Cikadu.id – JAKARTA – Pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 resmi dibuka pada 25 Maret 2026 pukul 15.00 WIB dan akan berlangsung hingga 7 April 2026. Seleksi ini menjadi salah satu jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bagi siswa kelas 12 maupun lulusan sebelumnya (gap year).
Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal SNPMB. Panitia menetapkan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi peserta, seperti memiliki akun SNPMB, membayar biaya pendaftaran sebesar Rp200.000, serta diperbolehkan memilih maksimal 4 program studi.
Syarat dan Cara Daftar SNBT 2026
Calon peserta SNBT 2026 harus mempersiapkan data dan dokumen sejak awal untuk menghindari kesalahan administratif. Mereka juga diimbau untuk terus memantau informasi lanjutan, termasuk proses verifikasi dan daftar ulang, melalui laman resmi PTN tujuan masing-masing.
Bagi pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, mereka dapat mendaftar SNBT 2026 secara gratis atau tanpa membayar biaya UTBK sebesar Rp200.000. Syaratnya, pendaftar harus terdaftar sebagai penerima KIP Kuliah dan masuk dalam 10 persen masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.
Jadwal SNBT 2026
Berdasarkan informasi resmi, kartu peserta UTBK SNBT 2026 baru dapat diunduh pada 11-15 April 2026, setelah masa pendaftaran selesai. Ini berarti peserta baru mengetahui detail jadwal ujian, termasuk hari dan sesi, setelah seluruh proses pendaftaran ditutup.
Hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana peserta bisa langsung mengetahui jadwal ujian setelah menyelesaikan pendaftaran. Perubahan sistem ini membuat peserta harus lebih cermat dalam memantau informasi resmi dan memahami alur pendaftaran yang berlaku.
Kiat Sukses Mendaftar SNBT 2026
Untuk memastikan kelancaran pendaftaran, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyarankan agar peserta SNBT 2026 mendaftar lebih awal dan aktif memantau informasi terbaru. Peserta juga harus mengisi data dengan seksama dan cermat, serta memastikan tidak ada satu pun data yang terlewat sebelum disimpan secara permanen.
Selain itu, peserta diimbau untuk memperhatikan keterbatasan kuota di beberapa kota yang dilaporkan sudah penuh sejak hari pertama pendaftaran. Meski demikian, kebijakan ini diduga merupakan bagian dari penyesuaian sistem untuk pemerataan peserta dan pengelolaan kapasitas lokasi ujian.
