Cikadu.id – Brigadir Jenderal Donny Pramono, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, membuka penjelasan soal video viral prajurit beli narkoba yang beredar di media sosial 2026. Menurut Donny pada Jumat, 27 Maret 2026, rekaman yang viral merupakan penggabungan dari dua potongan kejadian berbeda dan tidak saling berkaitan satu sama lain.
Video yang menjadi pemicu kontroversi menampilkan seorang prajurit TNI yang diduga tengah melakukan transaksi narkoba. Potongan awal video memperlihatkan interaksi antara prajurit dengan seseorang yang memakai kemeja putih, di mana keduanya tampak sedang melakukan transaksi pembelian narkoba di lokasi yang terekam kamera.
Prajurit Kopral Satu Mengakui Pembelian Narkoba
Prajurit yang muncul di bagian awal video penerangannya berpangkat kopral satu dengan inisial YP. Dia bertugas di Pusat Peralatan Angkatan Darat, atau Puspalad. Faktanya, YP telah mengakui secara tegas bahwa dirinya melakukan pembelian sekaligus mengonsumsi narkoba.
Pengakuan YP bukan hanya pernyataan lisan saja. Pemeriksaan lanjutan melalui tes urine menunjukkan hasil positif, membuktikan penggunaan narkoba oleh prajurit tersebut. Berdasarkan bukti dan pengakuan ini, TNI AD langsung melakukan tindakan tegas dengan menahan YP di satuan militernya untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dalam lingkungan TNI.
Donny menegaskan bahwa tindakan YP membeli dan mengonsumsi narkoba merupakan perbuatan anggota yang tidak mencerminkan sikap maupun nilai-nilai keprajuritan yang semestinya dijunjung tinggi. Aksi ini bertentangan dengan komitmen TNI AD dalam upaya pemberantasan narkoba di kalangan prajurit.
Insiden Terpisah: Prajurit Satu Laode dan Kendaraan Dinas Kostrad
Bagian akhir video viral menampilkan sebuah kendaraan dinas milik Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, atau Kostrad, beserta pengemudinya. Saat itu, pengemudi kendaraan dinas bernama Prajurit Satu Laode terekam keluar dari mobil dengan plat nomor bintang satu 10867-01.
Namun demikian, TNI AD tetap melakukan pemeriksaan lanjutan secara internal terhadap Laode. Jika di kemudian hari ditemukan adanya indikasi pelanggaran, pihak TNI akan memproses kasus tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dalam organisasi militer.
Komitmen TNI AD Terhadap Pemberantasan Narkoba
Donny menekankan bahwa TNI AD berkomitmen penuh dalam upaya pemberantasan narkoba dan tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh anggota prajurit. Kasus YP dijadikan bukti nyata keseriusan TNI dalam menjaga disiplin dan integritas internal organisasi.
Pernyataan Donny ini juga merupakan respons terhadap pandangan publik yang sempat tergoyahkan setelah video viral beredar. TNI AD memastikan bahwa tindakan prajurit yang terbukti melanggar hukum akan ditindaklanjuti dengan tegas dan sesuai prosedur.
Imbauan kepada Masyarakat untuk Bijak Menyebarkan Informasi
Selain penjelasan faktual, Donny juga mengimbau masyarakat luas untuk bersikap bijak dalam menyikapi dan menyebarkan informasi yang beredar di media sosial. Dia meminta publik agar mengonfirmasi informasi kepada instansi terkait sebelum menyebarkannya lebih lanjut.
Langkah ini bertujuan untuk menghindari kesalahpahaman dan spekulasi yang dapat merugikan citra institusi maupun individu yang terlibat. TNI AD berterima kasih kepada masyarakat yang telah membantu mengungkap kasus ini dan meminta dukungan publik agar lebih selektif dalam menerima dan membagikan informasi di era digital ini.
Transparansi yang ditunjukkan Donny melalui penjelasan detail mengenai isi video viral prajurit beli narkoba menandakan keseriusan TNI AD dalam menangani masalah pelanggaran internal. Dengan memberikan penjelasan yang jelas dan rinci, TNI AD berusaha membangun kepercayaan publik bahwa organisasi militer tidak menutupi kasus melainkan menindaklanjutinya dengan profesional sesuai aturan yang berlaku.

