Video Aipda Vicky Viral, Polda Sulut Beri Klarifikasi

Video Aipda Vicky Viral, Polda Sulut Beri Klarifikasi

Video Aipda Vicky Viral, Polda Sulut Beri Klarifikasi

Cikadu.idPolda Sulut memberikan klarifikasi resmi terkait video viral Aipda Vicky Katiandagho yang ramai menjadi perbincangan di media sosial. Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan, menegaskan bahwa narasi kekecewaan yang menyertai video tersebut sama sekali tidak benar.

Hasil klarifikasi menunjukkan Aipda Vicky tidak pernah terlibat dalam penyebaran hoaks atau upaya mendiskreditkan institusi Polri. Loyalitas anggota polisi yang baru saja memasuki masa pensiun ini tetap terjaga dengan baik.

“Hasil klarifikasi menunjukkan subjek tidak terlibat dalam upaya penyebaran hoaks atau mendiskreditkan institusi. Loyalitas yang bersangkutan terhadap Polri tetap terjaga, dan narasi kekecewaan yang viral tersebut terbukti tidak benar,” ujar Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan dalam keterangannya, Sabtu (4 April 2026).

Klarifikasi Langsung dari Biro Paminal Bidpropam

Polda Sulut melalui Biro Paminal Bidpropam melakukan klarifikasi langsung kepada Aipda Vicky Katiandagho terkait video yang beredar luas di berbagai platform media sosial. Proses klarifikasi ini penting untuk memastikan kebenaran informasi dan menghindari kesalahpahaman publik.

Menariknya, hasil investigasi internal membuktikan bahwa gambar dalam video yang viral merupakan bagian dari kenang-kenangan pribadi Aipda Vicky. Video tersebut sengaja anggota polisi buat sebagai tanda terima kasih sebelum memasuki masa pensiun dini pada 1 April 2026.

Selain itu, pihak kepolisian menemukan fakta bahwa narasi provokatif yang menyertai video bukan berasal dari Aipda Vicky. Oknum tertentu menambahkan narasi tersebut tanpa sepengetahuan dan izin dari pemilik video asli.

Baca Juga:  Hunian Bantaran Rel Senen-Tanah Abang Siap Juni 2026

Isi Asli Video Kenang-kenangan Pensiun

Berdasarkan komunikasi yang Biro Paminal Bidpropam lakukan pada Kamis, 2 April 2026, Aipda Vicky membenarkan pembuatan video tersebut. Anggota polisi yang baru pensiun ini membuat rekaman video secara pribadi sebagai kenang-kenangan masa dinas menjelang pensiun per 1 April 2026.

“Dalam komunikasi yang dilakukan pada Kamis, 2 April 2026, VAK membenarkan bahwa video tersebut memang dibuat secara pribadi sebagai kenang-kenangan masa dinas menjelang masa pensiunnya per 1 April 2026. Namun, video asli tersebut hanya berisi ucapan terima kasih kepada institusi Polri,” jelas Kabid Humas Polda Sulut.

Video orisinal yang Aipda Vicky buat sama sekali tidak mengandung unsur kekecewaan atau kritik terhadap institusi Polri. Konten video justru menampilkan apresiasi dan rasa syukur atas pengabdian selama bertugas sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia.

Manipulasi Narasi oleh Pihak Tidak Bertanggung Jawab

Polda Sulut mengklaim bahwa Aipda Vicky tidak pernah memberikan izin kepada pihak mana pun untuk menambahkan narasi provokatif pada videonya. Faktanya, video yang diberedarkan di media sosial sudah mengalami manipulasi konten dengan penambahan teks dan narasi yang menyesatkan.

Oknum yang tidak bertanggung jawab menambahkan narasi yang mencoba menggambarkan seolah-olah Aipda Vicky memiliki kekecewaan terhadap institusi kepolisian. Tindakan ini jelas bertentangan dengan isi video asli yang justru menunjukkan kebanggaan terhadap Polri.

Pihak kepolisian sedang melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mengidentifikasi siapa yang pertama kali menambahkan narasi provokatif pada video tersebut. Langkah ini penting untuk mencegah penyebaran informasi keliru yang dapat merusak reputasi institusi dan individu.

Komitmen Aipda Vicky terhadap Institusi Polri

Dalam video asli yang Aipda Vicky buat, anggota polisi yang baru pensiun ini justru menyatakan rasa bangganya terhadap institusi Polri. Pernyataan ini menjadi bukti kuat bahwa narasi kekecewaan yang beredar sama sekali tidak mencerminkan perasaan sebenarnya dari Aipda Vicky.

Baca Juga:  Bali United Gelandang: Brandon Wilson dan Jordy Bruijn Pulih, Siap Tempur April 2026

“Dalam video tersebut, VAK justru menyatakan rasa bangganya terhadap institusi Polri. Ia menegaskan komitmennya dengan semboyan ‘Sekali Bhayangkara, tetap Bhayangkara’,” tegas Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan.

Semboyan “Sekali Bhayangkara, tetap Bhayangkara” yang Aipda Vicky ucapkan menunjukkan dedikasi dan loyalitas yang tidak pernah pudar meskipun sudah memasuki masa pensiun. Komitmen ini membuktikan bahwa anggota polisi tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kepolisian sepanjang hidupnya.

Pentingnya Verifikasi Informasi di Media Sosial

Kasus video viral Aipda Vicky Katiandagho menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi sebelum menyebarkan informasi di media sosial. Konten yang beredar tidak selalu mencerminkan kebenaran, terutama jika sudah mengalami manipulasi atau penambahan narasi.

Oleh karena itu, publik perlu lebih cermat dalam menyikapi informasi yang beredar di platform digital. Masyarakat sebaiknya menunggu klarifikasi resmi dari pihak berwenang sebelum menarik kesimpulan atau menyebarkan konten yang berpotensi menyesatkan.

Akibatnya, kasus ini juga memberikan pelajaran bagi oknum yang sengaja memanipulasi konten untuk tujuan tertentu. Tindakan menambahkan narasi palsu atau provokatif dapat berakibat hukum dan merugikan banyak pihak, baik institusi maupun individu yang menjadi subjek konten tersebut.

Polda Sulut berharap klarifikasi ini dapat menghentikan penyebaran informasi keliru terkait video Aipda Vicky Katiandagho. Institusi kepolisian mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum jelas kebenarannya. Video kenang-kenangan pensiun seharusnya menjadi momen yang indah untuk menghargai pengabdian seorang anggota Polri, bukan ajang penyebaran hoaks yang merugikan.

Wandi Setiawan

Penulis di Cikadu.id