Cikadu.id – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, membela Ramadhan Sananta yang tengah menuai sorotan dan kritik tajam dari publik sepak bola Tanah Air. Herdman bahkan membandingkan peran Sananta dengan striker legendaris Prancis, Olivier Giroud, dalam konferensi pers jelang pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026.
Pernyataan Herdman ini muncul setelah sejumlah suporter mempertanyakan kontribusi Sananta di lini depan Skuad Garuda. Pelatih asal Kanada itu mencoba memberikan perspektif berbeda soal peran striker modern yang tidak melulu soal mencetak gol.
Kritik Publik terhadap Ramadhan Sananta
Ramadhan Sananta memang menjadi sorotan media dan penggemar sepak bola Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. Striker berusia 28 tahun itu kerap menuai kritik karena statistik golnya yang belum memuaskan.
Namun, John Herdman melihat kontribusi Sananta dari sudut pandang yang lebih luas. Pelatih berusia 49 tahun itu menilai peran seorang striker tidak bisa hanya diukur dari jumlah gol semata.
Selain itu, Herdman menekankan pentingnya memahami sistem permainan tim secara keseluruhan. Sananta memiliki tugas spesifik yang mungkin tidak terlihat jelas di mata penonton awam.
Olivier Giroud: Striker dengan Peran Unik
Olivier Giroud adalah nama besar dalam sepak bola dunia. Striker Prancis kelahiran 1986 itu meraih trofi Piala Dunia 2018 bersama Les Bleus, meski ia tidak mencetak satu gol pun sepanjang turnamen.
Menariknya, pelatih Prancis saat itu, Didier Deschamps, justru memuji kontribusi Giroud yang luar biasa. Striker AC Milan itu berperan sebagai “target man” yang membuka ruang bagi rekan-rekannya seperti Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann.
Giroud juga ahli dalam hold-up play, menjaga bola, dan mendistribusikannya kepada pemain lain. Kemampuan ini membuatnya sangat berharga meskipun namanya tidak selalu tercantum di papan skor.
Faktanya, Giroud kini menjadi top scorer sepanjang masa Timnas Prancis dengan 57 gol dari 137 pertandingan per 2026. Pencapaian ini membuktikan nilai jangka panjangnya bagi tim nasional.
Perbandingan Peran Sananta dengan Giroud
John Herdman menarik paralel menarik antara Ramadhan Sananta dan Olivier Giroud dalam sistem permainan Timnas Indonesia. Kedua striker ini memiliki karakteristik serupa sebagai pemain yang bekerja untuk kepentingan tim.
Berikut beberapa kesamaan peran yang Herdman maksudkan:
- Hold-up Play: Sananta mampu menahan bola di lini depan dan menunggu dukungan rekan satu tim, mirip seperti Giroud.
- Target Man: Postur tubuh Sananta membuatnya efektif sebagai sasaran umpan-umpan panjang dan bola-bola udara.
- Link-up Play: Sananta sering turun untuk membangun serangan dan menghubungkan lini tengah dengan serangan.
- Membuka Ruang: Pergerakan Sananta menarik perhatian bek lawan dan menciptakan celah bagi pemain sayap atau gelandang serang.
Oleh karena itu, Herdman berargumen bahwa menilai Sananta hanya dari jumlah gol adalah cara pandang yang terlalu sempit. Striker ini memberikan kontribusi taktis yang sangat penting bagi keseimbangan tim.
Pembelaan Herdman terhadap Sang Striker
John Herdman dengan tegas membela pilihan taktikal-nya untuk terus menurunkan Ramadhan Sananta. Pelatih berpengalaman ini mengatakan bahwa ia memahami ekspektasi tinggi dari publik Indonesia.
Akan tetapi, Herdman meminta penggemar untuk lebih sabar dan memahami filosofi sepak bola modern. Tidak semua striker harus menjadi “goal machine” seperti Erling Haaland atau Cristiano Ronaldo.
“Lihatlah Olivier Giroud. Dia tidak mencetak gol di Piala Dunia 2018, namun Prancis menjadi juara. Itulah bukti bahwa peran striker bisa sangat beragam,” ujar Herdman dalam sesi wawancara.
Lebih dari itu, pelatih asal Kanada ini menegaskan bahwa timnya membutuhkan pemain seperti Sananta untuk mengeksekusi strategi permainan yang telah dirancang. Sistem yang Herdman terapkan memerlukan striker yang rela berkorban untuk kepentingan kolektif.
Di sisi lain, Herdman juga mengakui bahwa Sananta perlu terus berkembang dan meningkatkan produktivitas golnya. Namun, hal itu tidak mengurangi nilai kontribusinya yang sudah ada saat ini.
Konteks Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Pembelaan Herdman terhadap Sananta muncul di tengah perjalanan Timnas Indonesia di babak kualifikasi Piala Dunia 2026. Skuad Garuda tengah berjuang keras untuk meraih tiket ke putaran final yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Kemudian, performa tim secara keseluruhan menjadi fokus utama Herdman, bukan hanya performa individu satu atau dua pemain. Pelatih ini terkenal dengan pendekatannya yang holistik dan team-oriented.
Alhasil, Herdman berharap publik Indonesia bisa memberikan dukungan penuh kepada seluruh pemain, termasuk Ramadhan Sananta. Dukungan positif akan sangat membantu performa tim di pertandingan-pertandingan krusial mendatang.
Striker Modern: Lebih dari Sekadar Pencetak Gol
Pernyataan John Herdman sebenarnya mencerminkan evolusi peran striker dalam sepak bola modern. Saat ini, striker dituntut untuk lebih dari sekadar mencetak gol.
Beberapa tugas tambahan yang harus striker modern kuasai meliputi:
- Pressing dari Depan: Memulai pressing tim dengan mengejar bek dan kiper lawan.
- Partisipasi Defensif: Membantu pertahanan tim saat kehilangan bola.
- Kreativitas: Mampu memberikan assist dan menciptakan peluang bagi rekan.
- Mobilitas: Bergerak ke berbagai posisi untuk mengacaukan formasi lawan.
- Kerja Tim: Mengutamakan kepentingan kolektif di atas statistik pribadi.
Intinya, sepak bola modern menghargai striker yang komplet dan multifungsi. Ramadhan Sananta, menurut pandangan Herdman, masuk dalam kategori striker tipe ini.
Respons Publik dan Media
Pernyataan kontroversial Herdman ini memicu diskusi hangat di media sosial dan platform olahraga Indonesia. Sebagian penggemar mulai memahami sudut pandang sang pelatih dan memberikan apresiasi terhadap analisis taktisnya.
Meski begitu, masih ada kelompok yang tetap skeptis dan menginginkan striker dengan produktivitas gol yang lebih tinggi. Perdebatan ini menunjukkan tingginya ekspektasi dan passion masyarakat Indonesia terhadap sepak bola.
Pada akhirnya, performa Timnas Indonesia di lapangan akan menjadi jawaban terbaik atas semua perdebatan ini. Jika sistem Herdman berhasil membawa Indonesia meraih hasil positif, maka pembelaan terhadap Sananta akan terbukti tepat.
John Herdman telah memberikan perspektif menarik tentang peran Ramadhan Sananta dengan membandingkannya dengan Olivier Giroud. Pelatih Timnas Indonesia ini menekankan bahwa kontribusi seorang striker tidak bisa hanya diukur dari jumlah gol yang tercipta. Sananta memiliki peran taktis penting sebagai target man dan link-up player, mirip dengan apa yang Giroud lakukan untuk Timnas Prancis juara Piala Dunia 2018. Herdman meminta publik Indonesia untuk lebih memahami kompleksitas sepak bola modern dan memberikan dukungan penuh kepada seluruh pemain Skuad Garuda dalam perjalanan menuju Piala Dunia 2026.



