Mahfud Kenang Juwono Sudarsono, Ilmuwan Pertahanan RI

Mahfud Kenang Juwono Sudarsono, Ilmuwan Pertahanan RI

Mahfud Kenang Juwono Sudarsono, Ilmuwan Pertahanan RI

Cikadu.idMahfud MD, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), menyampaikan penghormatan mendalam terhadap sosok Juwono Sudarsono yang telah berpulang. Mahfud mengenang Juwono Sudarsono sebagai ilmuwan besar yang menguasai masalah pertahanan dari perspektif geopolitik global.

Konfirmasi ini Mahfud sampaikan pada Sabtu (28/3/2026) setelah kabar duka mantan Menteri Pertahanan tersebut menyebar. Mahfud sendiri pernah menggantikan posisi Juwono sebagai Menhan di awal pemerintahan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada tahun 2000.

“Saya dulu menggantikan Prof. Juwono di awal pemerintahan Gus Dur. Sejujurnya beliau seorang ilmuwan besar yang menguasai masalah pertahanan dari optik geopolitik global,” kata Mahfud seperti dikutip dari Antara.

Ilmuwan Besar yang Kuasai Geopolitik Global

Juwono Sudarsono memang bukan sekadar birokrat yang menduduki kursi kementerian. Latar belakang akademisnya sebagai Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia membentuk perspektif unik dalam memandang pertahanan negara.

Kemampuan Juwono menganalisis dinamika geopolitik global menjadi kekuatan utamanya. Selain itu, pengalaman akademis yang panjang membuatnya mampu merumuskan kebijakan pertahanan dengan pendekatan komprehensif dan strategis.

Mahfud mengakui kapasitas intelektual Juwono sangat mumpuni untuk masa jabatannya. “Beliau orang yang sangat tepat menjadi Menhan pada masanya,” kenang Mahfud dengan penuh hormat.

Sosok Santun dengan Daya Tarik Luar Biasa

Karakter personal Juwono Sudarsono juga menjadi sorotan dalam kenangan Mahfud. Berbeda dengan stereotip pejabat pertahanan yang keras dan tegas, Juwono justru menampilkan sosok yang santun.

“Orangnya santun, bicaranya tidak meledak-ledak, tetapi daya tariknya luar biasa kuatnya,” ungkap Mahfud menggambarkan kepribadian mantan atasannya itu.

Baca Juga:  Libur Panjang 2026: 210 Ribu Kendaraan Eksodus Jabotabek

Gaya komunikasi yang tenang namun berbobot menjadi ciri khas Juwono. Meski tidak bersuara keras, setiap pernyataannya selalu membawa substansi mendalam yang sulit diabaikan. Dengan demikian, pengaruhnya dalam ruang-ruang pengambilan keputusan tetap kuat meskipun pendekatan yang ia pilih cenderung soft-spoken.

Kombinasi antara kecerdasan intelektual dan kebijaksanaan personal membuat Juwono menjadi sosok yang disegani di lingkungan pemerintahan. Bahkan, rekan-rekan kerjanya mengakui bahwa kehadiran Juwono selalu membawa aura positif dan pencerahan dalam setiap diskusi kebijakan.

Karier Cemerlang di Berbagai Kementerian

Perjalanan karier Juwono Sudarsono di pemerintahan Indonesia sangat panjang dan mengesankan. Namun, nama Juwono paling dikenal publik saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada dua era kepemimpinan berbeda.

Pertama, Juwono memimpin Kementerian Pertahanan pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Kemudian, beliau kembali dipercaya menduduki posisi yang sama pada era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Tidak hanya di bidang pertahanan, Juwono juga pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada masa Presiden ke-3 RI BJ Habibie. Pengalaman di sektor pendidikan ini semakin memperkaya perspektifnya dalam membangun kebijakan publik yang holistik.

Selain itu, Juwono sempat menjadi Menteri Negara Lingkungan Hidup jelang kejatuhan Presiden ke-2 RI Soeharto. Keberagaman portofolio kementerian yang pernah ia pimpin menunjukkan fleksibilitas dan kapasitas intelektual yang luar biasa.

Jejak Juwono di dunia akademis juga cemerlang. Sebagai Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Indonesia, beliau telah melahirkan banyak pemikiran strategis tentang pertahanan dan hubungan internasional yang menjadi rujukan penting.

Berpulang di Usia Senja

Kabar duka tentang kepergian Juwono Sudarsono pertama kali beredar di berbagai grup pesan singkat pada Sabtu (28/3/2026). Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait, kemudian mengonfirmasi kabar tersebut secara resmi.

Baca Juga:  Arus Balik Lebaran 2026: Fakta dan Data Terlengkap

Rico menyampaikan bahwa Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia itu meninggal dunia pada Sabtu (28/3/2026) pukul 13.45 WIB. Juwono menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta.

Pemerintah segera mengatur prosesi pemakaman dengan penghormatan tinggi. Pemakaman Juwono Sudarsono dijadwalkan pada Minggu (29/3/2026) di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

Pemilihan TMP Kalibata sebagai tempat peristirahatan terakhir mencerminkan penghargaan negara terhadap jasa-jasa besar Juwono. Lokasi ini menjadi tempat peristirahatan para pahlawan dan tokoh bangsa yang telah mengabdi bagi Indonesia.

Kepergian Juwono Sudarsono meninggalkan kekosongan besar dalam dunia akademis dan pemerintahan Indonesia. Pemikiran-pemikiran strategisnya tentang pertahanan dan geopolitik akan terus menjadi warisan berharga bagi generasi penerus bangsa. Meski sosoknya telah tiada, kontribusi intelektual dan kebijakan yang pernah ia rumuskan akan terus memberikan dampak positif bagi Indonesia di masa mendatang.

Salsabilla Putri

Penulis di Cikadu.id