Sony Honda Batalkan Proyek EV Afeela, Kerugian Menggunung

Sony Honda Batalkan Proyek EV Afeela, Kerugian Menggunung

Sony Honda Batalkan Proyek EV Afeela, Kerugian Menggunung

Cikadu.idSony Honda Mobility resmi menghentikan proyek pengembangan kendaraan listrik Afeela pada Maret 2026. Keputusan ini muncul setelah Honda, sebagai mitra utama dalam perusahaan patungan tersebut, memangkas ambisi besar mereka di sektor kendaraan listrik.

Langkah mundur ini bukan tanpa alasan. Honda pada awal Maret 2026 mengumumkan rencana membukukan penurunan nilai atau writedown hingga 2,5 triliun yen, setara US$15,7 miliar. Angka fantastis tersebut muncul seiring pemangkasan rencana besar-besaran di lini produk EV mereka.

Lebih mengejutkan lagi, kondisi ini mendorong produsen mobil terbesar kedua di Jepang itu mencatat kerugian tahunan pertama dalam hampir 70 tahun sebagai perusahaan publik. Catatan historis yang tentu saja tidak pernah mereka inginkan.

Sony Honda EV Afeela Gugur di Tengah Persaingan Ketat

Bagi Sony, pembatalan Afeela menempatkan mereka sebagai perusahaan teknologi terbaru yang mundur dari proyek kendaraan listrik. Faktanya, keputusan ini menegaskan betapa sulitnya pendatang baru menembus pasar yang didominasi Tesla dan produsen asal China.

Menariknya, Sony Honda Mobility bukanlah satu-satunya raksasa teknologi yang gagal mewujudkan mimpi EV. Apple juga telah menghentikan proyek kendaraan listrik mereka lebih dari dua tahun lalu, setelah menginvestasikan sumber daya besar dalam pengembangan.

Namun, tidak semua perusahaan teknologi mengalami nasib serupa. Produsen ponsel pintar asal China, Xiaomi, justru melawan tren dengan sukses meluncurkan sedan SU7. Pencapaian ini mereka raih setelah lebih dari satu dekade fokus pada elektronik konsumen.

Baca Juga:  KM Ansori Mati Mesin: 54 Penumpang Selamat Dievakuasi

Kehilangan Jalur Layak untuk Masuk Pasar

Sony Honda Mobility menjelaskan bahwa keputusan Honda membuat perusahaan patungan tersebut kehilangan “jalur yang layak” untuk membawa Afeela ke pasar. Alasannya sederhana: mereka tidak lagi dapat memanfaatkan teknologi dan aset dari produsen mobil Jepang tersebut.

Akibatnya, seluruh rencana peluncuran produk yang sudah mereka susun matang terpaksa mereka batalkan. Padahal, pengiriman di California sudah mereka targetkan dimulai akhir 2026 ini.

Bahkan, model kedua berbasis prototipe terbaru sempat mereka rencanakan meluncur paling cepat pada 2028. Semua visi tersebut kini hanya tinggal catatan di atas kertas.

Pengembalian Dana Penuh untuk Pelanggan California

Perusahaan menjanjikan pengembalian dana penuh kepada pelanggan di California yang telah memesan Afeela 1, model pertama yang mereka rencanakan. Langkah ini menunjukkan tanggung jawab perusahaan terhadap konsumen yang sudah mempercayai produk mereka.

Pemesanan Afeela 1 sendiri telah dibuka tahun lalu dengan harga mulai US$89.900 atau sekitar Rp1,4 miliar. Harga premium tersebut mereka tawarkan dengan janji teknologi canggih hasil kolaborasi dua raksasa Jepang.

Selain itu, perusahaan juga menyatakan akan melanjutkan diskusi dengan Sony dan Honda terkait langkah selanjutnya. Meski proyek Afeela mereka hentikan, kemungkinan kolaborasi dalam bentuk lain masih mereka pertimbangkan.

Analis Sebut Proyek Ini Ditakdirkan Gagal

Travis Lundy dari Quiddity Advisors memberikan pandangan tajam terkait kegagalan proyek ini. Menurut dia, Afeela “ditakdirkan gagal” sejak awal dan merupakan “proyek gengsi yang aneh”, demikian melansir Reuters pada 30 Maret 2026.

Kritik tersebut bukan tanpa dasar. Pasar kendaraan listrik global saat ini mengalami konsolidasi, di mana hanya pemain dengan skala produksi besar dan ekosistem charging yang kuat yang mampu bertahan.

Baca Juga:  Harga Cabai Rawit Tembus Rp119 Ribu, Ini Daftar Lengkap

Oleh karena itu, pendatang baru seperti Sony Honda Mobility menghadapi tantangan berlipat ganda. Mereka tidak hanya bersaing dalam teknologi, tetapi juga infrastruktur, biaya produksi, dan kepercayaan konsumen yang sudah mereka bangun pemain lama.

Perusahaan TeknologiStatus Proyek EVTahun
Sony Honda MobilityDibatalkan (Afeela)2026
AppleDihentikan~2024
XiaomiSukses (SU7)2026

Pelajaran dari Kegagalan Kolaborasi Raksasa

Kegagalan proyek Sony Honda EV Afeela memberikan pelajaran berharga bagi industri otomotif global. Pertama, kolaborasi antara perusahaan teknologi dan produsen mobil tidak otomatis menjamin kesuksesan di pasar kendaraan listrik.

Kedua, komitmen jangka panjang dan konsistensi strategi sangat penting. Ketika Honda memutuskan memangkas ambisi EV, seluruh ekosistem yang bergantung pada teknologi mereka langsung runtuh.

Terakhir, waktu peluncuran produk sangat krusial. Dengan target pengiriman akhir 2026 dan model kedua pada 2028, Sony Honda Mobility sudah tertinggal jauh dari kompetitor seperti Tesla yang terus berinovasi.

Pada akhirnya, kegagalan ini menunjukkan bahwa pasar kendaraan listrik bukanlah arena yang mudah, bahkan untuk raksasa sekaliber Sony dan Honda. Dominasi Tesla dan produsen China bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari investasi masif, inovasi berkelanjutan, dan pemahaman mendalam tentang kebutuhan konsumen. Bagi calon pelanggan Afeela di California, pengembalian dana penuh menjadi satu-satunya penghiburan dari mimpi berkendara kendaraan listrik premium kolaborasi dua legenda Jepang ini.

Salsabilla Putri

Penulis di Cikadu.id