MotoGP Mandalika 2026 Sumbang Rp4,96 T ke Ekonomi RI

MotoGP Mandalika 2026 Sumbang Rp4,96 T ke Ekonomi RI

MotoGP Mandalika 2026 Sumbang Rp4,96 T ke Ekonomi RI

Cikadu.id – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat dampak ekonomi dari penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026 mencapai Rp4,96 triliun terhadap perekonomian nasional. Angka fantastis ini muncul berdasarkan studi komprehensif yang Lembaga Teknologi Manajemen Industri Institut Teknologi Bandung (LETMI ITB) susun.

Troy Warokka, Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi ITDC, menegaskan bahwa ajang balap motor paling bergengsi di dunia ini bukan sekadar perhelatan olahraga internasional semata. Lebih dari itu, event yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit ini memberikan kontribusi nyata terhadap pergerakan roda ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Pengembangan The Mandalika merupakan investasi jangka panjang dalam mewujudkan ekosistem sport tourism di Indonesia yang mampu mengintegrasikan sektor olahraga, sektor pariwisata, dan pengembangan ekonomi lokal, termasuk UMKM,” ujar Troy melalui keterangan resmi pada Selasa (31/3).

Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Lampaui Ekspektasi

Berdasarkan studi yang LETMI ITB rilis, estimasi dampak ekonomi nasional dari penyelenggaraan MotoGP 2026 mencakup beberapa aspek penting. Pertama, peningkatan signifikan pada aktivitas pariwisata di kawasan Nusa Tenggara Barat.

Kedua, perputaran ekonomi lokal yang semakin masif melibatkan berbagai sektor usaha. Selain itu, event ini juga berhasil menciptakan lapangan kerja baru serta memberikan kontribusi besar terhadap penguatan nation branding Indonesia di mata dunia.

“Angka Rp4,96 triliun ini mencerminkan multiplier effect yang jauh melampaui biaya penyelenggaraan event,” jelas Troy. Artinya, setiap rupiah yang pemerintah dan penyelenggara investasikan untuk MotoGP Mandalika menghasilkan dampak ekonomi berlipat ganda bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Baca Juga:  8 Aplikasi Wajib Blokir Akun Anak Mulai 2026

Ratusan Ribu Penonton Padati Sirkuit Mandalika

Event MotoGP Mandalika 2026 berhasil menghadirkan tidak kurang dari 140.324 penonton yang memadati Pertamina Mandalika International Circuit selama tiga hari penyelenggaraan. Angka ini menunjukkan antusiasme luar biasa dari penggemar MotoGP, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Dampaknya langsung terasa pada sektor perhotelan dan akomodasi. Tingkat okupansi hotel mencapai 100 persen di kawasan Mandalika, menandakan semua kamar terisi penuh tanpa sisa. Bahkan, efek domino ini menjalar hingga kawasan sekitar.

Data menunjukkan rata-rata okupansi sebesar 93 persen di seluruh Pulau Lombok dan 90 persen di Kota Mataram. Menariknya, lonjakan okupansi ini bukan hanya terjadi di hotel berbintang, tetapi juga di penginapan kelas menengah hingga homestay milik warga lokal.

UMKM Lokal dan Penyerapan Tenaga Kerja Meningkat Drastis

Salah satu dampak paling nyata dari penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 adalah keterlibatan masif pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Troy mengungkapkan lebih dari 600 UMKM lokal terlibat langsung dalam mendukung kelancaran event internasional ini.

Mulai dari pedagang makanan dan minuman, pengrajin souvenir, penyedia jasa transportasi, hingga berbagai sektor informal lainnya merasakan peningkatan omzet signifikan selama periode penyelenggaraan MotoGP. Faktanya, banyak UMKM yang melaporkan kenaikan pendapatan hingga ratusan persen dibandingkan hari biasa.

Tidak hanya itu, event ini juga menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja untuk berbagai kebutuhan operasional. Yang lebih membanggakan, 67 persen di antaranya berasal dari Kabupaten Lombok Tengah, wilayah di mana Sirkuit Mandalika berada.

“Pelaksanaan event internasional yang penyelenggara gelar di Pertamina Mandalika International Circuit terbukti mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah,” Troy menegaskan.

Komitmen Keberlanjutan Sport Tourism Indonesia

Melihat manfaat besar yang Indonesia peroleh dari penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026, Troy memastikan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan. Tujuannya jelas: memastikan keberlanjutan penyelenggaraan event internasional dengan skema yang semakin optimal dan berkelanjutan.

Baca Juga:  MBG 6 Hari 3T: Siswa Rawan Stunting Dapat Tambahan

“InJourney Group dan ITDC berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, serta memastikan setiap langkah bisnis memberikan nilai tambah yang berkelanjutan,” pungkas Troy. Komitmen ini bukan hanya untuk kepentingan Perseroan, tetapi juga untuk negara dan masyarakat luas.

Strategi pengembangan The Mandalika sebagai destinasi sport tourism memang membutuhkan konsistensi dan perencanaan matang. Namun demikian, hasil yang Indonesia raih dari MotoGP 2026 membuktikan bahwa investasi ini sangat worth it.

Dengan memanfaatkan momentum ini, pemerintah bersama ITDC terus berupaya menjadikan Kawasan The Mandalika, termasuk Pertamina Mandalika International Circuit beserta event yang penyelenggara gelar di dalamnya, sebagai bagian integral dari pengembangan destinasi sport tourism kelas dunia di Indonesia.

Keberhasilan MotoGP Mandalika 2026 menjadi bukti nyata bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah event olahraga internasional berkelas dunia. Selain itu, event semacam ini juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi inklusif yang melibatkan masyarakat lokal, pelaku UMKM, hingga sektor pariwisata secara menyeluruh. Dengan dampak ekonomi mencapai Rp4,96 triliun, MotoGP Mandalika bukan hanya soal kecepatan di atas aspal, tetapi juga akselerasi ekonomi yang menguntungkan seluruh rakyat Indonesia.

Salsabilla Putri

Penulis di Cikadu.id