Cikadu.id – SpaceX milik miliarder Elon Musk resmi mengajukan rencana Initial Public Offering (IPO) pada awal April 2026. Perusahaan antariksa yang memiliki valuasi sekitar USD 800 miliar ini berencana menjual sebagian sahamnya kepada publik pada pertengahan tahun 2026.
Pengajuan ini menjadi langkah monumental mengingat SpaceX selama ini tetap menjadi perusahaan privat meski mendominasi industri perjalanan luar angkasa. Dengan rencana IPO ini, investor publik akan memiliki kesempatan pertama untuk memiliki saham perusahaan yang telah merevolusi teknologi roket dan satelit.
Laporan Media Ungkap Pengajuan Rahasia SpaceX IPO
CNN Business melaporkan pada Kamis (2/4/2026) bahwa pengajuan IPO SpaceX terungkap melalui laporan dari tiga media besar: Bloomberg, The Wall Street Journal, dan Reuters. Ketiga media tersebut mengutip sumber anonim yang mengetahui informasi ini secara langsung.
Namun, SpaceX belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar terkait pengajuan IPO ini. Sementara itu, Securities and Exchange Commission (SEC) sebagai regulator pasar modal Amerika Serikat juga menyatakan tidak akan berkomentar mengenai hal tersebut.
Sikap diam kedua pihak ini wajar mengingat sifat pengajuan yang masih rahasia. Meski begitu, kebocoran informasi dari sumber internal telah membuat pasar keuangan global langsung bereaksi.
Penjualan Saham Dijadwalkan Juni atau Juli 2026
Berdasarkan laporan yang dipublikasikan, pengajuan rahasia SpaceX diperkirakan akan mengarah pada penjualan saham perdana pada Juni atau Juli 2026. Timeline ini memberikan waktu sekitar dua hingga tiga bulan untuk proses persiapan dan persetujuan regulasi.
Perusahaan biasanya menggunakan mekanisme confidential filing untuk berbagi informasi dengan SEC dan calon investor institusional sebelum diwajibkan mengungkapkan detail secara publik. Strategi ini memungkinkan perusahaan menjaga fleksibilitas dan melindungi informasi sensitif bisnis selama proses persiapan IPO.
Oleh karena itu, besaran dana yang ingin SpaceX himpun melalui penjualan sebagian sahamnya masih belum terungkap. Angka pasti baru akan publik ketahui setelah perusahaan mengajukan dokumen S-1 final kepada SEC.
Elon Musk Tetap Kendalikan Mayoritas Hak Suara
Meski SpaceX akan menjual sebagian sahamnya kepada publik, CEO sekaligus pemegang saham utama Elon Musk diperkirakan tetap akan mengendalikan mayoritas hak suara setelah detail IPO perusahaan umumkan. Struktur dual-class shares kemungkinan besar akan perusahaan terapkan untuk mempertahankan kontrol Musk.
Hal ini berpotensi semakin menambah kekayaan Musk, yang saat ini sudah menjadi orang terkaya di dunia. Dengan valuasi SpaceX yang mencapai USD 800 miliar, bahkan IPO dengan porsi saham kecil pun dapat menghasilkan likuiditas miliaran dolar.
Tidak hanya itu, perusahaan AI milik Musk yaitu xAI juga memiliki valuasi sebesar USD 230 miliar pada putaran pendanaan terakhir yang perusahaan gelar pada Januari 2026 menurut PitchBook. PitchBook merupakan perusahaan riset yang secara khusus melacak valuasi perusahaan-perusahaan swasta.
Dengan demikian, nilai gabungan SpaceX dan xAI melampaui USD 1 triliun. Angka ini menempatkan portfolio bisnis Musk setara dengan kapitalisasi pasar perusahaan teknologi raksasa global.
Prospek IPO SpaceX di Tengah Dominasi Industri Antariksa
Penjualan saham perdana SpaceX dapat mendorong valuasi perusahaan semakin tinggi, seiring minat investor yang besar untuk meraih keuntungan dari dominasi perusahaan ini di bisnis perjalanan luar angkasa. SpaceX telah memonopoli kontrak peluncuran satelit komersial dan pemerintah, termasuk kontrak bernilai miliaran dolar dari NASA.
Selain itu, peran besar SpaceX dalam industri kecerdasan buatan yang berkembang pesat juga menarik perhatian investor. Jaringan satelit Starlink yang perusahaan operasikan menjadi infrastruktur kritis untuk komputasi cloud dan aplikasi AI yang membutuhkan konektivitas global.
Faktanya, Starlink kini melayani jutaan pelanggan di seluruh dunia dan menghasilkan revenue stream yang stabil. Kombinasi antara bisnis peluncuran roket dan layanan internet satelit menciptakan model bisnis yang sangat menarik bagi investor institusional.
Pengajuan IPO Bertepatan dengan Misi NASA ke Bulan
Menariknya, pengajuan IPO SpaceX berlangsung pada hari yang sama ketika NASA menjadwalkan peluncuran misi berawak ke Bulan untuk pertama kalinya sejak Program Apollo berakhir puluhan tahun lalu. Timing ini bukan kebetulan belaka.
SpaceX memiliki kontrak dengan NASA untuk menyediakan lunar lander dalam program Artemis yang bertujuan mengembalikan astronot Amerika ke permukaan Bulan. Kesuksesan misi NASA dapat menjadi momentum sempurna untuk IPO SpaceX, menunjukkan kredibilitas dan kapabilitas teknologi perusahaan kepada calon investor.
Momentum ini juga mencerminkan era baru eksplorasi antariksa di mana perusahaan swasta memainkan peran sentral bersama agensi pemerintah. SpaceX telah membuktikan bahwa model bisnis komersial dapat berhasil di industri yang sebelumnya didominasi sepenuhnya oleh pemerintah.
Antisipasi Pasar terhadap IPO Terbesar 2026
Komunitas investor global mengantisipasi IPO SpaceX sebagai salah satu penawaran saham perdana terbesar tahun 2026. Jika perusahaan menjual 10-15% sahamnya dengan valuasi USD 800 miliar, dana yang terhimpun bisa mencapai USD 80-120 miliar.
Angka tersebut akan menjadikan IPO SpaceX sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah pasar modal, bahkan melampaui IPO Saudi Aramco yang sebelumnya mencetak rekor. Bank-bank investasi besar seperti Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan JPMorgan Chase diprediksi akan berlomba menjadi underwriter utama.
Kemudian, retail investors juga menunjukkan antusiasme tinggi melalui diskusi di platform seperti Reddit dan Twitter. Brand awareness SpaceX yang sangat kuat berkat peluncuran roket spektakuler dan proyek ambisius kolonisasi Mars menciptakan demand yang luar biasa dari investor ritel.
Akibatnya, saham SpaceX diprediksi akan mengalami oversubscription signifikan pada hari pertama perdagangan. Fenomena ini biasa terjadi pada IPO perusahaan teknologi dengan fundamental kuat dan founder berkarisma seperti Elon Musk.
Pada akhirnya, IPO SpaceX tidak hanya menjadi peristiwa finansial besar, tetapi juga menandai transformasi industri antariksa dari domain pemerintah menjadi sektor komersial yang dapat investor publik akses. Keberhasilan IPO ini dapat membuka jalan bagi perusahaan antariksa swasta lainnya untuk go public dan mempercepat demokratisasi akses ke luar angkasa.




