Cikadu.id – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mengubah konsep open house Idul Fitri menjadi lebih sederhana di Kantor Gubernur Kepatihan Yogyakarta pada Senin, 30 Maret 2026. Perubahan ini bertujuan menghemat anggaran sambil tetap memberikan kesempatan masyarakat bertemu langsung dengan Raja Keraton sekaligus Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Raja Pura Pakualaman sekaligus Wakil Gubernur DIY Paku Alam X.
Strategi penghematan anggaran terlihat dari berbagai aspek persiapan acara. Salah satu perubahan signifikan menyangkut menu makanan yang disajikan kepada pengunjung, dari sistem prasmanan berganti menjadi menu rakyat melalui 70 gerobak angkringan dan soto gratis.
Konsep Sederhana untuk Efisiensi Anggaran
Koordinator Humas Dinas Kominfo Pemda DIY Ditya Nanaryo Aji menjelaskan, pada Jumat, 27 Maret 2026, bahwa silaturahmi tahun ini dirancang lebih sederhana sesuai arahan gubernur dan wakil gubernur. Acara ini juga melibatkan UMKM lokal dalam bentuk penyediaan angkringan untuk masyarakat yang hadir.
Tidak hanya mengubah menu, Pemda DIY juga memangkas durasi acara menjadi lebih singkat. Event berlangsung hanya dalam rentang waktu dua jam, mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Masyarakat yang ingin hadir diminta datang lebih awal mengingat antrean akan dibatasi sesuai durasi waktu yang tersedia.
Partisipasi Masyarakat dari Berbagai Wilayah
Masyarakat dari seluruh wilayah Istimewa Yogyakarta diperbolehkan menghadiri acara open house ini tanpa batasan jumlah. Wilayah-wilayah yang dimaksud mencakup Kabupaten Gunungkidul, Kulon Progo, Sleman, hingga Bantul. Namun demikian, setiap pengunjung wajib mematuhi protokol yang telah Pemda DIY tetapkan.
Protokol tersebut mencakup beberapa ketentuan mengenai penampilan dan perilaku pengunjung. Masyarakat diminta mengenakan pakaian rapi dan tidak menggunakan sandal jepit saat bersalaman dengan Sultan. Selain itu, pengunjung dilarang melakukan swafoto atau merekam video selama proses silaturahmi berlangsung.
Sebagai gantinya, Tim Humas Pemda DIY menyediakan fotografer profesional untuk mendokumentasikan momen pengunjung bertemu dengan para pemimpin daerah. Kemudian, pihak Humas akan membagikan tautan unduh kepada setiap pengunjung agar masyarakat tetap memiliki dokumentasi resmi dari acara tersebut.
Aksesibilitas untuk Semua Kalangan
Pemda DIY memastikan acara open house ini dapat diakses oleh seluruh kalangan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Pemerintah menyediakan jalur khusus dan fasilitas bidang landai (ramp) untuk memudahkan mobilitas penyandang disabilitas selama proses silaturahmi.
Dengan penyediaan fasilitas aksesibel ini, penyelenggara berharap proses silaturahmi dapat berjalan lebih nyaman dan lancar bagi semua pengunjung. Tidak hanya itu, penyandang disabilitas akan mendapatkan prioritas dalam antrean bertemu dengan Sultan dan Wakil Gubernur.
Penguatan Ekonomi Lokal Melalui UMKM
Melibatkan puluhan pelaku UMKM menjadi salah satu strategi utama dalam penyelenggaraan open house tahun 2026 ini. Ditya Nanaryo Aji menyatakan bahwa agenda silaturahmi diharapkan menjadi momentum penghematan anggaran negara yang selaras dengan upaya penguatan ekonomi rakyat secara keseluruhan.
Setiap gerobak angkringan yang terlibat dalam acara mengambil pasokan makanan dari perajin lokal, bukan dari perusahaan katering besar. Produk-produk seperti nasi kucing dan sate berasal dari UMKM setempat, sehingga perputaran uang tetap berada dalam ekosistem ekonomi lokal.
Konsep ini dirancang secara sengaja untuk menghidupkan dan memberdayakan usaha kecil dan menengah di Istimewa Yogyakarta. Dengan cara ini, penghematan anggaran juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi grassroot yang lebih berkelanjutan.
Prioritas Utama: Mempererat Hubungan Pemerintah dan Rakyat
Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menekankan bahwa meskipun open house dikemas secara sederhana, esensi utamanya tetap menjadi prioritas utama. Esensi tersebut adalah sarana untuk mempererat hubungan antara pemangku kebijakan dan masyarakat.
“Pada prinsipnya itu bagaimana pimpinan daerah bisa bertemu langsung rakyatnya,” ungkap Ni Made Dwipanti Indrayanti. Hal ini menunjukkan bahwa kesederhanaan dalam format acara tidak mengurangi makna penting dari kegiatan tersebut.
Open house tahun 2026 ini juga memperingati Hari Jadi Istimewa Yogyakarta ke-271. Perayaan istimewa ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam suasana yang lebih intim dan bermakna, dengan tetap mengedepankan prinsip kesederhanaan dan keberlanjutan.
Dengan strategi penghematan anggaran, penyediaan aksesibilitas lengkap, dan keterlibatan UMKM lokal, Pemda DIY mendemonstrasikan komitmen untuk menjalankan acara resmi dengan cara yang lebih efisien, inklusif, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Istimewa Yogyakarta.

