulan di level pengecer. Ini mirip seperti BBM, di SPBU tidak ada kenaikan tapi ada spekulan-spekulan yang itu mungkin lebih kepada pengecer,” jelas Gus Fawait tegas.
Kondisi ini tentu merugikan masyarakat kecil yang sangat bergantung pada gas melon sebagai bahan bakar memasak sehari-hari. Oleh karena itu, Bupati Jember tidak tinggal diam menghadapi praktik tidak sehat tersebut.
Ajakan Melapor dan Komitmen Pengawasan Ketat
Gus Fawait mendorong warga untuk berani melaporkan jika menemukan oknum penjual yang mematok harga di luar batas wajar. Partisipasi masyarakat sangat penting untuk membantu pemerintah daerah mengidentifikasi dan menindak para spekulan nakal.
“Saya berharap kerja sama dari seluruh masyarakat untuk juga melaporkan kepada kami ketika ada masyarakat atau pengecer yang menjual dengan harga yang sudah tidak masuk akal,” tegasnya dengan nada serius.
Selain itu, Pemkab Jember juga memastikan tidak akan berpangku tangan. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan intensif terhadap distribusi dan harga LPG 3 kg di seluruh wilayah Jember sepanjang 2026 ini.
Jika kondisi distribusi belum menunjukkan perubahan signifikan atau kelangkaan masih terjadi, Gus Fawait berjanji akan langsung menghubungi petinggi otoritas migas. Bahkan, ia siap meminta tambahan kuota darurat untuk memastikan pasokan gas melon tetap lancar.
Koordinasi dengan Patra Niaga Terus Berlanjut
Komunikasi intensif antara Pemkab Jember dan Patra Niaga menjadi kunci utama menjaga stabilitas pasokan LPG 3 kg. Gus Fawait menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan di masa-masa tertentu.
“Kami akan terus pantau, dan berkomunikasi dengan Direktur Patra Niaga untuk menambah kembali mungkin stok yang ada di Jember,” pungkas Gus Fawait optimis.
Dengan strategi pengawasan berlapis—mulai dari koordinasi dengan distributor hingga pemberdayaan masyarakat sebagai pengawas—Pemkab Jember optimis bisa menekan praktik spekulasi gas melon. Harapannya, masyarakat Jember bisa mendapatkan LPG 3 kg dengan harga terjangkau dan stok selalu tersedia sepanjang tahun 2026.
Langkah proaktif Gus Fawait ini patut mendapat apresiasi sebagai bentuk responsivitas pemerintah daerah terhadap keluhan rakyat. Kini, bola ada di tangan masyarakat untuk turut mengawasi dan melaporkan praktik jual beli gas melon yang tidak wajar di lingkungan masing-masing.




