Rekening dormant menjadi ancaman serius bagi jutaan nasabah BRI, BCA, dan Mandiri pada 2026. Faktanya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat lebih dari 50 juta rekening bank di Indonesia masuk status tidak aktif alias dormant per awal 2026. Jadi, pemilik rekening yang tidak melakukan transaksi selama 6–12 bulan harus segera mengambil tindakan sebelum bank memblokir akses sepenuhnya.
Menariknya, banyak nasabah tidak menyadari bahwa rekening mereka sudah masuk kategori dormant. Selain itu, setiap bank menerapkan kebijakan berbeda soal batas waktu dan biaya penalti. Oleh karena itu, memahami aturan terbaru 2026 dari tiga bank terbesar ini sangat penting untuk menghindari kerugian finansial.
Apa Itu Rekening Dormant dan Mengapa Bisa Terjadi?
Rekening dormant merujuk pada rekening bank yang tidak mencatat aktivitas transaksi selama periode tertentu. Nah, setiap bank menetapkan jangka waktu berbeda sebelum mengubah status rekening menjadi tidak aktif.
Beberapa penyebab umum rekening menjadi dormant meliputi:
- Pemilik rekening tidak melakukan setoran, penarikan, atau transfer selama 6–12 bulan
- Nasabah memiliki banyak rekening dan melupakan salah satunya
- Pemilik rekening meninggal dunia tanpa ahli waris yang mengurus
- Nasabah pindah domisili dan tidak memperbarui data ke bank
- Rekening tabungan pelajar atau mahasiswa yang sudah lulus
Bahkan, transaksi otomatis seperti autodebit atau bunga bank biasanya tidak menghitung sebagai aktivitas yang mencegah status dormant. Jadi, nasabah perlu melakukan transaksi manual secara berkala.
Kebijakan Rekening Dormant BRI, BCA, dan Mandiri Terbaru 2026
Ketiga bank besar ini menerapkan aturan berbeda soal rekening dormant per 2026. Berikut perbandingan lengkapnya:
| Aspek | BRI | BCA | Mandiri |
|---|---|---|---|
| Batas Waktu Tidak Aktif | 12 bulan | 6 bulan | 12 bulan |
| Biaya Penalti Bulanan | Rp5.000/bulan | Rp10.000/bulan | Rp10.000/bulan |
| Saldo Minimum Aktif | Rp50.000 | Rp50.000 | Rp50.000 |
| Batas Tutup Otomatis | Saldo Rp0 + 3 bulan dormant | Saldo Rp0 + 6 bulan dormant | Saldo Rp0 + 3 bulan dormant |
| Akses Mobile/Internet Banking | Langsung nonaktif | Langsung nonaktif | Langsung nonaktif |
Perlu diperhatikan bahwa bank akan langsung menonaktifkan akses mobile banking dan internet banking begitu rekening masuk status dormant. Akibatnya, nasabah hanya bisa mengaktifkan kembali rekening melalui kantor cabang.
Dampak Finansial Rekening Dormant
Selain kehilangan akses perbankan digital, rekening dormant juga membawa dampak finansial yang cukup besar. Pertama, bank akan memotong saldo setiap bulan sebagai biaya penalti. Kedua, saldo yang terus berkurang bisa membuat rekening mencapai titik nol.
Kemudian, jika saldo sudah mencapai Rp0, bank akan menutup rekening secara otomatis dalam waktu 3–6 bulan. Alhasil, nasabah perlu membuka rekening baru jika ingin kembali menggunakan layanan bank tersebut.
Cara Mengaktifkan Rekening Dormant di BRI 2026
BRI memberikan proses reaktivasi yang cukup mudah bagi nasabah. Berikut langkah-langkah yang perlu nasabah lakukan untuk mengaktifkan kembali rekening dormant BRI:
- Kunjungi kantor cabang BRI terdekat — pastikan mendatangi cabang tempat pertama kali membuka rekening, atau cabang mana pun yang bersedia memproses
- Bawa dokumen lengkap — siapkan KTP asli, buku tabungan, dan kartu ATM
- Ambil nomor antrean — pilih layanan Customer Service (CS)
- Sampaikan permintaan reaktivasi — CS akan memverifikasi identitas dan memeriksa status rekening
- Tanda tangani formulir aktivasi — bank menyediakan formulir khusus untuk reaktivasi rekening dormant
- Lakukan setoran minimal — setor minimal Rp50.000 untuk mengaktifkan rekening kembali
- Aktifkan ulang mobile banking — minta CS untuk mengaktifkan kembali akses BRImo
Nah, seluruh proses ini biasanya memakan waktu 15–30 menit. Selain itu, BRI tidak memungut biaya reaktivasi alias gratis per kebijakan terbaru 2026.
Cara Mengaktifkan Rekening Dormant di BCA 2026
BCA menerapkan proses serupa namun dengan beberapa perbedaan. Berikut panduan lengkap untuk mengaktifkan kembali rekening dormant BCA:
- Datangi kantor cabang BCA — bawa semua dokumen yang diperlukan
- Siapkan KTP asli dan buku tabungan — BCA juga meminta kartu ATM jika masih ada
- Temui Customer Service — sampaikan bahwa rekening sudah berstatus dormant
- Verifikasi data diri — CS akan mencocokkan data dengan sistem
- Isi formulir pengaktifan — lengkapi dan tanda tangani formulir yang CS berikan
- Setor dana minimal Rp50.000 — setoran ini langsung masuk ke saldo rekening
- Minta aktivasi ulang myBCA dan KlikBCA — pastikan semua akses digital berfungsi kembali
Lebih dari itu, BCA juga menawarkan layanan video call melalui aplikasi HaloBCA untuk konsultasi awal sebelum nasabah mengunjungi cabang. Namun, proses reaktivasi tetap mengharuskan kunjungan langsung ke kantor cabang.
Tips Khusus Nasabah BCA
Meski begitu, BCA menerapkan batas waktu dormant yang lebih pendek, yaitu hanya 6 bulan tanpa transaksi. Oleh karena itu, nasabah BCA perlu lebih sering memantau aktivitas rekening mereka. Tidak hanya itu, BCA juga mengirimkan notifikasi melalui email atau SMS saat rekening mendekati status dormant.
Jadi, pastikan nomor telepon dan email yang bank catat masih aktif agar peringatan ini sampai tepat waktu.
Cara Mengaktifkan Rekening Dormant di Mandiri 2026
Bank Mandiri menyediakan proses reaktivasi yang mirip dengan BRI. Berikut langkah-langkah mengaktifkan rekening dormant Mandiri update 2026:
- Kunjungi kantor cabang Bank Mandiri — pilih cabang terdekat yang paling mudah dijangkau
- Bawa KTP asli, buku tabungan, dan kartu debit — dokumen ini wajib nasabah bawa
- Ambil nomor antrean Customer Service — jangan ke teller, karena reaktivasi hanya CS yang bisa proses
- Ajukan permohonan reaktivasi — sampaikan nomor rekening dan jelaskan kebutuhan
- Lengkapi proses verifikasi — CS akan memverifikasi identitas secara menyeluruh
- Setor dana minimal Rp50.000 — setoran ini mengaktifkan kembali status rekening
- Aktifkan Livin’ by Mandiri — minta CS membantu mengaktifkan kembali akses mobile banking
Selanjutnya, Bank Mandiri juga menawarkan fitur notifikasi melalui aplikasi Livin’ by Mandiri. Dengan demikian, nasabah bisa memantau status rekening secara real-time dan mencegah rekening masuk status dormant lagi.
Dokumen yang Wajib Nasabah Siapkan
Sebelum mengunjungi kantor cabang bank mana pun, pastikan sudah menyiapkan semua dokumen berikut:
| Dokumen | Status | Keterangan |
|---|---|---|
| KTP Asli | Wajib | Harus sesuai data saat buka rekening |
| Buku Tabungan | Wajib | Bawa buku tabungan asli |
| Kartu ATM/Debit | Opsional | Bawa jika masih ada, bank bisa menerbitkan ulang |
| NPWP | Opsional | Beberapa cabang meminta untuk update data |
| Surat Kuasa | Kondisional | Wajib jika orang lain yang mengurus atas nama pemilik |
Nah, jika KTP sudah berubah alamat atau data lain sejak pembukaan rekening, siapkan juga dokumen pendukung tambahan. Misalnya, surat keterangan pindah domisili atau akta perubahan nama.
Tips Mencegah Rekening Menjadi Dormant Lagi
Setelah berhasil mengaktifkan kembali rekening, langkah selanjutnya adalah memastikan rekening tetap aktif. Berikut beberapa tips efektif yang bisa langsung nasabah terapkan:
- Lakukan transaksi rutin setiap bulan — cukup transfer kecil atau setor tunai minimal Rp10.000
- Aktifkan fitur autodebit tagihan — bayar listrik, air, atau internet melalui rekening tersebut
- Pasang pengingat bulanan — buat alarm atau reminder di ponsel untuk transaksi rutin
- Konsolidasi rekening — jika punya terlalu banyak rekening, pertimbangkan untuk menutup yang tidak perlu
- Pantau notifikasi dari bank — aktifkan SMS banking atau push notification di aplikasi mobile banking
- Manfaatkan fitur tabungan otomatis — beberapa bank menyediakan fitur auto-save yang menghitung sebagai transaksi aktif
Intinya, satu transaksi manual per bulan sudah cukup untuk menjaga rekening tetap aktif. Di samping itu, memanfaatkan fitur digital banking juga sangat membantu memantau status rekening kapan saja.
Pertanyaan yang Sering Muncul Seputar Rekening Dormant
Apakah saldo rekening dormant bisa hilang?
Pada dasarnya, bank tidak mengambil saldo nasabah secara langsung. Namun, bank memotong biaya administrasi bulanan dari saldo rekening dormant. Akibatnya, saldo bisa menyusut hingga Rp0 jika nasabah tidak segera mengaktifkan rekening.
Berapa lama proses reaktivasi rekening dormant?
Ketiga bank — BRI, BCA, dan Mandiri — biasanya menyelesaikan proses reaktivasi dalam waktu 15–30 menit. Hasilnya, nasabah bisa langsung menggunakan rekening pada hari yang sama setelah proses selesai.
Apakah reaktivasi rekening dormant memerlukan biaya?
Per kebijakan terbaru 2026, ketiga bank tidak membebankan biaya khusus untuk reaktivasi. Meski begitu, nasabah tetap perlu menyetor dana minimal Rp50.000 untuk mengaktifkan kembali rekening mereka.
Bisakah mengaktifkan rekening dormant secara online?
Sayangnya, hingga 2026 ketiga bank masih mewajibkan kunjungan langsung ke kantor cabang. Sebaliknya, beberapa bank digital seperti Jago dan Blu sudah menawarkan reaktivasi melalui aplikasi. Oleh karena itu, kemungkinan besar bank konvensional akan segera mengikuti tren ini.
Kesimpulan
Rekening dormant bisa menimbulkan kerugian finansial dan ketidaknyamanan jika nasabah tidak segera menanganinya. Pada akhirnya, mengaktifkan kembali rekening dormant di BRI, BCA, maupun Mandiri cukup mudah — cukup kunjungi kantor cabang dengan membawa KTP, buku tabungan, dan setoran minimal Rp50.000.
Jadi, segera cek status semua rekening bank yang dimiliki hari ini. Jangan biarkan rekening menjadi dormant dan kehilangan saldo karena potongan biaya administrasi. Selain itu, terapkan kebiasaan bertransaksi minimal sekali sebulan agar rekening tetap aktif sepanjang 2026 dan seterusnya.