Cikadu.id – Pertandingan Vietnam vs Malaysia dalam Kualifikasi Piala Asia 2027 dipanaskan perang urat syaraf antara pelatih dan pemain kedua tim. Duel krusial ini akan berlangsung di Stadion Thien Truong, Ninh Binh, pada Selasa (31/3) malam waktu setempat.
Jumpa pers pra-pertandingan berubah menjadi ajang saling sesumbar. Kedua kubu sama-sama optimis meraih kemenangan penuh, dengan pelatih dan pemain yang saling melempar pernyataan percaya diri.
Target Vietnam: Balas Dendam Kekalahan 0-4
Kim Sang Sik, pelatih Vietnam, memasang target ambisius untuk laga ini. “Kami menargetkan kemenangan, mengharapkan skor 2-0. Para pemain semuanya dalam kondisi fisik yang baik dan saya yakin mereka akan tampil bagus,” ujar Kim dengan penuh keyakinan.
Tekad menumpas Malaysia ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, pada pertemuan sebelumnya di Malaysia, The Golden Dragon harus menelan kekalahan telak 0-4. Namun, kemenangan tersebut kemudian AFC batalkan karena Malaysia menggunakan pemain naturalisasi tidak sah.
Kim menganggap laga besok malam sebagai momen pembalasan yang sempurna. Kondisi fisik pemain Vietnam yang prima menjadi modal utama untuk meraih tiga poin.
Nguyen Xuan Son Siap Rayakan Ulang Tahun dengan Gol
Pemain naturalisasi Vietnam, Nguyen Xuan Son, turut memberikan pernyataan percaya diri menjelang laga. Striker andalan ini memastikan kondisi fisiknya sedang fit dan siap mencetak gol ke gawang Harimau Malaya.
“Saya berharap tim menang dan bisa mencetak gol, untuk saya persembahkan kepada para penggemar dan kepada diri sendiri karena tanggal 30 Maret adalah hari ulang tahun saya,” ungkap Xuan Son.
Menariknya, motivasi tambahan berupa perayaan ulang tahun ini bisa menjadi faktor X yang membuat Xuan Son tampil lebih eksplosif. Striker ini memang menjadi tumpuan utama lini serang Vietnam.
Malaysia Ingin Pulihkan Kehormatan
Di kubu Malaysia, pelatih Peter Cklamovski justru sesumbar akan mempermalukan Vietnam di kandang sendiri. Saat ini semua pemain Malaysia bertekad melupakan kisah pahit tersingkir dari Piala Asia 2027.
“Apa yang telah terjadi sangat membebani pikiran para pemain Malaysia selama beberapa bulan terakhir. Tetapi kami akan mencoba mengubah kesedihan itu menjadi motivasi,” kata Cklamovski seperti dilangsir VN Express.
Cklamovski menambahkan, “Sekarang Malaysia hanya fokus pada apa yang dapat tim capai. Para pemain sangat bertekad sejak awal pelatihan ini, dengan tujuan mengalahkan Vietnam.”
Selain itu, gelandang Malaysia, Nooa Laine, turut memancarkan optimisme tinggi. Pemain berdarah Malaysia-Finlandia ini percaya diri Harimau Malaya akan menaklukkan The Golden Dragon.
“Malaysia perlu mendapatkan kembali kehormatannya dan membalas dendam saat menghadapi Vietnam,” ucap Nooa Laine. Menurutnya, komposisi skuad Malaysia saat ini sangat kuat dan tidak mudah tim lawan taklukkan.
Bayangan Kasus Pemain Tidak Sah
Situasi Malaysia saat ini memang cukup berat. Harimau Malaya sudah pasti tidak lolos ke Piala Asia 2027 karena AFC membatalkan dua hasil kemenangan mereka sebelumnya, salah satunya justru melawan Vietnam.
Pembatalan ini terjadi karena Malaysia menggunakan pemain tidak sah dalam pertandingan kualifikasi. Akibatnya, kemenangan 4-0 atas Vietnam dan satu kemenangan lainnya harus Malaysia relakan.
Oleh karena itu, pertandingan kali ini lebih kepada pemulihan mental dan kehormatan tim. Malaysia ingin membuktikan bahwa mereka memang layak menang, tanpa kontroversi pemain tidak sah.
Duel Penuh Gengsi di Stadion Thien Truong
Pertandingan Vietnam vs Malaysia di Stadion Thien Truong, Ninh Binh, diprediksi akan berjalan sengit. Kedua tim sama-sama membawa misi berbeda namun dengan intensitas yang sama tinggi.
Vietnam ingin membalas kekalahan telak dan mempertahankan asa lolos Piala Asia 2027. Di sisi lain, Malaysia berusaha memulihkan kehormatan setelah diskualifikasi yang memalukan.
Perang psikologis yang terjadi di jumpa pers menunjukkan betapa pentingnya laga ini bagi kedua negara. Nah, pertanyaannya sekarang: siapa yang akan lebih kuat mentalnya di lapangan hijau?
Kondisi fisik Vietnam yang prima versus motivasi pemulihan kehormatan Malaysia akan menjadi faktor penentu. Duel ini bukan sekadar soal tiga poin, melainkan juga soal harga diri dan gengsi di level regional Asia Tenggara.
Para penggemar dari kedua negara tentunya menantikan pertandingan seru ini. Perang urat syaraf di luar lapangan akan berlanjut menjadi perang taktik dan fisik saat wasit meniup peluit pertama besok malam.

