Cikadu.id – Marc Marquez mengaku tetap ragu bisa meraih podium di MotoGP Amerika Serikat 2026 meski tidak mendapat penalti tambahan. Pembalap Ducati Lenovo berusia 33 tahun itu finis di posisi kelima pada balapan yang berlangsung Senin (30/3/2026) dini hari WIB di Sirkuit COTA, Austin, Texas.
Hasil tersebut memang mengecewakan bagi Marquez yang sebenarnya berpeluang lebih baik. Ia membawa pulang 11 poin dari balapan yang berlangsung selama 20 putaran tersebut.
Marco Bezzecchi keluar sebagai pemenang setelah tampil dominan sepanjang lomba. Menariknya, kemenangan itu terasa manis karena Bezzecchi harus memulai balapan dari posisi empat akibat penalti.
Penalti Bezzecchi dan Marquez Sebelum Balapan
Bezzecchi menerima hukuman turun dua posisi di grid start. Pelanggaran itu terjadi karena pembalap Italia tersebut mengganggu Marquez saat sesi kualifikasi berlangsung.
Namun, penalti tersebut tidak menghalangi Bezzecchi untuk meraih kemenangan. Justru Marquez yang mengalami kesulitan besar sepanjang balapan.
Pembalap asal Spanyol itu juga menerima sanksi serupa. Bahkan, hukuman yang Marquez terima jauh lebih berat karena berupa long lap penalty.
Insiden Sprint Race yang Merugikan Marc Marquez
Penyebab penalti Marquez adalah insiden yang melibatkan Fabio Di Giannantonio. Steward memutuskan Marquez bersalah karena menyeret pembalap tersebut hingga terjatuh saat Sprint Race.
Akibatnya, Marquez harus menjalani long lap penalty yang sangat merugikan posisinya. Sanksi tersebut memaksa pembalap Ducati Lenovo ini kehilangan banyak waktu berharga.
Di lap ketiga, Marquez terlempar ke urutan 11 setelah menjalani hukuman long lap. Posisi tersebut sangat jauh dari ekspektasi awal balapan.
Start Buruk Memperparah Posisi Marquez
Sebelum menjalani penalti, Marquez sebenarnya sudah mengalami masalah sejak awal balapan. Ia melakukan kesalahan fatal saat start yang membuat posisinya merosot.
Kesalahan tersebut membuat Marquez turun ke posisi tujuh. Selain itu, beberapa pembalap berhasil menyalipnya di tikungan pertama.
Kombinasi start buruk dan penalti long lap menciptakan situasi yang sangat sulit bagi Marquez. Ia harus berjuang ekstra keras untuk mengejar ketertinggalan sepanjang balapan.
Perjuangan Keras Marquez di Sirkuit COTA
Marquez menghabiskan sebagian besar balapannya untuk mengejar posisi-posisi di depan. Pembalap veteran tersebut menunjukkan kegigihan meski situasi tidak menguntungkan.
Setelah terjebak di urutan 11, Marquez perlahan naik kembali. Ia berhasil menyalip beberapa pembalap dan terus mendorong motornya hingga batas maksimal.
Namun, upaya tersebut hanya mampu membawanya ke posisi kelima saat bendera kotak-kotak dikibarkan. Hasil ini jelas di bawah target tim Ducati Lenovo.
Pengakuan Mengejutkan Marquez Usai Balapan
Usai balapan, Marquez membuat pengakuan yang cukup mengejutkan. Ia menyatakan keraguan untuk bisa naik podium bahkan tanpa penalti sekalipun.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Marquez menyadari ada masalah mendasar dengan performa motornya. Bukan hanya soal penalti yang merugikan posisinya.
Dengan hanya membawa pulang 11 poin, Marquez harus bekerja lebih keras di seri-seri berikutnya. Posisi kelima jelas tidak sesuai dengan standar pembalap sekaliber dirinya.
Sementara itu, Bezzecchi justru membuktikan kemampuannya dengan bangkit dari penalti dan meraih kemenangan. Kontras yang cukup tajam dengan nasib Marquez di MotoGP Amerika Serikat 2026 kali ini.
Marquez dan tim Ducati Lenovo kini harus mengevaluasi performa mereka secara menyeluruh. Balapan berikutnya akan menjadi ujian penting untuk membuktikan apakah mereka bisa kembali bersaing di garis depan atau terus tertinggal dari para rival.

