Pemprov Sulsel Garap Perbaikan Jalan Moncongloe 2026

Pemprov Sulsel Garap Perbaikan Jalan Moncongloe 2026

Pemprov Sulsel Garap Perbaikan Jalan Moncongloe 2026

Cikadu.idPemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) menargetkan perbaikan Jalan Moncongloe yang menghubungkan Kota Makassar dan Maros pada 2026. Langkah ini muncul setelah masyarakat menyampaikan keluhan massal terkait kondisi jalan yang rusak parah dan memicu kemacetan harian.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaeman menegaskan pihaknya akan memberikan penanganan darurat untuk memastikan akses masyarakat tetap terbuka. “Untuk sementara kita lakukan penanganan darurat agar akses masyarakat tetap bisa dilalui,” ujar Gubernur dalam keterangannya di Makassar.

Kerusakan jalan ini bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi juga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan mobilitas ribuan warga yang melintas setiap hari. Oleh karena itu, Pemprov Sulsel menempatkan proyek ini sebagai prioritas dalam program infrastruktur tahun ini.

Tinjauan Langsung Tim BMBK ke Lokasi Jalan Moncongloe

Kepala Dinas BMBK Sulsel Andi Ihsan bersama Kepala Bidang Jalan Muhammad Rosyadi dan Kepala UPTD Wilayah IV Dinas BMBK St Hasni telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Tim ini mengecek kondisi jalan secara mendetail untuk menyusun rencana penanganan yang tepat.

Dari hasil peninjauan, jalan ini masuk dalam wilayah Preservasi Jalan Multi Years Contract (MYC) Paket 6 yang pemerintah provinsi rencanakan untuk periode 2026-2028. Artinya, perbaikan tidak hanya bersifat tambal sulam, melainkan preservasi jangka panjang yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Selain itu, pendekatan multi-year contract memberikan kepastian anggaran dan waktu pengerjaan. Dengan demikian, masyarakat bisa memperkirakan kapan kondisi jalan akan benar-benar membaik secara permanen.

Baca Juga:  Kepala Imigrasi Batam Dicopot Akibat Kasus Pungli 2026

Cakupan Luas Preservasi Jalan MYC Paket 6

Preservasi Jalan MYC Paket 6 bukan hanya menyasar Jalan Moncongloe saja. Program ambisius ini mencakup perbaikan 20 ruas jalan strategis dengan total panjang 157,49 kilometer yang tersebar di sembilan kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

Beberapa wilayah yang masuk dalam program ini antara lain kawasan Toraja dan Luwu yang selama ini menjadi jalur ekonomi penting. Tidak hanya itu, jalur vital di Jeneponto dan Bantaeng juga mendapat perhatian serius dalam paket preservasi ini.

Di wilayah metropolitan dan sekitarnya, pemerintah provinsi menyasar beberapa ruas krusial. Pertama, ruas Parang Loe–Tamalanrea Raya yang menghubungkan kawasan strategis di sekitar Makassar. Kedua, jalur dari batas Kota Makassar hingga Benteng Gajah yang sering menjadi bottleneck lalu lintas.

Menariknya, pemilihan 20 ruas ini tidak sembarangan. Pemerintah melakukan kajian mendalam berdasarkan tingkat kerusakan, volume lalu lintas, dampak ekonomi, dan keluhan masyarakat. Alhasil, setiap ruas yang masuk daftar benar-benar prioritas yang mendesak untuk segera mendapat penanganan.

Tujuan Program Preservasi Jalan Sulsel 2026

Program Preservasi Jalan MYC Paket 6 memiliki tujuan strategis yang jelas: menjaga kemantapan jalan provinsi demi mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Jalan yang mantap bukan hanya soal kenyamanan berkendara, tetapi juga fondasi pertumbuhan ekonomi daerah.

Ketika kondisi jalan baik, biaya logistik turun, waktu tempuh lebih cepat, dan risiko kecelakaan berkurang. Faktanya, jalan rusak bisa menambah biaya operasional kendaraan hingga 30-40 persen karena konsumsi bahan bakar dan kerusakan kendaraan meningkat.

Lebih dari itu, jalan yang mantap juga membuka akses pemasaran produk lokal ke pasar yang lebih luas. Petani, nelayan, dan UMKM bisa mengirim produk mereka dengan lebih efisien. Dengan demikian, preservasi jalan ini sebenarnya investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan.

Baca Juga:  Kasus Akseyna: 11 Tahun Berlalu, UI Tuntut Keadilan

Program ini juga menunjukkan komitmen pemerintah provinsi untuk menerapkan pendekatan preventif, bukan hanya reaktif. Daripada menunggu jalan rusak total baru diperbaiki, preservasi rutin bisa memperpanjang usia jalan dan menghemat anggaran dalam jangka panjang.

Respons Positif Masyarakat terhadap Program Perbaikan

Masyarakat yang selama ini merasakan langsung dampak kerusakan Jalan Moncongloe menyambut positif langkah Pemprov Sulsel ini. Bahar (43), salah seorang warga setempat, menyatakan apresiasinya terhadap komitmen pemerintah provinsi.

“Kami sangat mengapresiasi langkah pemerintah provinsi yang menjadikan jalan ini sebagai program prioritas,” ujar Bahar. Suara Bahar mewakili ribuan warga yang setiap hari berjibaku dengan kondisi jalan yang memprihatinkan.

Bagi warga yang rutin melintas di jalur ini, kondisi jalan yang rusak bukan hanya menambah waktu tempuh, tetapi juga risiko kecelakaan dan biaya perbaikan kendaraan. Namun, dengan adanya penanganan darurat dan rencana preservasi jangka panjang, masyarakat mulai melihat harapan nyata untuk perbaikan akses mereka.

Antusiasme warga ini juga menjadi pengingat bagi pemerintah bahwa infrastruktur jalan adalah kebutuhan dasar yang langsung menyentuh kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, transparansi dan kecepatan eksekusi program ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik.

Harapan dan Tantangan ke Depan

Meski sambutan positif sudah terdengar, eksekusi program ini tentu menghadapi berbagai tantangan. Pertama, koordinasi antar-stakeholder harus berjalan mulus agar tidak ada tumpang tindih pekerjaan atau kendala administrasi yang menghambat.

Kedua, cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan, terutama saat musim hujan, bisa memperlambat progres pekerjaan. Namun, dengan sistem Multi Years Contract yang memberikan fleksibilitas waktu, pemerintah memiliki buffer untuk mengatasi kendala cuaca ini.

Selanjutnya, pengawasan kualitas pekerjaan juga menjadi kunci. Masyarakat berharap perbaikan kali ini benar-benar berkualitas dan tahan lama, bukan sekadar proyek yang terulang setiap tahun. Dengan demikian, keterlibatan masyarakat dalam pengawasan sosial juga perlu pemerintah fasilitasi.

Baca Juga:  Minyak Brent Anjlok 5% ke USD 118,35 Usai Sinyal Damai Iran

Pada akhirnya, keberhasilan program Preservasi Jalan MYC Paket 6 akan menjadi benchmark untuk program infrastruktur lainnya di Sulawesi Selatan. Jika pemerintah berhasil menuntaskan 157,49 kilometer jalan strategis dengan baik, kepercayaan publik akan meningkat dan model ini bisa pemerintah replikasi untuk paket-paket berikutnya.

Program perbaikan Jalan Moncongloe dan 19 ruas strategis lainnya bukan sekadar proyek fisik, tetapi komitmen nyata Pemprov Sulsel untuk meningkatkan kualitas hidup dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan perencanaan matang, eksekusi konsisten, dan pengawasan ketat, harapan masyarakat untuk jalan yang mantap bukan lagi mimpi, melainkan kenyataan yang akan segera masyarakat rasakan pada tahun-tahun mendatang.

Wandi Setiawan

Penulis di Cikadu.id