Sekolah Rakyat 2026: Mensos Minta Persiapan Siswa Baru

Cikadu.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menggelar pertemuan dengan seluruh Kepala Sekolah Rakyat melalui zoom meeting di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa (31/3/2026). Pertemuan ini mengambil momentum halalbihalal sekaligus memberikan pengarahan strategis setelah libur Idul Fitri, terutama terkait persiapan penerimaan siswa baru Sekolah Rakyat 2026.

Gus Ipul membuka pertemuan dengan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah bagi yang merayakan. Ia menyampaikan rasa syukur karena umat Islam bisa melewati bulan Ramadan dengan khusyuk dalam suasana kondusif sehingga pelaksanaan ibadah secara nasional berjalan dengan baik.

Meski ada perbedaan Hari Raya, Gus Ipul memahami hal itu sebagai bagian dari rahmat Allah SWT. Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk menjaga semangat Ramadan dan Idul Fitri dalam bekerja, yaitu lebih peduli kepada mereka yang membutuhkan bantuan, perhatian, maupun dukungan.

Persiapan Penerimaan Siswa Baru Sekolah Rakyat 2026

Gus Ipul meminta kepada seluruh Kepala Sekolah untuk membuat perencanaan tertulis terkait penerimaan siswa baru ke depan. Permintaan ini menjadi perhatian khusus mengingat 63 titik Sekolah Rakyat sebelumnya telah beroperasi pada bulan Juli 2025.

“Tiga bulan lagi, tolong persiapkan dengan baik penerimaan siswa baru,” tegas Gus Ipul. Arahan ini mengindikasikan bahwa persiapan harus rampung sebelum Juni 2026 untuk mengantisipasi gelombang penerimaan siswa baru.

Selain itu, perencanaan tertulis ini bertujuan memastikan setiap Sekolah Rakyat memiliki roadmap jelas dalam menerima siswa baru. Dengan demikian, proses penerimaan bisa berjalan lebih terstruktur dan terarah.

Baca Juga:  Iran Tolak Gencatan Senjata, Desak Akhiri Perang Total

Evaluasi Menyeluruh yang Diminta Mensos

Gus Ipul juga mengimbau untuk melakukan evaluasi terhadap pembelajaran yang telah berjalan selama ini. Evaluasi ini mencakup berbagai bidang mulai dari kesehatan, akademik, fisik, hingga mental siswa.

Tidak hanya itu, evaluasi bidang sumber daya manusia juga perlu dilakukan secara komprehensif. Evaluasi SDM ini meliputi tenaga kependidikan, guru, hingga bagian keamanan yang bertugas di lingkungan Sekolah Rakyat.

“Lakukan evaluasi semua aspek. Laporkan kepada kami, biar kami bisa menganalisis dan memberikan solusi. Kekurangannya apa saja dan keunggulannya apa saja,” ujar Gus Ipul. Ia menegaskan bahwa laporan evaluasi ini akan membantu Kementerian Sosial memberikan solusi tepat sasaran untuk meningkatkan kualitas Sekolah Rakyat.

Menariknya, pendekatan evaluasi holistik ini menunjukkan komitmen Kemensos untuk tidak hanya fokus pada aspek akademik semata. Kesehatan fisik dan mental siswa serta kualitas SDM pendidik menjadi perhatian serius dalam pengelolaan Sekolah Rakyat.

Penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Rakyat

Gus Ipul memberikan arahan khusus terkait siswa yang membutuhkan perhatian ekstra atau bahkan memerlukan proses rehabilitasi. Siswa-siswa ini bisa mendapatkan layanan di sentra milik Kemensos yang tersebar di berbagai wilayah.

Dengan demikian, tidak ada siswa yang akan dikembalikan atau dipulangkan ke rumah karena kesulitan mengikuti proses belajar-mengajar. Kebijakan ini memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan sesuai dengan kondisi dan kemampuannya.

“Kami ingin anak-anak yang tidak sanggup mengikuti proses belajar-mengajar karena satu dan lain hal bisa kami lakukan rehabilitasi di Sentra-Sentra terdekat. Jadi Bapak-Ibu tidak perlu khawatir, laporkan saja, kami carikan solusi,” urai Gus Ipul.

Ia mengingatkan bahwa latar belakang siswa Sekolah Rakyat sangat beragam dan tidak semua memiliki kemampuan linier. Oleh karena itu, pendekatan individual dan fasilitas rehabilitasi menjadi solusi humanis yang ditawarkan Kemensos.

Baca Juga:  Pemerintah Salurkan Bantuan Sosial untuk Disabilitas dan Lansia di Jawa Timur

Penguatan Prestasi STEM dan Ekstrakurikuler Unggulan

Gus Ipul menekankan pentingnya memperkuat prestasi pada bidang Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika atau STEM. Ia meminta upaya khusus dari Kepala Sekolah agar prestasi di bidang akademik ke depan semakin menonjol.

Namun, penekanan pada STEM tidak berarti mengabaikan bidang lain. Prestasi di bidang seni, budaya, olahraga, dan bahasa yang telah banyak siswa-siswi Sekolah Rakyat torehkan harus tetap berjalan dan terus dikembangkan.

“Kami butuhkan upaya khusus dari Kepala Sekolah agar prestasi-prestasi di bidang akademik ke depan semakin menonjol,” kata Gus Ipul. Pernyataan ini mengindikasikan adanya target peningkatan kualitas akademik Sekolah Rakyat pada tahun 2026.

Lebih dari itu, Gus Ipul berharap seluruh Sekolah Rakyat memiliki ekstrakurikuler yang dapat menjadi andalan. Ekstrakurikuler unggulan ini nantinya bisa menjadi salah satu menu untuk menyambut para tamu ketika ada kunjungan ke sekolah.

Dengan demikian, setiap Sekolah Rakyat tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kekhasan dan keunggulan dalam bidang non-akademik yang bisa menjadi identitas masing-masing sekolah.

Antusiasme Masyarakat dan Sistem Penjangkauan

Dalam pertemuan tersebut, beberapa Kepala Sekolah melaporkan terkait kepulangan dan kembalinya siswa Sekolah Rakyat pasca libur lebaran. Salah satunya adalah Heri Susanto, Kepala SRMP 15 Mojokerto, yang melaporkan bahwa seluruh siswanya telah kembali ke sekolah.

Heri juga menyampaikan testimoni dari orangtua siswa yang sangat senang anaknya bersekolah di Sekolah Rakyat. Kebahagiaan ini muncul karena anak-anak mendapatkan fasilitas yang sangat baik selama bersekolah.

Ternyata, kepuasan orangtua ini menimbulkan efek domino berupa antusiasme dari tetangga sekitar ketika para siswa pulang ke rumah. Banyak tetangga yang bertanya bagaimana caranya agar anak mereka bisa masuk ke Sekolah Rakyat.

Baca Juga:  Banpang Bulog Tulungagung 2026 untuk 142 Ribu Warga

“Banyak yang bertanya, bagaimana caranya masuk Sekolah Rakyat, semua jadi ingin masuk,” kata Heri. Antusiasme ini menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat telah berhasil membangun reputasi positif di mata masyarakat.

Menanggapi hal itu, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran umum. Sistem yang berlaku adalah penjangkauan langsung kepada calon siswa yang memang menjadi target program.

“Yang ada di data DTSEN akan kami jangkau, kemudian ada pihak dari Dinsos yang menetapkan, Kepala Daerah menandatangani, lalu kami tetapkan sebagai siswa Sekolah Rakyat,” jelas Gus Ipul.

Jadi, proses penerimaan siswa Sekolah Rakyat mengikuti mekanisme terstruktur: dimulai dari data DTSEN (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), dilanjutkan dengan penjangkauan oleh Dinas Sosial daerah, penetapan oleh Kepala Daerah, hingga akhirnya ditetapkan secara resmi sebagai siswa Sekolah Rakyat.

Sistem ini memastikan bahwa Sekolah Rakyat benar-benar menjangkau anak-anak yang memang membutuhkan dan berhak mendapatkan program pendidikan dari Kementerian Sosial. Dengan demikian, sasaran program tetap tepat dan sesuai dengan tujuan awal pendirian Sekolah Rakyat.

Arahan Mensos ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mempersiapkan tahun ajaran baru 2026 untuk Sekolah Rakyat. Dengan evaluasi menyeluruh, persiapan matang, dan sistem penjangkauan yang terstruktur, Sekolah Rakyat diharapkan bisa terus berkembang dan memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak Indonesia yang membutuhkan.

Salsabilla Putri

Penulis di Cikadu.id